Selasa, 07 Mei 2019

Semua Tentang Politeknik Statistika STIS, USM STIS, Perkuliahan, dan Prospek Lulusan Polstat STIS 2019/2020

USM STIS
Mengenal Polstat STIS dari beragam sisi

Apa Itu Polstat STIS?
Politeknik Statistika Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (Polstat STIS) merupakan salah satu sekolah Ikatan Dinas (ID) di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS). Berbeda dengan Sekolah Kedinasan, Polstat STIS tidak memberlakukan pungutan biaya bagi setiap mahasiswa/i-nya selama masa pendidikan kampus, baik Diploma III maupun Diploma IV.

Polstat STIS sendiri awalnya bernama Akademi Ilmu Statistik (AIS), kemudian berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), dan sekarang menjadi Politeknik Statistika STIS. Kampus Polstat STIS sendiri di Indonesia hanya satu, yaitu beralamat di Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur. Setiap tahun, Polstat STIS mengadakan seleksi bagi alumni SMA/MA putra/i terbaik bangsa untuk mendapatkan kuliah di Polstat STIS secara cuma-cuma tanpa biaya kuliah.

Apa Saja Jurusan yang Ada di Polstat STIS?
Jurusan di Polstat STIS hingga tahun 2019 masih terdiri atas 3 jurusan, yaitu jurusan Statistika Ekonomi (SE), Statistika Sosial dan Kependudukan (SK), dan Komputasi Statistik (KS). Dari ketiga jurusan tersebut, baru-baru ini yang banyak menjadi pilihan pendaftar adalah jurusan KS, mengingat tantangan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang kian pesat, jurusan KS dianggap sebagai pilihan utama karena pengembangan ilmu statistik berbasis komputer atau perangkat lunak sangat mudah, cepat, dan memiliki daya saing di dalam kehidupan.

Penulis sendiri adalah alumni STIS jurusan SE, jadi acapkali bila ditanya soal jurusan mana yang paling susah dan paling mudah, hampir bisa dipastikan penulis tidak tahu teman-teman. Namun pada intinya, kalau kita memiliki modal dasar yang kuat dalam diri kita, misal memang memiliki basis pengetahuan IT yang cukup, maka jurusan KS sangat direkomendasikan.

Apa saja beda antar jurusan tersebut?
Adapun perbedaan antar jurusan tersebut adalah pada jenis mata kuliah yang dipelajari. Gambaran secara umumnya, untuk jurusan SE itu kebanyakan belajar mengenai mata kuliah ekonomi, baik mikroekonomi maupun makroekonomi, analisis-analisis ekonomi dengan alat statistik, serta belajar mengenai jenis-jenis statistik dasar sebagai bekal untuk melakukan pengolahan data ekonomi dan penyajiannya. Untuk jurusan SK, secara umum yang dipelajari adalah mata kuliah ilmu sosial dan budaya, pendidikan, kesehatan, dan komunikasi, disertai dengan belajar tentang alat-alat statistik yang dapat digunakan dalam mengolah data terkait sosial budaya dan pendidikan serta kesehatan. Sedangkan pada jurusan KS, teman-teman bakal belajar cara coding bahasa Java dan sejenisnya untuk membuat dan menerapkannya sebagai produk untuk mengolah data statistik, juga dibekali dengan ilmu statistika dasar untuk memberikan pengetahuan mengenai logika-logika statistik yang diperlukan dalam membuat aplikasi pengolah data dan penganalisis data statistik.

Syarat Daftar Polstat STIS 2019
Berdasarkan informasi terbaru dari website resmi Polstat STIS, untuk pendaftaran Tahun Akademik 2019/2020, syarat dan ketentuan pendaftaran Polstat STIS adalah sebagai berikut:

1. Sehat jasmani dan rohani (dapat dan layak bekerja dan beraktivitas, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan), tidak buta warna total atau parsial (sebagian) (karena berhubungan dengan data-data statistik yang penuh unsur warna dalam membedakan), dan bebas Narkoba;

2. Lulusan SMA/MA Jurusan IPA/IPS (Mulai tahun 2019, jurusan IPS bisa daftar Polstat STIS);

3. Calon lulusan SMA/MA jurusan IPA/IPS T.A. 2018/2019 kelas XII;

4. Nilai Matematika dan Bahasa Inggris minimal 70,00 (Skala 0 - 100), atau 2,80 (Skala 1 - 4) pada rapor kelas XII semester I;

5. Umur minimal 16 tahun dan maksimal 22 tahun per 1 September 2019;

6. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan di Polstat STIS sampai pengangkatan PNS;

7. Tidak sedang menjalankan Ikatan Dinas dengan Instansi lain;

8. Bersedia mematuhi aturan dan tata tertib di Polstat STIS;

9. Bersedia menandatangani Surat Perjanjian Ikatan Dinas (SPID) bagi yang dinyatakan lulus seleksi dan akan mengikuti pendidikan di Polstat STIS;

10. Setelah lulus dari Polstat STIS, bersedia ditempatkan di Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat atau daerah/Kementerian/Lembaga/Instansi Lainnya sesuai penempatannya di seluruh wilayah Indonesia baik pusat maupun daerah.

Ujian Saringan Masuk (USM) Polstat STIS 2019
USM Polstat STIS 2019 mirip dengan USM Polstat STIS 2018 lalu, di mana teman-teman pendaftar melakukan pendaftaran secara daring atau online, lalu teman-teman mengisi data pendaftar melalui portal Badan Kepegawaian Negara (BKN), yaitu https://sscasn.bkn.go.id dengan menginput Nomor Induk Kependudukan (NIK) baik di KK (bagi yang belum) atau di KTP (bagi yang sudah punya KTP) dan Nomor Kartu Keluarga (KK). Bagi teman-teman yang KK-nya bermasalah atau NIK tidak terditeksi dalam portal BKN, silakan mengurus NIK tersebut ke dinas catatan sipil terdekat. Bisa juga membetulkan bila terjadi salah nama, atau nama tidak sesuai di KTP dan KK-nya. Konfirmasi masalah KTP dan KK ini disarankan jauh hari sebelum pendaftaran dibuka ya teman-teman.

Langkah selanjutnya adalah dengan login kembali ke SSCASN dengan menggunakan NIK dan password yang sudah didaftarkan teman-teman. Intinya buat akun dulu di portal BKN, nanti buat password sendiri atau digenerate sistem passwordnya. Pilih sekolah kedinasan Polstat STIS dan mengisi data diri teman-teman sesuai format portal.

Kemudian mencetak bukti pendaftaran tersebut, buktinya dalam bentuk form pendaftar begitu lalu dicetak.

Lantas, teman-teman akses portal SPMB Polstat STIS dengan alamat https://spmb.stis.ac.id silakan login dengan akun yang telah didaftarkan di portal BKN tadi, masukkan NIK dan password. Setelah melengkapi data, teman-teman akan mendapatkan kode pembayaran dan dilanjutkan dengan pembayaran. Untuk pendaftaran Polstat STIS T.A. 2019/2020, biaya pendaftarannya Rp. 300.000,- per peserta. Pembayaran dapat dilakukan melalui ATM atau Teller Bank yang telah bekerjasama dengan Polstat STIS atau yang ditunjuk oleh pihak Polstat STIS. Sebagai rekomendasi, ada baiknya pembayaran dilakukan melalui Teller bank agar bukti setor biaya pendaftarannya dapat langsung terekam buktinya. Melalui ATM terkadang kertasnya habis, jadi sangat berisiko.

Langkah berikutnya adalah teman-teman login ke portal SPMB Polstat STIS untuk mencetak Kartu Tanda Peserta Ujian Masuk (KTPUM) kemudian bisa teman-teman cetak, kali ini dari pihak Polstat STIS menyarankan agar dicetak di kertas A4. Banyak kasus tahun 2019, foto peserta terkadang merupakan foto orang lain, bila teman-teman mendapati kondisi tersebut, silakan konfirmasi ke helpdesk Polstat STIS : helpdesk.stis.ac.id.

Terakhir, silakan teman-teman baca catatan pada KTPUM yang sudah dicetak. Sebagai informasi tambahan, untuk tahun 2019, pada tahapan pendaftaran di portal BKN, tidak ada tahapan Verifikasi untuk pendaftaran Polstat STIS, jadi bila terdapat kondisi menunggu tahapan verifikasi berkas, diskip saja atau lanjut saja ke pendaftaran portal Polstat STIS.

Untuk pengisian nomor kode are bagian HP atau telepon, teman-teman bisa memasukkan kode +62 diikuti nomor di belakang angka 0 di HP teman-teman, misal: 081244019483 menjadi +6281244019483, begitu.

Pada portal BKN, diminta memasukkan tahun lulus dan nomor ijazah, lantas bagaimana dengan teman-teman yang masih kelas XII, artinya menjelang lulus dari SMA/MAnya? Bisa menggunakan tahun lulus dan nomor ijazah terakhir, jadi ijazah SMP teman-teman. Sedangkan bagi yang sudah lulus tahun 2018 atau 2017, bisa menggunakan ijazah SMA/MA.

Apa Saja Tips dan Trik Persiapan USM Polstat STIS?
Adapun tips dan trik menghadapi USM Polstat STIS bisa penulis sampaikan dalam beberapa poin berikut:

1. Perbanyak mengerjakan latihan soal, entah dari buku USM Polstat STIS yang dijual Kopma STIS, atau sebagai alternatif bisa juga menggunakan buku saya, hehe, berminat? Hubungi kontak WA: 081244019483;

2. Belajar hitung cepat, biasanya menguasai hitung perkalian cepat, bilangan kuadrat cepat dan ilmu hitung cepat lainnya;

3. Menguasai materi per bab yang diujikan dalam USM Polstat STIS, adapun kisi-kisi bab yang bisa teman-teman cari bahan materinya dapat kalian temukan dalam blog ini: Kisi-kisi USM Polstat STIS 2018, 2019, 2020

4. Karena jenis soal yang diujikan khusus USM Polstat STIS tahap I adalah Matematika IPA, maka untuk mendapatkan posisi aman (karena perangkingan nasional), dari 60 butir soal pilihan ganda, teman-teman paling tidak 60 persen atau sekitar 36-37 butir soal bisa dijawab dan yakin benar.

5. Kerjakan soal USM Polstat STIS yang dirasa paling mudah lebih dahulu, kalau dirasa susah atau mudah tapi butuh waktu lama, mending skip saja dulu, utamakan soal yang mudah dan bisa diselesaikan dengan cepat;

6. Seorang pemenang pertandingan itu biasanya ia tahu mengenai situasi dan kondisi arena pertandingan. Adakalanya, pernyataan ini benar, jadi diharapkan memang maksimal sehari sebelum USM, teman-teman mengetahui posisi dan tempat serta situasi dan kondisi di mana teman-teman akan mengikuti USM Polstat STIS. Ini akan berpengaruh pada psikis teman-teman, agar lebih kuat dan lebih siap (mengurangi gugup);

7. Olahraga teratur agar badan tetap sehat serta menjaga pola makan dan tidur;

8. Makan dan minum yang bergizi;

9. Beribadah secara teratur untuk menguatkan psikis;

10. Meminta doa dan restu orang tua.

Bagaimana Tingkat Persaingan Pendaftar Polstat STIS 2019
Berdasarkan data penutupan pendaftaran dari situs BKN per 1 Mei 2019 pada pukul 00.00 WIB lalu, jumlah pendaftar seluruh perguruan tinggi di bawah naungan portal BKN ada sebanyak 310.612 akun. Sedangkan yang melakukan pendaftaran di portal masing-masing Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) ada sebanyak 269.614 dengan total submit berkas sebanyak 248.074.

Adapun jumlah pendaftar Polstat STIS 2019 di akhir penutupan pendaftaran ada sebanyak 17.606 peserta untuk mengikuti USM Polstat STIS Tahap I pada tanggal 11 - 13 Mei 2019. Meskipun, secara riil yang mengikuti USM Polstat STIS Tahap I berjumlah 15.856 peserta, ada peningkatan sebesar 2,89 persen dibanding tahun 2018 yang sebesar 15.411. Selain Polstat STIS, jumlah pendaftar PKN STAN masih menduduki urutan teratas, yaitu 137.561 peserta dan diikuti oleh IPDN/STPDN sebanyak 43.037 peserta.

Bila kita rasiokan, kuota penerimaan Polstat STIS T.A 2019/2020 kali ini adalah 600 kursi atau peserta. Dengan demikian rasionya adalah 600 : 17.606 atau sebesar 0,034.

Kelebihan Kuliah di Polstat STIS
Karena memang nyata adanya, tak bosan-bosan penulis ingin mengulas kelebihan kuliah di Polstat STIS. Beberapa saja ya teman-teman, di antaranya:

1. Kuliah gratis, di awal tahun ajaran Mahasiswa/i baru memang dikenakan biaya, kalau tidak salah sebesar 2,5 juta rupiah, kendati begitu, biaya itu balik lagi ke teman-teman dalam bentuk Pakaian Dinas Akademik (PDA), Sepatu fantofel, seragam untuk mengikuti Outbound dan Pembinaan Kepemimpinan dan Kebangsaan yang dirangkum dengan judul tertentu;

2. Apa yang kita dapatkan, itulah yang kita kerjakan. Tak banyak lulusan kuliahan dapat menerapkan ilmu yang didapatkannya selama mengenyam pendidikan kuliah, di Polstat STIS, apa yang teman-teman tulis dalam buku catatan kuliah, itulah yang bakal teman-teman lakukan ketika sudah lulus dan bekerja di Badan Pusat Statistik (BPS) nanti, jadi tepat sasaran;

3. Setelah lulus langsung dapat pekerjaan, setelah lulus memang ada jedah menunggu, tapi tidak lama, nggak sampai setahunan kecuali pemerintah memberlakukan moratorium PNS. Tak sedikit lulusan kuliahan, kini bekerja tak menentu, serabutan, bahkan boleh jadi masih menganggur, atau menunggu waktu yang tepat untuk bekerja. Teman-teman lulusan Polstat STIS jangan risau, setelah lulus kuliah, tanaman yang telah ditanam dan dirawat itu bakal bisa teman-teman petik buahnya ketika sudah bekerja di BPS;

4. Banyak beasiswa melanjutkan studi lebih tinggi menunggu di BPS. Lulusan Polstat STIS selama mengarungi kehidupan kerja di BPS juga ditawarkan berbagai bentuk beasiswa baik melalui sponsor maupun yang dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), jadi kesempatan kuliah ke jenjang lebih tinggi sangat terbuka lebar.

Apakah Uang Saku per Bulan Ditiadakan? Mengapa?
Mulai tahun 2019, sistem pemberian Tunjangan Ikatan Dinas (TID) di Polstat STIS resmi ditiadakan. Inilah yang kemungkinan pula menjadi penyebab berkurangnya jumlah pendaftar Polstat STIS tahun ini. Tetapi jangan salah, soal perkuliahannya tetap gratis, tanpa dipungut biaya serupiah pun.

Kebijakan peniadaan TID ini bermula dari kesepakatan antara Polstat STIS dengan kemenkeu. Di PKN STAN saja sudah meniadakan uang saku atau TID, dengan menggunakan aturan terbaru, TID sendiri diisukan akan diberikan kepada mahasiswa/i STIS namun dalam bentuk uang makan. Namun, informasi resminya seperti apa masih kita tunggu bersama supaya tidak termakan hoax.

Setelah Lulus dari Polstat STIS ngapain?
Setelah lulus dari Polstat STIS, teman-teman akan ditempatkan di BPS RI (Pusat) untuk dilakukan training dalam bentuk magang. Hal ini menjadi komitmen BPS untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih siap sebelum benar-benar terjun penempatan di seluruh daerah.

Melalui kegiatan magang ini pula, lulusan Polstat STIS diberikan kompensasi dan insentif sesuai aturan yang berlaku di BPS. Yang jelas, untuk kebutuhan sehari-hari penulis rasa sangat layak dan sesuai.

Bagaimana Penempatan Lulusan Polstat STIS?
Sebagaimana dengan syarat dan ketentuan berlaku di pendaftaran USM Polstat STIS. Mulai tahun 2018 sebenarnya, lulusan Polstat STIS tidak hanya ditempatkan di BPS Pusat/daerah, tetapi juga ditempatkan di Kementerian/Lembaga/Instansi lain selain BPS (sesuai permintaan).

Untuk sistem prioritas penempatan lulusan Polstat STIS sendiri masih sama, yakni berdasarkan 4 prioritas. Pertama, peringkat 10 besar per jurusan ditempatkan di BPS Pusat/bebas memilih di daerah mana; Kedua merupakan putra/i daerah, maka bakal ditempatkan di daerah asalnya, dengan kondisi BPS di daerah asal membuka formasi pegawai baru untuk lulusan Polstat STIS sesuai ketentuan dan keputusan alokasi yang diajukan ke BKN; Ketiga berdasarkan pilihan alumni Polstat STIS sendiri secara reguler melakukan pengajuan daerah penempatan dengan mengisi formulir pilihan daerah penempatan kemudian disingkronkan dengan kebutuhan dan alokasi pegawai yang disetuji oleh BKN; Terakhir bagi siapa saja alumni yang masuk dalam permintaan K/L/I, maka mereka akan ditempatkan di K/L/I yang meminta ke BPS.

Bagaimana Pilihan Berkarir saat Bekerja di Badan Pusat Statistik (BPS)?
Berkarir di BPS ada 2 pilihan, yaitu melalui jalur struktural dan melalui jalur fungsional. Baru-baru ini, BPS mengarahkan untuk memperbanyak jumlah pegawai melalui jalur karir fungsional karena telah terbukti nyata kecepatan karir pada jalur fungsional lebih cepat. Dalam strukturnya, bisa jadi golongan staf lebih tinggi dari golongan kepala, karena ia staf jalur fungsional.
Dari sisi ekonomi, jalur fungsional juga memberikan kompensasi lebih dibandingkan struktural, yaitu melalui tunjangan kerja yang sedikit di atas struktural umum.

Adapun besarnya Tunjangan Kinerja (TK/Tukin) BPS, berdasarkan website resmi sekretaris kabinet atau https://setkab.go.id diberikan sebagai berikut:
TK Tukin
Besaran Tunjangan Kinerja di BPS, sumber: https://setkab.go.id/wp-content/uploads/2018/11/Tukin-BPS.png


2 comments

Makasih banyak ya min informasinya. Berguna banget