Selasa, 26 Maret 2019

Apa Itu p - Value dalam Statistika?

statistik
Belajar memahami p - value
Dalam prosedur statistik, pengujian hipotesis dalam praktiknya berkaitan dengan statistik uji dari hasil perhitungan. Setelah mendapatkan statistik uji tersebut, selain membandingkan dengan nilai tabel distribusi statistik, juga bisa dilihat dengan membandingkan antara nilai peluang dari statistik uji dengan peluang alpha sebagai acuan apakah sampel yang digunakan telah cukup bukti untuk menolak hipotesis nol, atau justru tidak cukup bukti untuk menolak (menerima hipotesis nol).

Pada tahap memperbandingkan antara statistik uji dengan nilai tabel distribusi inilah yang amat penting. Karena, ketidaktelitian bisa jadi justru menghasilkan kesimpulan yang salah. Menyangkut nilai peluang dari hasil perhitungan statistik uji inilah yang kemudian memunculkan istilah yang disebut p -value.

Dalam buku yang berjudul Applied Design of Experiments and Taguchi Methods, karya Krisnahaiah dan Shahabudeen (2012), disebutkan bahwa p - value approach is defined as the smallest value signification level (alpha) at which the stated null hypotesis is rejected. Jadi, p - value didefinisikan sebagai nilai terkecil pada taraf (dari) alpha (misal: 5 persen atau 10 persen) yang menyatakan bahwa hipotesis nol tertolak (cukup bukti untuk menolak hipotesis nol).

statistic
Letak p - value dalam distribusi sampling
Karena nilai dari p - value merupakan nilai terkecil dari alpha, maka ada kebolehjadian nilai p - value ini sama dengan nilai alpha itu sendiri. Meskipun, pada saat nilai p - value  sama dengan nilai alpha, maka sudah masuk pada kesimpulan tidak cukup bukti untuk menolak hipotesis nol (hipotesis nol diterima).

Lebih jauh, Krisnahaiah dan Shahabudeen menyatakan bahwa p - value adalah daerah (luasan) di samping kiri dan kanan dari sebaran distribusi sampling yang dibatasi oleh nilai statistik uji, dalam hal ini adalah nilai observasi dari statistik sampel (contoh).(*)