Jumat, 19 Januari 2018

Inilah Tips dan Trick untuk Kalian Yang Pengin Lolos USM STIS Tahap III (Tes Psikologi)

USM STIS Tahap III, Tes Psikologi, dokpri.
Setelah tes tahap II teman-teman dinyatakan lolos, dalam USM STIS (bagi kalian yang belum tahu banyak tentang STIS, teman-teman bisa klik di sini) kalian bakal menghadapi tes tahap III yaitu tes Psikologi. Dalam tes tahap III ini, teman-teman kurang-lebih akan mendapatkan 8 jenis tes, yaitu:

1. Draw A Man (DAM) atau tes menggambar manusia

Dalam tes menggambar manusia ini, teman-teman diberi selembar kertas, ukurannya sekitar A4 atau F4 kosong. Kemudian, teman-teman ditugaskan untuk menggambar seorang manusia dengan menggunakan pensil.

Nah, dalam tes ini, tips dan triknya cukup mudah. Pertama, gambarlah seorang manusia yang berjenis kelamin sesuai dengan jenis kelamin kalian. Kedua, gambarnya harus selengkap mungkin, mulai anggota tubuh termasuk pakaian yang dikenakan dan aksesoris (seperlunya). Ketiga, jangan sampai menggambar sketsa manusia atau kartun sebab itu menunjukkan sifat kalian yang masih labil dan kekanak-kanakan. Keempat, tentukan jenis profesi manusia yang kalian gambar. Saran saya sih, sesuaikan dengan ke mana kalian mendaftarkan PTK, kalau ke STIS ya profesinya visioner sedikit misalnya pegawai BPS atau mahasiswa STIS.

Kelima, tentukan gaya dan posisi objek gambar kalian. Kalau bisa gambarnya di tengah atau rada ke bawah juga boleh. Masing-masing mempunyai penilaian sendiri-sendiri, asalkan jangan sampai gambarnya terpotong saja akibat kalian terlalu menepi kertas. Keenam, perhatikan garis gambar, kalau bisa jangan terputus-putus, kotor atau terdapat garis yang terlalu tebal akibat kalian timpa kian banyak. Jangan pula garis gambar terlalu tipis sebab bermakna kurang tegas dalam mengambil sikap atau ragu-ragu dalam mengambil keputusan.

Dan yang terakhir, kalian menggambarnya bebas saja. Dalam tes DAM ini sebenarnya tidak ada panduan khusus menuju nilai sempurna, ukurannya relatif, sebaiknya sih menjadi diri sendiri. Usahakan tidak terlalu terpaku oleh contoh-contoh gambar di media daring, blog, website atau buku tes yang ada sebab itu artinya, kreativitas kalian terbatasi oleh hal itu. Berikut contoh gambar karya Kak Vivy (peserta USM STIS yang lolos sampai tahap IV):

Psikotes USM Polstat STIS 2019 2020 2021 2022 2023
Contoh DAM yang lolos Psikotes USM STIS, karya: Vivy

2. Draw A Tree (DAT) Menggambar Sebuah Pohon

Tes selain DAM adalah DAT, menggambar sebuah pohon. Nah, dalam menggambar sebuah pohon untuk tes, kalian perlu tahu beberapa hal penting.

Pertama, gambarlah pohon dikotil, masih ingat kan ciri-cirinya? Semoga kalian ingat. Kalau tak ingat bisa kalian baca lagi buku biologinya bab Kingdom Plantae. Kedua, gambarlah bagian pohon secara lengkap, dari akar hingga ranting dan tangkai daun. Ini menunjukkan bahwa jikalau kalian bekerja, itu sangat detail dan perfectionist. Ketiga, cabang dan ranting sebaiknya sedang-sedang saja. Tak terlalu banyak atau sedikit. Cabang dan ranting ini menunjukkan kreativitas dan kemampuan teman-teman dalam upaya menghadapi sebuah masalah atau berusaha mendapatkan hasil. Keempat, jangan lupa gambarlah buah dari pohon itu sebab upaya kalian memberikan hasil yang bermanfaat.

Apakah akar sebaiknya tidak terlihat alias terpendam dalam tanah?

Secara baku, tidak ada aturannya. Yang jelas, berkreasilah sesuai kehendak hati. Asalkan akarnya proporsional dengan ukuran batang, sebab akar menunjukkan sebuah pendirian dan kekuatan perencanaan kalian menghadapi masa depan.

Kelima, berilah judul apa nama pohon yang kalian gambar. Ingat, sama halnya ketika DAM, jangan menggambar sketsa atau pohon nampak seperti kartun. Usahakan pohon yang nampak sebagaimana pohon. Kalau bisa, ruas-ruas daun pun terlihat.

Keenam, kalau bisa daunnya rimbun sebab tanpa daun, pohon bakal kekurangan makanan. Tak mungkinlah pohon sepanjang hidupnya mengandalkan fotosintesis melalui lentisel di batang melulu. Pastinya butuh daun karena ada stomata dan jaringan palisade.

Ketujuh, garis gambar tegas, tidak tumpang tindih. Apalagi garis buah seolah-olah terpotong oleh garis daun atau tangkai. Bedakan antara garis buah dan daun pohon.

Berikut contoh DAT yang lolos Psikotes USM STIS:
Psikotes USM Polstat STIS 2019 2020 2021 2022
Contoh DAT yang lolos Psikotes USM STIS, karya: Vivy


3. Tes Wartegg

Pada tes ini, kalian akan diberi selembar kertas yang berisi beberapa kotak. Di mana dalam setiap kotak terdapat coretan objek atau karakter yang belum jelas bentuk akhir dan tak bermakna. Tugas kalian adalah meneruskan coretan itu agar terbantuk sebuah objek utuh di setiap kotaknya sehingga bermakna tertentu (jelas, red). Untuk itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pertama, karena pengerjaannya terserah kalian, maka kerjakan secara acak saja, dimulai dari kotak yang mana saja. Kedua, gambarlah objek seunik mungkin, jangan terpaku pada contoh-contoh yang telah ada sebab itu menunjukkan kalian menemukan jati diri kalian sendiri. Kalian punya kreativitas dan tidak mudah terpengaruh dengan hasil cipta orang lain. Ketiga, gambarlah dengan garis lukis yang jelas dan tegas. Tidak tumpang tindih. Keempat, berilah judul di setiap kotak yang berhasil terbentuk objek dan sertakan nomor gambar sesuai urutan kotak mana yang kalian pilih. Kelima, jangan sampai ada garis lukia yang keluar dari kotak. Keenam, jagalah kebersihan saat menggambar. Jangan pula terlalu banyak hapusan garis. Ketujuh, pastikan gambar yang terbentuk memiliki makna tertentu yang bisa dipahami oleh panitia seleksi. Bermakna dalam arti gambar yang dihasilkan menunjukkan suatu kondisi tertentu, misalkan aktivitas sehari-hari, bentuk benda atau lainnya. Berikut bentuk tes Wartegg yang biasa diujikan dalam USM STIS:

4. Tes Koran

Tes koran merupakan salah satu tes yang baru dimasukkan dalam USM STIS tahap III. Sebelumnya, tes koran masih belum masuk sebagai tes tahap III. Dalam tes ini, teman-teman bakal menerima selembar kertas yang berisi himpunan angka-angka yang tersusun secara membaris dan mengolom.

Tugas kalian adalah menentukan digit satuan untuk setiap operasi penjumlahan angka-angka tersedekat secara runtun. Operasi penjumlahan bisa dari atas ke bawah (kolom), atau sebaliknya dari bawah ke atas. Tergantung bagaimana instruksi dari penguji. Agar tidak mengawang-awang, berikut saya tampilkan lembar tes koran.

Bentuk Tes Koran, sumber gambar: ezhpe.wordpress.com

Bagaimana cara kerjanya? Ya, kita misalkan instruksinya dari atas ke bawah saja. Jadi, kita tambahkan angka pada baris 1 kolom 1 dengan baris 2 kolom 1, yaitu:
Cara Mengerjakan Tes Koran, dokpri.
Demikian seterusnya. Yang dinilai dalam tes koran adalah ketahanan teman-teman untuk mengerjakan sebuah pekerjaan dalam hal ini hanya soal menambah bilangan. Sarannya, semestinya semakin menuju operasi hitung tambah ke kanan, kalian harus mampu menunjukkan peningkatan jumlah operasi penambahan yang telah kalian selesaikan. Minimalnya, kalian konstan. Kecepatan teman-teman dalam tes ini sangat diadu. Pun, pekerjaan dilakukan secepat mungkin dan tepat tentunya.

Jadi, mulai sekarang, pastikan kalian belajar hitung cepat soal penambahan atau pengurangan. Mudah sih tes koran ini, tetapi tanpa persiapan itu, kalian bakal blank dan kalah cepat. Sebab, selain tingkat kesulitan dari tes ini, kalian juga dikejar oleh waktu. So, belajarlah hitung cepat agar berhasil menyelesaikan tes koran ini dengan baik dan lancar.

5. Tes Edward Personal Preference Schedule (EPPS)

Tes EPPS ini merupakan tes hasil ciptaan Edward berdasarkan teori H. A. Murray soal kebutuhan. Tea inilah yang biasanya diujikan di waktu akhir dari tes Psikologi. Karena, dalam tes EPPS, teman-teman akan diberikan semacam soal pilihan (tidak ada jawaban yang benar atau salah), yang jelas ini adalah soal preferensi alias pilihan-pilihan. Kalau tak salah, jumlah soal tes EPPS ini sekitar 225 nomor dengan pilihan A, B, C dan D. Tugas kalian hanyalah memilih saja opsinya sesuai dengan diri pilihan diri kalian sendiri.

Namun, ada kunci sakti untuk bisa berhasil dalam tes ini. Yaitu konsistensi, mengingat tes ini menguji gambaran kepribadian kalian relatif objektif. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah waktu. Karena pastinya diberikan waktu oleh panitia seleksi USM STIS, maka kalian juga harus dengan cepat menjawab seluruh pertanyaan. Jangan sampai ada soal yang terlewat. Jumlah soal yang sangat banyak perlu perhatian khusus teman-teman, amati betul bahwa tidak ada opsi jawaban yang keliru tak sesuai dengan nomor soal sebenarnya.

Jawablah semua soal dan di akhir, pastikan tidak ada soal yang sama (mirip, red), namun kalian malah punya jawaban yang berbeda. Berarti kalian inkonsisten.

6. 20 Deskripsi Diri

Dalam USM STIS tahap III ini, selain 5 jenis tes tersebut, ada pula tes deskripsi diri. Biasanya ada 20 nomor yang mana kalian disuruh memilih satu di antara empat pilihan yang paling menggambarkan kepribadian kalian.

Misalnya, ada empat pilihan dan kalian memilih: Saya paling suka belajar saat sedang sendirian dan sebagainya.

7. Tes Ketelitian

Sebagai mahasiswa STIS, kelak kalian akan dipersiapkan menjadi pegawai BPS yang dalam semua kegiatannya, memerlukan ketelitian dan keterhati-hatian. Oleh karena itu, dalam USM STIS tahap III tingkat ketelitian kalian bakal diuji. Untuk itu kalian bisa berlatih membedakan dua hal yang mirip tetapi aslinya berbeda dari sekarang. Sebagai contohnya:

Ttbbaxyiiknm  dan Ttbdaxyiikm (Sama/Beda) jawaban: Beda

XYiBhrrUkysggrtshi dan XYiBhrrUkvsggrtshi (Sama/Beda) jawaban: Beda

2765335627117iwyFty dan 276533s627117wyFty (Sama/Beda) jawaban: Beda

Ygshsthsgshsiiisheyhsga dan Ygshsthsgshsiiisheyhsga (Sama/Beda) jawaban: Sama

Tak hanya dalam bentuk kombinasi angka dan huruf, bentuk lainnya bisa jadi gambar mana yang paling berbeda dengan lainnya.

8. Studi Kasus

Dalam tes studi kasus, kalian akan diberikan sebuah alur kejadian tertentu. Di dalamnya terdapat banyak petunjuk (clue) yang harus kalian hubungkan untuk memecahkan atau menyimpulkan sebuah kasus. Ya, seperti belajar menjadi detektif atau seorang intelijen begitu kira-kira.

Misalnya, ada sebuah gambar orang yang meninggal di toilet sebuah warung. Di dalam warung terdapat enam orang masing-masing mempunyai clue dan membawa barang bukti tertentu. Kalian disuruh menyimpulkan dengan analisis, kira-kira siapa yang membunuh orang di toilet warung itu?

Biar tidak mengawang-awang, berikut salah satu contoh studi kasus.

Contoh 1:

Salah satu bentuk studi kasus, sumber: google

Contoh 2:
Ditemukan korban yang berinisial “X” seorang karyawan perusahaan Jam terkenal keracunan sebuah makanan yang dia makan pada saat makan siang. Diketahui korban keracunan asam sianida (HCN). Menurut teman karyawan, beliau sedang ulang tahun. Lalu detektif conan mendapat info kalau 5 dari salah seseorang memberikan sebuah hadiah berupa makanan. 5 orang itu adalah :

1.  Si “A” (teman karyawan korban kewarganegaraan Inggris ) : aku tidak menyangka kalau dia meninggal. Padahal hari ini adalah ulang tahunya.

2. Si “B” (teman karyawan korban kewarganegaraan Perancis) : Jujur saya tidak tahu kalau nasibya akan begini.

3. Si “C” (seorang lulusan ahli kimia teman korban kewarganegaraan Yunani) : saya memang mengirimkan hadiah makanan kepada korban tapi saya tidak berniat membunuhnya.

4. Si “D” (seorang pianist teman korban kewarganegaraan Lituavi) : saya juga mengirimkan hadiah kepada korban. Beliau adalah mantan saya. Saya ingin memberikan kejutan kepada korban. Tetapi saya tidak berniat membunuhnya

5. Si “E” (teman korban yang ahli bahasa kewarganegaraan Rumania) : Saya sama sekali tidak berniat membunuh korban.

Lalu detektif conan menemukan DM si korban yang berisi 0445,0250,0445,0250 dan akhirnya dia detektif conan menemukan pelakunya.

Siapakah pelakunya dan sertakan analisisnya J?
Contoh 3:
Kasus pembunuhan di tempat latihan panahan terjadi sekitar pukul 10.30. Fro, seorang atlit wanita tewas dengan luka tusukan anak panah di perutnya.

Fro suka puisi dan saat itu Fro sedang menulis puisi di ruang istirahat. Beberapa orang yang sempat bertemu dengannya di sana: Mutiar Maan, teman Fro, datang pukul 09:50, Mutiar tertarik dengan puisi berjudul "Waktu Tersenyum" yang ada di buku puisi Fro. Dia ingin pinjam, tapi Fro tidak meminjamkannya.
Luna Wulan, atlit panahan, datang pukul 09:57, sering iri karena Fro selalu menjadi juara. Luna kalah jauh darinya. Sasaran anak panahnya sering meleset dan Fro suka mengejeknya.
Payy, penjaga tempat latihan, datang pukul 10:10. Pernah menyatakan cinta kepada Fro, tapi ditolak.
Xerra Lantia, pelatih panahan, datang pukul 10:16, (suka disapa Bu Lan) galak pada setiap atlit yang tidak disiplin. Dia menegur Fro karena tadi terlambat datang.
Ostinus Dardo, mantan kekasih Fro dan juga seorang atlit, datang pukul 10:20. Mereka cekcok di ruang istirahat. Ini pertengkaran yang kelima dan akhirnya mereka putus.
Salah satu dari mereka kembali lagi menemui Fro yang sedang sendiri. Dia dicurigai sebagai pelaku pembunuhan. Sebelum tewas, Fro sempat menulis pesan di secarik kertas "hal v oleh bulan terlewati panah". Pada halaman v di buku terdapat puisi berjudul waktu tersenyum.

Siapa pelakunya? Sertai alasannya?

Contoh 3:
Seorang detektif dimintai tolong seorang pengusaha untuk menyelidiki kasus pencurian uang. Pengusaha itu bernama Pak Sukamto

Pak Sukamto berkata "Uang itu ada dalam sebuah amplop, tapi sekarang amplop itu isinya kosong. Pasti ada yang mencurinya!"

Detektif mencurigai ini pasti perbuatan orang dalam. Lalu menanyai penghuni rumah mewah itu satu persatu.

Pertama adalah si sopir, namanya Burhan.

"Saya memang yang pertama membawa amplop itu, dan saya tahu itu isinya uang namun amplop itu langsung saya taruh di atas meja di ruangan pribadi Pak Sukamto" kata Burhan.

Kedua si tukang bersih-bersih, namanya Tommy.

"Saya memang melihat amplop diatas meja, saya tidak tahu isinya tapi saya merasa amplop itu sangat penting. Karena itu saya lalu menyelipkannya di sebuah buku antara halaman 185 & 186" ujar Tommy.

Ketiga si sekretaris pribadinya, Yolanda

"Hawa rumah sangat dingin, karena itu saya ingin menyalakan pemanas di ruang pribadi Pak Sukamto. Tapi saya melihat amplop itu sudah jatuh di bawah meja. Saya penasaran, karena itu saya buka, tapi ternyata isinya kosong" celotehnya.

Detektif tersebut benar - benar bingung. Semua tersangka memiliki alibi, tapi semua tersangka juga ada kemungkinan mencuri.

Siapakah diantara keempat orang itu yang mencuri? Sertakan alasannya.

Begitu teman-teman kira-kira gambaran sekaligus tips and trick menghadapi tes tahap III USM STIS Psikologi. Semoga bermanfaat bagi kalian dan lolos USM STIS 2018.

1 comments :

Makasih kakk:))