Minggu, 12 November 2017

Hari Kesehatan Nasional: IKK Indonesia Ternyata Mengalami Kenaikan, Ini Penjelasannya

Hari Kesehatan Nasional ke-53, sumber foto: dokpri
Hari Kesehatan Nasional atau HKN merupakan salah satu hari penting nasional yang diselenggaran setiap 12 November. Dalam momentum HKN 2017 kali ini, pemerintah mengambil tema "Keluarga Sehat, Indonesia Kuat."

Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Kesehatan juga tak hanya ditinjau dari segi fisiknya saja, tapi juga secara rohani juga sehat. Perekonomian nasional akan bangkit apabila aspek kesehatan Sumber Daya Manusianya terjamin.

Bagaimana mungkin nilai tambah suatu barang atau jasa dapat meningkat tanpa dibarengi dengan tenaga kerja yang sehat? Inilah yang menjadi alasan mengapa perekonomian itu erat kaitannya dengan kesehatan.

Seiring dengan bertambahnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan, permintaan pelayanan kesehatan pun kian meningkat. Apalagi, pemerintah juga menggenjot penyediaan infrastruktur dan tenaga kesehatan, tingkat kesehatan secara nasional terus membaik. Buktinya? Angka Harapan Hidup (AHH) Nasional mengalami peningkatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa AHH tahun 2014 saja sudah mencapai 72 tahun. Artinya, usia maksimal yang dapat dicapai oleh masyarakat Indonesia rata-rata 72 tahun. Pastinya, aspek kesehatan juga mengambil peran dalam peningkatan AHH tersebut.

Walaupun demikian, Indonesia ini masih mempunyai tugas untuk terus memperbaiki bidang kesehatannya. Indeks Kepedulian Kesehatan (IKK) yang dilansir situs numbeo.com menyebutkan bahwa IKK Indonesia pada pertengahan 2017 adalah sebesar 68,16. Peningkatan IKK tersebut menjadikan posisi Indonesia menduduki peringkat ke-30 dunia. Sedangkan pada pertengahan 2016, peringkat IKK Indonesia masih menempati posisi ke-42 dunia.
Indeks Kepedulian Kesehatan Indonesia pertengahan 2017, sumber: numbeo.com
Di tingkat Asia, IKK Indonesia juga terlihat adanya peningkatan. Pertengahan tahun 2016, IKK Indonesia menempati posisi ke-15 dengan besar 65,43 poin. Sedangkan pertengahan tahun 2017 meningkat menjadi 68,16 sekaligus masuk dalam 10 besar negara Asia dengan IKK tertinggi. Walaupun masih di bawah Singapura dan Thailand, IKK Indonesia tetap menunjukkan ekspektasi positif di tahun-tahun berikutnya.
IKK Indonesia pertengahan 2016, sumber: numbeo.com
Meskipun kondisi IKK Indonesia yang mencapai gemilangnya di tahun ini, permasalahan pun tetap ada. Menteri kesehatan menyerbutkan bahwa Pekerjaan Rumah pemerintah di bidang kesehatan kali ini bukanlah soal jumlah tenaga kesehatan dan infrastruktur, melainkan tingkat penyebaran tenaga kesehatan di seluruh penjuru Indonesia. Selama ini yang jelas terlihat adalah pembeludakan jumlah tenaga kesehatan baik negeri atau swasta terkonsentrasi di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, utamanya daerah perkotaan.

Sementara itu, tenaga kesehatan masih sangat kurang, khususnya daerah terluar, terdepan, pedalaman dan perbatasan. Inilah perlunya kebijakan pemerintah terkait kewajiban bagi setiap tenaga kesehatan untuk bersedia ditempatkan di mana saja.(*)