Rabu, 01 November 2017

BPS: Inflasi Oktober 2017 Sebesar 0,01 Persen, Ternyata Beberapa Penyebabnya Adalah Ini

Inflasi Oktober 2017 sebesar 0,01 persen
Inflasi merupakan salah satu indikator makroekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi Indonesia pada bulan Oktober 2017 adalah sebesar 0,01 persen. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau masih menjadi sumber terbesar dalam menyumbang besarnya inflasi Oktober dengan peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,28 persen.

Untuk komoditas perumahan, listrik, air dan gas serta bahan bakar relatif sama dengan sandang dalam menyumbang besarnya inflasi dengan kenaikan IHK sebesar 0,18 persen. Sedangkan untuk kelompok kesehatan menyumbang besar inflasi dengan peningkatan pada IHK sebesar 0,21 persen. Sedikit lebih besar ketimbang listrik, air dan bahan bakar serta sandang. Terakhir adalah komoditas pendidikan, rekreasi dan olah raga menyumbang besarnya inflasi Oktober 2017 lumayan besar, yakni sebesar 0,16 persen.

Selain beberapa komoditas yang menyumbang adanya inflasi, beberapa di antaranya justru mengalami penurunan IHK. Seperti kelompok bahan makanan, ia mengalami penurunan indeks sebesar 0,45 persen. Sementara kelompok transportasi, komunikasi, dan jas keuangan menurun sebesar 0,13 persen.

Secara keseluruhan, BPS menyatakan bahwa akumulasi inflasi Januari hingga Oktober 2017 adalah sebesar 2,67. Ini memberikan peluang besar bahwa inflasi tahun 2017 masih berada di dalam range inflasi yang ditentukan oleh Bank Indonesia yang diperkirakan sebesar 4,36 persen. Pun, inflasi pada bulan Oktober juga masih dalam ambang batas perkiraan BI, yaitu sebesar 0,09 persen. Ini mengartikan bahwa kontrol harga-harga komoditas yang "berputar" di Indonesia relatif aman dan stabil. Meski demikian, ancaman ke depan bakal terjadinya inflasi begitu besar, misalnya saja dampak fenomena lesunya sektor ritel sehingga mengakibatkan beberapa gerai Mall Matahari disusul oleh Lotus beberapa waktu lalu serta rencana pemerintah menaikkan cukai rokok tahun depan sekitar 10 persen.