Sabtu, 21 Oktober 2017

Uji t Signifikan Semua, Uji F Tak Signifikan, Inilah Alasan Mengapa Itu Terjadi

Pemilihan model terbaik di dalam statistika biasanya dilakukan dengan uji signifikansi. Uji signifikansi yang dimaksud dalam hal ini adalah mengukur seberapa signifikan variabel bebas memberikan pengaruh terhadap variabel terikatnya. Du jenis uji yang biasa digunakan adalah uji parsial dan uji simultan.

Dalam uji parsial, statistik hitung yang kita gunakan mengikuti distribusi t-students sehingga untuk melihat apakah variabel bebas memberikan pengaruh terhadap variabel terikat signifikan atau tidak, itu berdasarkan tabel nilai t.

Sebaliknya, apabila pengin melihat seberapa signifikan pengaruh keseluruhan variabel bebas terhadap variabel terikat adalah dengan uji-F.

Tapi, ternyata dalam pemodelan seringkali kita temukan kasus uji parsialnya setiap variabel signifikan, namun secara simultan malah tidak signifikan. Keanehan seperti ini kemungkinan terjadi akibat gangguan multikolinier antar variabel bebas dalam model. Kemungkinan lainnya adalah terjadinya kesalahan konfigurasi model sehingga meski secara individual, semua variabel bebas berpengaruh signifikan, namun secara simultan justru tidak menggambarkan variabel terikat dalam model, misalnya terdapat variabel bebas lain yang menjadi faktor kunci dari model, namun tidak terdapat dalam model.

Sebagai ilustrasi, misalkan kita akan menggambarkan seekor gajah. Secara parsial, memang seekor gajah dapat kita gambarkan dengan bagian tubuhnya, misalnya ekor, badan besar dan telinga. Memang bagian tubuh itu menjadi salah satu bagian dari seekor gajah dan pastinya menjadi bagian tubuh yang signifikan alias harus ada baik per bagian maupun seluruhnya. Kendati demikian, ada bagian tubuh gajah yang justru lebih menggambarkan seekor gajah secara signifikan, yaitu belalai dan gading.

Dari ilustrasi inilah mengapa meskipun secara parsial semua uji menunjukkan kesignifikansian, namun justru secara simultan tidak signifikan. Pemilihan variabel bebas yang tepat dan benar-benar memiliki pengaruh terhadap variabel terikat begitu besar perannya. Kesalahan konfigurasi, adanya multikolinier antar variabel bebas dan kekurangtepatan pemilihan variabel bebas akan menyebabkan uji simultan tak sinkron dengan uji parsial.