Kamis, 14 September 2017

Sekilas Tentang Metode Penarikan Sampel

Ngobrol sampling, sumber foto: dokpri.

Sebenarnya obrolan metode penarikan sampel belum saatnya saya tuliskan. Tapi, berhubung ada permintaan dari pembaca agar saya bisa ngobrol soal itu, ya mau tak mau harus saya tuliskan supaya ke depan kita hanya melengkapi saja.

Ngobrol soal metode penarikan sampel sebenarnya saya ulas relatif lengkap dalam buku berjudul Kompas Teknik Pengambilan Sampel(2014), tapi kali ini saya akan mengulas dari sisi yang lain. Sisi yang lain itu adalah pengambilan sampel berdasarkan sifat jumlah populasi targetnya dan jenis karakteristik atau variabelnya.

Metode penarikan sampel yang pertama dan paling sederhana kita kenal dengan sebutan SRS. SRS adalah singkatan sari Simple Random Sample atau Sampel Acak Sederhana. Dalam penggunaannya, jika dikaitkan dengan sifat jumlah populasinya dapat kita bagi dalam dua kategori, yaitu SRS dengan populasi terbatas (finite) dan SRS dengan populasi tak terbatas (infinite). SRS finite contohnya jika kita akan mengamati soal berapa sih rata-rata usia menikah 150 penduduk Desa Kalipucang? Atau mengamati berapa sih rata-rata pendapatan 200 petani di Desa Kayu Kebeg?. Jadi, finite di sini ada batasan jumlahnya dan karena SRS, maka populasi yang pengin kita ambil sampelnya tak perlu kita golongkan atau kita beri treatment, sifat populasi ketika menggunakan SRS adalah random dan apa adanya (alami).

Setelah memahami populasinya finite dan infinite, selanjutnya kita perlu mengerti konsep variabel diskrit dan kontinu. Lebih lengkap dapat kita temukan dalam buku berjudul Pengantar Statistika Dasar (2017). Mudahnya, variabel diskrit itu adalah variabel numerik yang nilainya merupakan bilangan bulat, tidak pecahan atau bukan bilangan desimal.

Dari contoh sebelumnya, kita akan mengamati usia nikah dan pendapatan, lantas, apakah usia menikah dan pendapatan merupakan variabel diskrit?. Bukan. Usia dan pendapatan adalah variabel kontinu, karena usia seseorang bisa dinyatakan dalam bentuk desimal, misalnya seseorang menikah pada usia 25,3 tahun, pendapatan seseorang bisa jadi Rp. 1,2 juta.

Bagaimana contohnya SRS yang menggunakan variabel diskrit?. Nah, misalkan kita akan mengamati rata-rata jumlah anggota rumah tangga 5 desa Kabupaten Jombang, Jawa Timur. 5 desa adalah populasi finite, sedangkan anggota rumah tangga dinyatakan dalam satuan jiwa atau orang, jadi tidak relevan bila jumlah penduduk dinyatakan dalam desimal, misal rata-rata jumlah anggota rumah tangga adalah 4,5 orang. Kondisi ini dikatakan SRS dengan populasi finite dan variabel diskrit. Bagaimana contohnya untuk yang populasi infinite dan diskrit? Misalnya, kita mengamati rata-rata jumlah ikan Cakalang di laut. Jumlah populasinya kita tak bisa numerikkan secara pasti meski secara jumlah dapat ditulis sebagai bilangan bulat, tidak mungkin jumlah ikan 2,7 ekor.

Pengertian dari finite, infinite, diskrit dan kontinu telah kita pahami. Sekarang kita akan membedah soal metode penarikan sampel kedua, yaitu Stratified Random Sample. Stratified ini adalah metode pengambilan sampel yang diawali dengan pengelompokan populasi berdasarkan karakteristik yang sama terlebih dahulu. Istilah lainnya penstrataan populasi. Setelah populasi distratakan atau dikelas-kelaskan, masing-masing kita ambil sampel secara acak. Acak dalam artian setiap elemen dalam populasi mempunyai peluang yang sama terambil sebagai sampel.

Layaknya kue lapis, populasinya kita golongkan untuk masing-masing warna. Lalu kita tentukan ukuran sampelnya, bisa dengan alokasi sama, alokasi proporsional atau secara sepihak atau purposive.

Contoh penggunaan stratified random sample untuk populasi finite dengan variabel diskrit adalah kita mengamati rata-rata jumlah anggota rumah tangga desa Gerbo menurut profesi kepala rumah tangganya. Nah, yang bisa dijadikan dasar penstrataan dalam contoh ini adalah profesi, apakah guru, petani, nelayan, dan sebagainya.

Sedangkan contoh penggunaan stratified random sample untuk populasi finite dengan variabel kontinu misalkan kita mengamati rata-rata luas lahan 50 rumah tangga desa Wonosari berdasarkan profesi kepala rumah tangganya. Luas lahan adalah variabel kontinu, jumlah populasinya finite dan dasar penstrataannya adalah profesi.

Yang terakhir adalah Cluster Random Sample. Cluster merupakan metode penarikan sampel yang dapat kita gunakan dalam kondisi tidak tersedianya kerangka sampel. Dalam cluster, kita mempunyai asumsi dasar bahwa karakteristik dalam cluster bersifat heterogen, sedangkan antar cluster bersifat homogen. Berbeda dengan stratified yang di dalamnya bersifat homogen dan antar strata memiliki karakteristik yang heterogen.

Contoh penggunaan cluster random sample untuk populasi finite dan variabel diskrit adalah ketika kita pengin mengamati tentang rata-rata jumlah kelahiran wanita usia subur antara Kawasan Indonesia Timur (KTI) dan Kawasan Indonesia Barat (KIB). Populasinya terbatas hanya di Indonesia, kemudian jumlah kelahiran bersifat diskrit dan dasar pengklasterannya adalah kawasan Indonesia, bagian timur dan barat.(*)