Kamis, 28 September 2017

Menulis Skripsi (Bagian 2)

Menulis skripsi bagian 2, dokpri.
Kita kemarin telah ngobrol bagian latar belakang pembuat skripsi (ulasannya dapat dibaca di sini ya...). Kita lanjutkan obrolan pada bagian berikutnya, yaitu rumusan masalah dan batasan masalah. Skripsi ada karena adanya masalah. Masalah menjadi satu elemen perlu atau tidaknya dilakukan penelitian yang menjadi bahan uraian skripsi. Kalau bisa dibilang, masalah adalah titik lanjut setelah pengamatan terhadap fenomena pada bagian latar belakang.

Bagaimana caranya membuat uraian rumusan masalah yang baik dan benar? Masalah penelitian mengacu pada apa yang menjadi tujuan kita melakukan penelitian skripsi. Apabila masalah tidak jelas dan multitafsir, maka analisis di dalam skripsi bisa jadi luput dari harapan. Malah, ada pula kondisi di mana rumusan masalah tidak relevan dengan latar belakang serta analisisnya. Dalam proses skripsi, kita dituntut untuk menyelesaikan masalah tanpa masalah. Dengan demikian, jangan sampai karena perumusan masalah yang tidak jelas, justru menimbulkan banyak masalah baru di dalam skripsi.

Rumusan masalah dalam skripsi secara umum adalah masalah yang berlandaskan latar belakang dan mengerucut atau fokus pada tujuan penelitian yang akan kita obrolkan pada bagian selanjutnya. Rumusan masalah timbul dari beberapa premis yang tertuang di latar belakang sedemikian rupa sehingga jelas dan tak menimbulkan banyak tafsiran. Salah satu strategi merumuskan masalah skripsi yang baik adalah dengan teknik jaring-jaring sehingga permasalahan telah mencakup semua aspek latar belakang.

Agar rumusan masalah tidak bersifat umum dan bias tafsir oleh pembaca, langkah selanjutnya adalah dengan memberikan batasan terhadap masalah. Batasan masalah dapat berupa tempat, waktu atau ukuran tertentu. Ini perlu mengingat permasalahan hanya berlaku pada tempat tertentu saja, atau di waktu dan dalam ukuran tertentu saja. Setiap wilayah, apalagi di Indonesia, wilayah dan karakteristiknya pun begitu beragam dan sudah barang tentu, relevansi sebuah masalah antara satu tempat dan tempat lainnya bisa jadi berbeda, waktu dan ukurannya pun juga bisa berbeda. Oleh karena itu, batasan masalah diperlukan agar masalah tergambar dengan jelas dan ruangnya juga jelas.