Rabu, 27 September 2017

Menulis Skripsi (Bagian 1)

Kerjakan skripsi sambil santai, dokpri.
Dalam kesempatan kali ini, kita tak hanya mengobrol soal statistik murni, ekonomi atau hal lain terkait isu yang terus berkembang di sekitar kita. Kini kita sejenak out of the box, yaitu mengobrol tentang bagaimana sih caranya menyusun skripsi yang baik dan benar?

Skripsi merupakan sebuah karya ilmiah baik didasarkan pada hasil penelitian empiris maupun dengan dasar studi literatur untuk dipulikasikan secara ilmiah serta dapat dipertanggungjawabkan melalui forum sidang dan diskusi. Skripsi merupakan karya tulis yang menjadi tradisi pada jenjang perguruan tinggi di Indonesia. Skripsi menjadi bahan baku apakah seseorang telah memenuhi syarat layak untuk menyandang gelar atau titel tertentu pada bidang tertentu perguruan tinggi.

Sebagai sebuah karya yang bersifat ilmiah, skripsi tentunya memerlukan dasar-dasar kuat dalam proses penulisannya. Beberapa kalangan justru salah dalam mengawali penulisan skripsi ini. Kesalahan umum yang dilakukan lebih pada latar belakang sebelum penentuan judul skripsi itu sendiri.

Latar belakang masalah, merupakan titik pangkal berjalan atau tidaknya penulisan skripsi sebagai karya tulis ilmiah. Kejadian nyata yang sempat penulis temui dari para penulis skripsi untuk bagian latar belakang ini adalah kekurangsiapan mereka dalam mempersiapkan beberapa sumber literasi yang melandasi alasan mereka mengambil topik dan judul skripsi.

Dosen pembimbing begitu jeli dalam mengamati seberapa siap anak bimbingan skripsinya terutama kekuatan latar belakang masalah. Kejadian yang penulis saksikan adalah mahasiswa bimbingan merasa kesal akibat judul skripsinya tiba-tiba ditolak dan susah diacc oleh dosen pembimbing. Alasannya pun katanya diketahui. Namun setelah penulis usut, yang bersangkutan memang belum mempersiapkan berbagai literatur yang menguatkan dirinya, yang mendorong dirinya untuk "perlu" dan "penting" melakukan penelitian skripsi dengan judul yang ia bawakan.

Latar belakang masalah sebelum menentukan judul skripsi merupakan inti dari proses skripsi. Sebab, jikalau latar belakangnya saja tak kuat, maka penelitian skripsinya pun dapat dianggap kurang "perlu" bahkan tidak penting sama sekali. Latar belakang masalah yang lemah menunjukkan bahwa seorang penulis skripsi tidak memiliki kesiapan dalam memperkuat argumennya secara ilmiah.

Perlu kita ingat bahwa skripsi itu baru pada level bagaimana kita membuktikan kebenaran teori yang telah ada. Bukan membuat sebuah teori baru. Dengan berdasarkan pada penelitian terdahulu yang telah ada dan menghasilkan hipotesis-hipotesis baru, melalui skripsi kita berusaha membuktikan dengan data empiris atau studi tertentu apakah data mendukung hipotesis sebelumnya, atau justru berlawanan dengan hipotesis umum sebelumnya.

Latar belakang masalah sangat diperlukan pada level ini. Dengan bahan baku literatur untuk mendukung latar belakang yang banyak, tentu sebuah topik menjadi tak terbantahkan dengan mudah oleh para penguji skripsi. Selain itu, alasan mengapa kita mengangkat sebuah topik juga akan mudah dipahami oleh khalayak dan logis.

Apa saja literatur yang dapat dijadikan latar belakang?

Soal bahan literatur, di era digital dan internet tentulah tak susah. Beragam literatur dapat kita gunakan dalam menyusun bagian latar belakang masalah sebagai landasan topik skripsi kita. Beberapa jenis literatur yang dapat digunakan di antaranya adalah:

1. Hasil penelitian pada skripsi orang lain

2. Jurnal ilmiah yang berkaitan dengan topik skripsi kita

3. Artikel ilmiah populer yang relevan

4. Berita di koran atau media online, tentu dengan kita tautkan URL Link media online tersebut termasuk waktu akses

5. Paparan ilmiah atau makalah ilmiah kuliah umum dan sejenisnya.

Dari beragam bentuk literatur ilmiah tersebut kita kumpulkan terlebih dahulu dan kita perlu mengaitkan antar data dan informasi sedemikian rupa sehingga relevan dengan topik yang hendak kita angkat dalam skripsi.