Kamis, 21 September 2017

Mengenal Rancangan Percobaan (Rancob)

Rancangan percobaan, apa itu? Sumber foto: dokpri.

Istilah percobaan mungkin pernah kita dengar selama ini. Tapi, apakah kita sudah tahu apa definisi percobaan itu? Perlukah sebuah percobaan direncanakan terlebih dulu? Termasuk, apa saja macam rancangan percobaan itu?. Kali ini kita akan mulai dari sebuah pengantar dahulu.

Sebenarnya ada tiga istilah yang relatif sama dalam pemahaman kita selama ini, yaitu percobaan, observasi dan survei.

Ketiganya sering digunakan dalam statistika, meski dalam konteks pemilihan kata (diksi) ada kemungkinan ketiganya dicampuradukkan. Percobaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai usaha untuk mencoba sesuatu. Dalam konteks statistika, percobaan dipahami sebagai aktivitas atau usaha untuk menganalisis secara empiris dan praktis sebuah objek tertentu di mana kita mempunyai kendali sepenuhnya atas faktor dari objek pengamatan. Kita bebas melakukan kontrol atau tidak terhadap faktor dalam melakukan usaha untuk sampai berhasil mencoba dan menganalisis hasilnya. Singkatnya, dalam percobaan itu, objek kita ciptakan lebih dulu baru datanya kita ambil sebagai hasil (respon) perlakuan kita terhadap objek tadi.

Sedangkan observasi, sebetulnya yang paling simpel dimaknai sebagai usaha untuk cross ceck antara dua hal yang saling memiliki keterkaitan. Golnya adalah untuk mengukur seberapa teliti sebuah instrumen tertentu atau seberapa valid antara data dan kenyataan, harapan dan kenyataan, hasil pengamatan dan realita lapangan. Nampaknya sekilas konfirmasi saja, meski ada tambahannya, yaitu terukur.

Berbeda dari keduanya, survei oleh beberapa kalangan dimaknai sebagai usaha mendapatkan data atau informasi, di mana objeknya sudah ada (given object). Kenyataan inilah yang mencirikan bahwa dalam melakukan survei, secara kaku kita tak punya kendali penuh terhadap objek pengamatan sehingga ukuran keragaman dan ukuran titik data atau informasi benar-benar independen secara alami, meski dalam beberapa kondisi, pengambilan sampel dalam survei kita lakukan dengan pengelompokan dahulu.

Lantas kemudian pertanyaannya, apa yang menjadi alasan menggunakan rancangan percobaan (rancob)? Sebelum mengulas lebih jauh, rancob kita definisikan sebagai tatacara (standard operational procedure) percobaan dengan kondisi lingkungan yang dapat kita kontrol untuk kemudian datanya menjadi dasar analisis dengan metodologi tertentu terhadap data objek percobaan. Terlihat bahwa dalam percobaan, data itu ada karena kita yang menciptakannya dengan terlebih dulu kita atur objeknya.

Alasan penggunaan rancob juga sederhana saja, yaitu sebagai upaya perbaikan hasil percobaan yang lebih baik, mengurangi keragaman serta galat percobaan, mengurangi waktu pengamatan atau penelitian serta mengurangi biaya pengamatan.

Setidaknya terdapat 3 prinsip dasar yang biasa digunakan dalam merancang percobaan, yaitu:

1. Perulangan (repeating), tujuannya adalah menduga galat (eror) ragam atau varians data, mengurangi galat (eror) percobaan itu sendiri, dan, meningkatkan ketelitian (akurasi dan presisi) penelitian.

2. Pengacakan (randomization), tujuannya agar kesimpulan yang diperoleh lebih objektif karena menyangkut independensi antar unit percobaan.

3. Pengendalian (control), dalam hal ini adalah hal di luar objek percobaan, seperti lingkungan dengan tujuan untuk mengendalikan besarnya ragam atau varians.

Komponen istilah yang banyak digunakan dalam rancob setidaknya adalah 5, yaitu:

1. Perlakuan atau yang biasa disebut dengan treatment. Perlakuan ini dapat kita pandang sebagai bagaimana perlakuan kita dalam mengujicoba objek.

2. Unit percobaan, ini merupakan unit terkecil di dalam percobaan yang menjadi ruang informasi atau data diperoleh. Unit ini dapat kita pandang lebih pada dimana (where) atau media apa tempat objek diujicobakan.

3. Faktor, ini adalah variabel bebas atau peubah yang besarnya tak dapat kita kontrol, namun berdasarkan faktor inilah struktur percobaan tercipta. Faktor ini sederhananya dapat dipandang sebagai apa yang menjadi objek perlakuan dalam percobaan.

4. Taraf, yaitu jenis-jenis faktor yang diujicobakan dalam percobaan.

5. Satuan percobaan, yaitu apa yang menjadi objek perlakuan dalam percobaan.

Sebagai ilustrasi biar lebih jelas, misalkan kita akan mengamati pengaruh pemberian jenis obat(A, B, C dan D) pada tanaman Apel pada media lahan seluas 1 hektare. Bagaimana identifikasinya?

Faktornya: jenis obat tanaman apel, ada 4 jenis

Perlakuannya: pemberian obat tanaman apel menurut jenisnya

Unit percobaannya: lahan seluas 1 hektare

Satuan percobaannya: tanaman apel

Mudah bukan? Dengan demikian kita sebetulnya tidak perlu risau apabila hendak menyusun rancob pada penelitian. Cukup pahami terlebih dulu konsep dan definisinya, barulah kemudian kita terapkan dalam rancangan percobaan.