Minggu, 27 Agustus 2017

Varians dan Variasi, Apa Bedanya?



Varians dan variasi dalam statistika, sumber foto: dokpri.

Seperti halnya soal statistik dan statistika, seringkali kita terkecoh pula dalam menggunakan istilah varians dan variasi. Kedua istilah ini dari katanya saja memang mirip, ada kecenderungan besar terdapat persamaan sehingga pemaknaannya juga disamakan. Jika salah pemilihan kapan menggunakan varians dan kapan menggunakan variasi, secara bahasa mungkin boleh jadi tidak menimbulkan masalah.

Tapi berbeda bila kita 'bawah' kedua istilah tersebut pada konteksnya. Habitat varians dan variasi memang di dalam statistika, tetapi tahukah kita bahwa keduanya berbeda prinsipnya? Ini perlu kita angkat dan kita ulas bersama mengingat dalam statistika, kedua istilah ini seringkali dipakai baik di dalam perhitungan maunpun dalam menganalisis data.

Baik varians maupun variasi, di dalamnya mengandung unsur perbedaan atau penyimpangan (different). Namun, ternyata keduanya bisa dibedakan secara jelas.

Varians didefinisikan sebagai jarak di antara setiap unit atau amatan satu set data terhadap rata-ratanya.

Coba kita amati ilustrasi sederhana beberapa titik warna biru pada gambar.

Ilustrasi varians, sumber foto: dokpri 

Misalkan titik warna merah kita pandang sebagai rata-rata dari unit atau amatan data (warna biru), kita lihat terdapat garis warna ungu yang menunjukkan adanya jarak antara amatan terhadap rata-ratanya. Perbedaan jarak inilah yang kemudian dijumlahkan sehingga didapatkan sebuah ukuran yang kita sebut varians.

Sedangkan variasi secara mudahnya didefinisikan sebagai ukuran penyimpangan (selisih) antara nilai normal yang diharapkan dan nilai kenyataan (aktual) atau nilai amatan.

Simpelnya kita dapat pahami berdasarkan pada gambar.

Ilustrasi variasi, sumber foto: dokpri.

Kita pandang bahwa garis biru adalah sebuah nilai harapan yang normal kita inginkan. Kendati demikian, ternyata dalam kenyataan terdapat nilai aktual yang tidak sama persis dengan nilai harapan itu, ada nilai amatan yang terlalu di bawah (lebih rendah) misalnya titik kuning dan hijau, ada pula nilai amatan yang berada di atas (lebih tinggi) misalkan titik kuning tua. Garis merah pada ilustrasi itulah yang menunjukkan perbedaan (penyimpangan) sekaligus menunjukkan variasi dari nilai aktual terhadap nilai yang kita harapkan.