Sabtu, 12 Agustus 2017

Statistik dan Statistika, Apa Bedanya?

Statistika menuju Big Data, sumber foto: https://sites.google.com/a/pennridge.us/reese-s-math-site/home/statistics

Statistika sampai saat ini banyak dikenal sebagai salah satu ilmu yang sulit. Entah mengapa anggapan demikian bisa terjadi. Adakalanya kita itu bisa dan suka karena telah mengenal dan mempelajari. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa selain yang seperti itu, statistika tetaplah susah.

Kita mulai berbicara soal bedanya statistik dan statistika. Kok beda? Memang nampaknya sama, tetapi sebetulnya berlainan. Statistik dalam bahasa inggris ditulis dengan statistic. Sedangkan statistika dalam bahasa inggris dituliskan sebagai statistics, ada huruf 's' di akhirannya.

Kebanyakan literatur berbahasa inggris disalahpahami oleh kita. Sehingga antara statistik dan statistika tidak ada bedanya dari segi makna. Pun kemungkinan besar malah terbalik penggunaannya.

Statistik (statistic) sederhananya didefinisikan sebagai sebuah nilai yang didapatkan dari survei atau penelitian dengan menggunakan data sampel. Kegunaan dari statistik ini adalah sebagai sebuah penduga terhadap parameter populasi yang sebenarnya (true value of population). Salah satu contoh statistik adalah penduga rata-rata populasi atau mean dan penduga varians populasi.

Statistik dan Parameter, sumber foto: dokpri.

Sedangkan statistika (statistics) adalah ilmu yang di dalamnya terdapat pembahasan komprehensif mengenai bagaimana merencanakan prosedur pengambilan data, bagaimana cara mendata, cara tabulasi dan analisis data hingga cara mempublikasikan data atau diseminasi data.

Statistika lebih fokus kepada prosedur dan teknik memperoleh data. Mekanismenya bisa melalui survei atau sensus. Sedangkan statistik adalah ukuran-ukuran yang didapatkan dari kegiatan statistika. Praktisnya dapat disimak dari kasus berikut.

Nganu akan menganalisia mengenai rata-rata produksi susu sapi segar per ekor per hari di Kecamatan Tutur. Sebagai awalan, ia merencanakan sebuah survei dengan kerangka sampel peternak didapatkannya dari BPS Pasuruan hasil Pendataan Sapi Potong, Sapi Perah dan Kerbau (PSPK2011).

Nganu kemudian mendesain survei dengan systematic sampling berdasarkan sampling frame PSPK2011. Setelah mendapatkan sampelnya, Nganu kemudian mulai mencacah peternak sapi perah dan mendapatkan data produksi susu sapi segar lalu mentabulasikannya dan menganalisisnya.

Dari hasil analisis, ternyata diketahui rata-rata produksi susu sapi segar per ekor per hari Kecamatan Tutur adalah sebanyak 7,5 liter. Kemudian Nganu menyusun laporannya dan mempresentasikan hasil surveinya itu kepada masyarakat Kecamatan Tutur.

Berdasarkan kasus tersebut, rata-rata produksi susu sapi segar per ekor per hari merupakan statistik. Sedangkan ilmu bagaimana melakukan perencanaan survei, desain survei hingga presentasi Nganu merupakan statistika.(*)