Rabu, 09 Agustus 2017

Pentingnya Listing Sebelum Survei

Listing Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017, sumber foto: dokpri

Salah satu ciri data yang baik dan berkualitas adalah up to date alias kekinian atau bisa juga disebut terbaru. Untuk memperoleh data yang demikian, diperlukan beberapa upaya, salah satunya adalah teknik listing sebelum dilakukannya kegiatan statistik.

Listing dalam pengertian sederhananya adalah kegiatan mendaftar (me-list) seluruh elemen di dalam populasi yang menjadi target kegiatan statistik (sensus dan survei). Listing memiliki peran penting dalam proses menuju data yang berkualitas. Sebab, ada tidaknya listing menunjukkan ada tidaknya pula elemen di dalam populasi yang terupdate.

Dalam praktiknya, listing dilakukan dengan mendata secara sekilas mengenai keberadaan setiap elemen di dalam populasi. Termasuk di dalamnya, dilakukan pula konfirmasi terhadap elemen yang sudah ada atau elemen baru populasi.

Listing dilakukan untuk mendapatkan sebuah daftar yang memuat elemen populasi secara lengkap dan terurut. Daftar inilah yang biasanya disebut sebagai kerangka sampel (sampling frame).

Listing ini mempunyai kedudukan sekaligus fungsi yang penting, terutama saat melakukan penarikan contoh (sampel, jika melakukan survei). Kedudukan penting kegiatan listing sangat terkait dengan pengambilan sampel berpeluang (probability sampling). Fungsinya pun menjadi sentral berhasil tidaknya sebuah sensus atau survei. Sebab, kesalahan dalam listing akan berakibat fatal meningkatkan sampling eror (se).

Suatu ketika Nganu hendak melakukan survei petani di desa Mangga. Sebelumnya, ia melakukan listing rumah tangga yang pencahariannya adalah petani. Suatu ketika...

"Kula nuwun..." ucapnya seraya mengetuk pintu sebuah rumah.

"Oh, mari masuk, Pak" jawab empunya rumah.

"Nggih, Pak. Ini saya mau meneliti perihal pengeluaran petani di desa ini. Tujuannya nanti mau membuat analisis mengenai rata-rata pengeluaran rumah tangga petani, Pak," Nganu memulai sambil membuka dokumen listing.

"Oh, ya Pak. Kebetulan saya baru beralih pencaharian, Pak. Bulan lalu saya sudah tidak bertani lagi. Alhamdulillah sekarang saya mendirikan kios, Pak. Begitu."

"Oh, begitu. Nama Bapak Ngadimen kan?" Tanya Nganu.

"Nggih, Pak. Leres, benar" jawabnya.

"Hm...nggih, Pak. Maturnuwun kalau begitu," respon Nganu.

Mendengar perkataan Pak Ngadimen, Nganu menghapus nama Pak Ngadimen pada daftar listing yang ia peroleh dari peneliti sebelumnya di desa itu.

Contoh di atas memperlihatkan bahwa listing akan menjadikan data mengenai informasi elemen populasi menjadi terbarukan. Apabila Nganu tidak menghapus nama Pak Ngadimen dalam daftar listing, maka akan fatal jika setelah menarik sampel, yang terpilih Pak Ngadimen. Begitu pula jika Nganu tetap memasukkan data Pak Ngadimen dengan jalan, jika terpilih sampel, data yang ditanyakan adalah data pengeluaran sewaktu Pak Ngadimen sebagai petani. Ini jelas akan merusak estimasi parameter populasi.

Listing yang baik juga dilakukan dengan mendata elemen satu per satu. Apa tujuannya? Ya...agar tidak ada elemen populasi yang terlewat atau terlisting ganda. Pun, listing yang terurut dapat memvalidasi identitas elemen populasi yang berlainan, padahal sebenarnya sama.

"Pak, saya mau bertanya, apakah benar ini rumah Bapak Ngadimen?" Tanya Nganu.

"Nama saya Dimen Nugroho, Pak. Mungkin Bapak salah" jawabnya.

"Tunggu dulu, Pak. Sebenarnya nama suami saya ini Ngadimen Nugroho, Pak" sahut istri Ngadimen.

"Oh begitu ya, Bu. Baik, terima kasih, Bu."

Pada kasus seperti ini, jika terjadi human eror (moral hazard) atau peneliti kurang melakukan probing terhadap identitas elemen, maka akan berpeluang besar menjadikan elemen ganda di dalam updating daftar rumah tangga, padahal dua nama itu adalah nama milik seorang saja.

Listing begitu vital di dalam pelaksanaan sensus maupun survei. Oleh karena itu, jikalau kita akan melakukan sensus atau survei, kita sangat perlu melakukan tahap listing dengan baik dan benar. Ini menjadi urgensi bahwa data yang kita hasilkan nantinya diharapkan valid. Bukan data sampah.(*)