Rabu, 02 Agustus 2017

Normalisasi Inflasi Pasca Lebaran

Inflasi Bulan Juli 2017, sumber foto: bps.go.id

Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis angka inflasi (01/08/2017). Inflasi yang terjadi selama bulan Juli 2017 adalah sebesar 0,22 persen, terjun dari bulan lalu yang mencapai 0,69 persen.

Besarnya inflasi rentang Januari hingga Juli 2017 adalah 2,60 persen. Dengan inflasi year on year Juli 2016 - Juli 2017 sebesar 3,88 persen.

Dari 82 kota pengamatan inflasi di Indonesia, 59 kota di antaranya mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi di kota Bau-Bau, yakni sebesar 2,44 persen dan terkecil kota Meulaboh Aceh sebesar 0,01 persen. Sementara itu, 23 kota lainnya mengalami deflasi.

Kalau ditinjau dari komoditas penyumbang besaran inflasi, yang tertinggi disumbang oleh makanan jadi sebesar 0,1 persen, diikuti bahan makanan sebesar 0,04 persen dan pendidikan sebesar 0,05 persen.

Inflasi bulan Juli sepertinya merupakan dampak pasca Lebaran Juni lalu. Di mana beberapa komoditas seperti bawang merah dan bawang putih menjadi salah satu penyumbang utama inflasi. Tak hanya itu, kebijakan mengurangi subsidi listrik 900 VA juga menjadi penyumbang inflasi.

Kendati bulan Juli terlihat penurun angka inflasi, budaya pasca Lebaran dibukanya kembali usaha penyediaan makan dan minum ternyata menjadikan harga makanan jadi naik karena permintaan meningkat. Momentum pasca Lebaran biasanya memang diikuti oleh tahun ajaran baru. Hal ini berdampak pada permintaan yang meningkat untuk komoditas pendidikan. Harga buku, tas, sepatu dan biaya pendidikan juga menjadi pemicu inflasi sebesar 0,05 persen itu.(*)