Kamis, 17 Agustus 2017

Cara Menyajikan Data

Gerakan #CintaData, sumber foto: dokpri.

Penyajian data merupakan tahap akhir dari rangkaian kegiatan statistik. Data apa yang disajikan tentu tergantung dari tujuan kegiatan statistik. Sebagai sebuah tahapan akhir, berguna atau tidaknya informasi statistik ditentukan oleh bagaimana cara kita menyajikan data.

Soal menyajikan data ini penting untuk ditekankan, mengingat banyak kegiatan statistik, justru kurang menarik penyajian datanya. Mengapa harus menarik? Ini menjadi tuntutan pengguna data itu sendiri. Sajian data yang kurang menarik tentu berakibat pada bingungnya pengguna data, celakanya juga malah berdampak pada kesimpulan pengguna data yang salah.

Zaman yang sudah modern mendorong berbagai revolusi penyajian data. Dimulai dari data yang sederhana, hingga penyajian data yang kompleks. Ini juga sebagai urgensi tersendiri desainer-desainer data meningkatkan kemampuannya.

Berkaitan dengan hal itu, untuk menuju modernisasi penyajian data, kita tentu perlu mengetahui dan memahami bentuk-bentuk dasar dalam menyajikan data. Sehingga informasi yang terkandung di dalamnya secara sederhana dapat "ditangkap" sekaligus memperkaya pengetahuan pengguna data. Menu sajian data terdiri atas beberapa jenis, yaitu tabel, grafik, Scatter Plot, Box-Plot, Steam-Leaf, Spider Plot dan Matriks Plot.

Tabel

Tabel sederhananya merupakan tampilan informasi (data) dalam baris dan kolom dengan identitas tertentu, judul tertentu serta memuat karakteristik baik simbol maupun nilai-nilai tertentu.
Contoh tabel, sumber foto: rezahidayat76.blogspot com

Tabel yang baik adalah tabel yang disajikan secara sederhana, mudah dibaca, mudah dipahami serta memuat keterangan bila terdapat hal yang perlu dijelaskan. Judul tabel secara umum berada di atas, bukan di bawah. Selain itu, tabel yang baik juga memuat preferensi waktu data yang dimuat dalam tabel.

Baik data tunggal maupun data berkelompok bisa disajikan dalam bentuk tabel. Tetapi, ada kecenderungan tabel lebih cocok digunakan pada data berkelompok. Data tunggal tidak cocok ditabelkan karena tidak ada frekuensi untuk masing-masing unit data. Jika ada data, lantas dalam data tersebut terdapat banyak data yang sama, maka tabel merupakan salah satu menu utama dalam penyajiannya.

Grafik

Grafik merupakan salah satu menu penyajian data yang banyak digunakan. Grafik dalam pengertiannya adalah deskripsi informasi atau data mengenai fluktuasi atau dinamika data serta besar kecilnya persentase data, baik pada periode tertentu atau selama rentan waktu tertentu.

Menu penyajian data dalam bentuk grafik dibagi menjadi tiga submenu, yaitu grafik batang, grafik lingkaran dan grafik garis.

Grafik batang adalah submenu grafik yang dalam penyajiannya menggunakan segi empat, baik secara vertikal maupun secara horizontal, baik terdapat jarak antar batang maupun berhimpit. Setiap batangnya menunjukkan nilai unit data pada satu titik waktu tertentu.

Contoh grafik batang, sumber foto: restuwahyuniarsi2.blogspot.com

Data yang cocok menggunakan grafik batang adalah data yang tidak terlalu banyak unit datanya, data terkait jumlah, misal jumlah tenaga kerja, jumlah pasien per bulan, dan sejenisnya. Mengapa harus jumlah unit datanya tak terlalu banyak? Supaya mudah dibaca dan dianalisis dengan jelas.

Kemudian grafik lingkaran. Grafik lingkaran atau nama lainnya Pie Chart merupakan penyajian data dalam bentuk gambar lingkaran yang di dalamnya memuat informasi persentase, nilai atau jumlah yang dipersentasekan dan dibedakan menurut gradasi warna untuk setiap identitas unit datanya.

Contoh grafik lingkaran, sumber foto: dokpri.

Data yang relevan disajikan dengan submenu ini adalah data-data tentang persentase, proporsi serta data nilai atau jumlah yang dipersentasekan terhadap totalnya. Grafik lingkaran kurang cocok jika data yang tersedia adalah data yang bersifat fluktuatif, misalnya data inflasi, data pertumbuhan ekonomi, data tinggi tanaman, data harga cabai per bulan.

Sebaliknya, beberapa data yang pas disajikan dengan menu grafik lingkaran misalnya data share PDB menurut lapangan usaha terhadap total PDB, persentase luas kabupaten terhadap luas provinsi, persentase siswa SMA perokok terhadap total siswa SMA dan sejenisnya.

Lalu penyajian data dengan submenu grafik garis (line graph). Grafik garis adalah deskripsi data berupa titik-titik nilai data yang dihubungkan dengan garis sedemikian rupa sehingga menunjukkan fluktuasi data (naik-turun) dalam selang waktu tertentu.

Contoh grafik garis, sumber foto: krisbandi.blogspot.co.id

Beberapa data yang tidak relevan ditampilkan dalam bentuk grafik garis adalah data rasio Gini menurut provinsi, data Indeks Pembangunan Manusia menurut provinsi, data jumlah penduduk menurut kecamatan dan sejenisnya.

Sebaliknya, beberapa data sangat relevan jika disajikan dalam bentuk grafik garis, yaitu data inflasi bulanan, data pertumbuhan ekonomi, data kecepatan gerak benda, data pertumbuhan penduduk, data pertumbuhan tanaman dan sejenisnya.

Scatter Plot

Scatter Plot adalah menu menyajikan data dalam bentuk simbol-simbol titik atau bulatan-bulatan kecil. Scatter Plot banyak digunakan untuk melihat pola data, hubungan dua data, tingkat penyebaran data dan sebagai penditeksi dini adanya pencilan (outlier) di dalam data.

Contoh Scatter Plot, sumber foto: mathisfun.com

Dalam hal melihat pola data, Scatter Plot bisa menunjukkan pada kita apakah data berpola linier, non-linier, naik, turun, stasioner, dipengaruhi waktu, atau tidak beraturan (tersebar merata).

Scatter Plot sekaligus menunjukkan seberapa menyebar suatu data, apakah mengumpul di salah satu titik atau nilai, terkumpul pada nilai kecil, terkumpul pada nilai besar atau stasioner saja karena nilai datanya sama.

Box Plot

Box Plot merupakan bentuk lain dari Scatter Plot, hanya saja ia disajikan dalam bentuk kotak (box) dan di dalamnya memuat garis tengah sebagai penanda posisi rata-rata data (mean), nilai minimal data, nilai maksimal data, serta pola sebaran data, apakah mengumpul pada nilai besar ataukah nilai kecil.

Contoh Box Plot, sumber foto: mathworks.com

Berdasarkan Box Plot pula, kita dapat menentukan ada tidaknya pencilan di dalam data. Menu Box Plot menyediakan kemudahan eksplorasi terhadap unit data atau amatan yang dapat merusak data.

Stem-Leaf

Stem-Leaf adalah deskripsi data dengan menggunakan satuan terbesar sebagai batang unit atau amatan data (stem) dan digit yang lebih kecil sebagai daunnya (leaf). Menu penyajian data ini berguna ketika kita ingin mensorting data secara manual, baik dari yang paling besar ke kecil atau sebaliknya.

Contoh Stem-Leaf, sumber foto: https://www.slideshare.net/mobile/Kim199/finding-the-mean-from-stem-leaf-plot

Stem-Leaf ini nantinya bermanfaat ketika kita ingin mencari kuartil, persentil, median, atau desil data, sebab dalam perhitungan estimator titik itu, terlebih dahulu kita perlu mengurutkan data dari yang paling kecil ke paling besar.

Spider Plot

Spider Plot merupakan menu menyajikan data dengan garis-garis yang menghubungkan nilai-nilai data secara melingkar sedemikian rupa sehingga menyerupai jaring-jaring laba-laba.

Contoh spider plot, sumber foto: linkedin.com

Spider Plot memiliki kegunaan untuk melihat sejauh mana amatan atau nilai data terhadap rata-ratanya (mean). Selain itu, Spider Plot dapat dijadikan bahan evaluasi terhadap dimensi-dimensi data yang tidak normal atau jauh dari harapan serta rata-rata (mean).

Matriks Plot

Matriks Plot merupakan deskripsi data hasil pengembangan Scatter Plot. Matriks Plot merupakan Scatter Plot yang menunjukkan hubungan dua variabel atau data tertentu dalam bentuk matriks, terdiri atas Scatter Plot membaris dan Scatter Plot kolom.

Contoh matriks plot, sumber foto: support.sas.com

Matriks Plot menggambarkan hubungan multivariabel secara simultan. Dengan demikian pun, cara mengintrepetasikannya juga lebih kompleks.(*)