Kamis, 10 Agustus 2017

Mengenal Konsep, Konstruk dan Variabel, Yuk!

Variabel Penelitian, sumber foto: http://www.kumpulan.net/2016/12/pengertian-variabel.html?m=1

Berkecimpung di dunia statistika, kita tak pernah lepas dari konsep, konstruk dan variabel. Jika kita melakukan sensus, survei, penelitian atau eksperimen, kita dituntut memahami perbedaan konsep, konstruk dan variabel.

Ketiga hal ini pula yang tanpa sadar bersinggungan dalam kehidupan kita sehari-hari. Tak melulu harus berkutat pada kegiatan yang benar-benar statistik.

Suatu ketika, Nganu berdiskusi dengan pikirannya. Ia masih belum mengerti apa yang dimaksud dengan merokok.

Merokok sendiri sebetulnya sebuah abstraksi yang tak terukur jelas termasuk maknanya. Meski ia merupakan kata kerja (verb), tapi Nganu masih belum dapat gambaran secara pasti bagaimana seseorang dapat dikatakan merokok. Inilah yang kemudian disebut sebagai konsep dalam statistika.

Konsep merupakan sebuah objek abstrak yang luas dimensinya. Konsep juga dipandang sebagai suatu gagasan atau ide atas suatu gejala atau fenomena yang disepakati, sekali lagi, disepakati sebagai satu identitas tertentu. Maknanya begitu luas sehingga kita pun masih perlu meraba-raba untuk mendapatkan pemahaman.

Setelah membaca sebuah buku, terdapat kalimat bahwa merokok adalah aktivitas mengisap tembakau yang dilinting dengan kertas atau bahan lain setelah dinyalakan pada bagian ujungnya sedemikian rupa sehingga menimbulkan asap.

Setelah Nganu membaca kalimat itu, sekarang Nganu telah mendapatkan pemahaman mengenai merokok. Dalam kalimat itu terdapat batasan-batasan untuk menyatakan seseorang dikatakan merokok atau bukan. Inilah yang dalam statistika disebut sebagai konstruk.

Konstruk merupakan konsep yang telah diberi batasan-batasan tertentu sehingga lebih mudah diukur.

Lantas, siapa yang membuat konsep?

Yang membuat konsep adalah para ahli atau pakar di bidangnya masing-masing berdasarkan kajian ilmiahnya.

Lalu, apa itu variabel?

Variabel merupakan objek yang menjadi perhatian kita. Variabel bisa berupa apa saja selama posisinya sebagai objek pengamatan, terlebih lagi jika kita melakukan kegiatan statistik. Variabel memiliki nilai tertentu dan merupakan penurunan dari konstruk.

Misalkan Nganu sudah paham batasan seseorang dikatakan merokok. Kemudian ia melakukan pengamatan dengan mendaftar keseringan orang merokok. Ia kemudian menuliskan 5 skala tingkat keseringan merokok, yaitu tidak pernah, pernah, jarang, sering dan selalu.

Dari skala itulah kemudian ia mengambil sampel sebanyak 30 orang untuk ia tanyai. Hasilnya, Nganu mendapatkan jumlah orang yang tidak pernah merokok, pernah, jarang, sering, dan selalu merokok. Numeris-numeris inilah yang kemudian melahirkan pengertian variabel.(*)