Rabu, 16 Agustus 2017

Membedakan Statistik Deskriptif dan Inferens

Statistik deskriptif dan Inferens, sumber foto: dokpri.

Dikisahkan terdapat dua desa yang terpisah oleh sebuah sungai. Setiap pedagang selalu menjual hasil panennya ke desa satunya. Di desa seberang sungai terdapat pasar. Di pasar itulah, hasil panen diperdagangkan.

Dalam sehari, pedagang menjual hasil bumi ke pasar dua kali, pagi dan sore hari. Hingga suatu ketika, para pedagang mengeluhkan mereka merugi. Pemerintah yang kebetulan melakukan kunjungan ke dua desa itu menemui para pedagang. Setelah beberapa cerita, pemerintah kemudian membuat pasar di desa mereka sendiri. Dengan demikian, mereka tak harus melintasi sungai dan mengeluh ketika rugi.

Setelah pasar jadi, ternyata pasar yang telah dibuat pemerintah sepi. Semua pedagang ternyata lebih memilih berdagang hasil bumi melintasi sungai ke pasar desa seberang.

Menyaksikan hal tersebut, pemerintah berpikir lagi. Kira-kira apa yang mesti mereka bangun supaya pedagang tak capai-capai melintasi sungai dan mengurangi dampak kerugian.

Akhirnya, pemerintah membangun sebuah jembatan yang menghubungkan kedua desa itu. Jembatan yang dibangun permanen dan dengan biaya yang tak sedikit.

Setelah jembatan jadi, pemerintah dibuat tercengan oleh para pedagang. Pasalnya, mereka ternyata tidak menggunakan jembatan buatan pemerintah. Namun, mereka tetap saja berjalan kaki menyusuri sungai untuk berdagang. Kendati sering merugi, mereka tetap menyeberangi sungai untuk menjajakan barangnya di pasar desa seberang.

Pemerintah pun bertanya-tanya mengapa demikian. Usut punya usut, salah seorang pegawai bertanya kepada pedagang itu.

"Pak, pemerintah sudah menyediakan pasar. Tapi, nggak Bapak gunakan, kan lumayan itu. Lalu, ini jembatan juga sudah dibangun, tapi nyatanya Bapak masih saja melintasi sungai untul berdagang ke pasar seberang. Mengapa sih, Pak?" tanya si pegawai.

"Oh itu, Mas. Di desa kami ada kepercayaan bahwa ketika kaki kami tercebur dalam air sungai itu, dagangan kami minimal masih laku, meski yang terkadang rugi. Tapi, masih laku. Maka dari itu, kami tetap berdagang ke pasar melintasi sungai itu" jawab si pedagang.

Dari cerita tersebut, ternyata kebijakan yang salah berasal dari kesimpulan yang salah. Apa yang tergambar di dalam benak pemerintah juga bisa salah dan justru bukan solusi terhadap masalah, malah menambah masalah. Kebijakan yang diambil terbuang sia-sia dan tidak memberikan manfaat kepada masyarakat.

Dari sekelumit cerita tadi, kita sebenarnya telah berkenalan dengan apa yang disebut dengan statistik deskriptif dan statistik inferens.

Statistik deskriptif merupakan jenis analisis statistika yang menampilkan gambaran-gambaran (deskripsi) terhadap fenomena atau objek pengamatan. Dalam cerita tersebut, ada gambaran bahwa penduduk salah satu desa berprofesi sebagai pedagang. Selain itu, kedua desa dipisahkan oleh sungai. Gambaran-gambaran inilah yang kemudian menjadi bahan baku penentuan kebijakan pemerintah (policy maker) sekaligus menjadi salah satu contoh statistik deskriptif.

Mengingat ada masalah dua desa belum ada jembatan penghubung dan pasar di salah satu desa, tentu kebijakan membangun jembatan dan pasar telah berdasar pada kajian empiris. Dari beberapa masalah, diberi batasan lalu dilakukan survei untuk mendapatkan data dua desa tersebut, setelah didapatkan data, kemudian dilakukan pengujian statistik dan didapatkan kesimpulan perlu membangun pasar dan jembatan.

Statistik inferns dalam hal ini merupakan analisis statistik menggunakan prosedur tertentu dan memuat uji-uji statistik terhadap data yang diperoleh sedemikian rupa sehingga kesimpulannya bersifat empiris sebagai acuan penentuan kebijakan. Untuk sampai pada kesimpulan perlu membangun pasar dan jembatan, diperlukan pengujian empiris dari data lapangan. Misalnya saja dengan menggunakan uji beda rata-rata pendapatan pedagang dua desa tersebut, uji beda rata-rata keuntungan pedagang dua desa, atau bisa juga menggunakan uji beda rata-rata ongkos dagang dua desa.

Penggunaan instrumen-instrumen pengujian data statistik inilah yang lebih familier dikenal dengan statistik inferens. Yakni, kegiatan statistik untuk mendapatkan sebuah kesimpulan (inferens) terhadap suatu data.

Perbedaan mendasar statistik deskriptif dan inferns lebih pada tampilan dan outputnya. Statistik deskriptif lebih pada gambaran dan simbol-simbol, sedangkan statistik inferens menyangkut soal prosedur infernsi dengan alat uji statistik.(*)