Kamis, 10 Agustus 2017

Apa Itu Variabel Bebas, Terikat, Moderat dan Variabel Laten?

Variabel dalam Penelitian, sumber foto: http://www.indonesiastudent.com/pengertian-variabel-penelitian-beserta-macam-macam-dan-contohnya-lengkap/

Statistika begitu kental dengan istilah variabel. Variabel merupakan objek yang memiliki nilai. Nilai itu diperoleh dari pengukuran dengan instrumen tertentu. Beberapa jenis variabel begitu populer kita kenali, di antaranya variabel bebas (independen), variabel terikat (dependen), variabel moderat, variabel intervening dan variabel latent.

Variabel bebas sederhananya didefinisikan sebagai variabel yang memengaruhi variabel lain. Variabel bebas juga disebut variabel independen artinya variabel yang besarnya telah kita tetapkan lebih dahulu. Karena itulah kita biasa menyebutnya vatiabel deterministik.

Contoh variabel bebas adalah musim yang memengaruhi omset penjualan suatu produk, bisa juga kelangkaan barang, ia berdampak naiknya harga, dan sejenisnya.

Selanjutnya mengenai variabel terikat (variabel dependen). Variabel ini merupakan variabel yang nilainya tidak dapat ditentukan sendiri. Nilai dari variabel dependen tergantung dari variabel lain, dalam hal ini variabel independen. Oleh karenanya, sering pula variabel ini disebut sebagai variabel akibat, sedangkan variabel bebas sebagai variabel sebab. Karena nilai dari variabel terikat tidak dapat ditentukan, maka lahir istilah aliasnya, yaitu variabel non-deterministik.

Contoh variabel terikat adalah jumlah panen padi, ia dipengaruhi oleh musim, pupuk, obat serta kualitas tanah.

Variabel moderat lain lagi. Ia merupakan variabel yang memoderatori kausalitas variabel bebas terhadap variabel terikat. Variabel ini boleh jadi memperkuat hubungan kausalitas (sebab-akibat) tersebut, atau sebaliknya, memperlemah hubungan kausalitas.

Contoh dari variabel moderat adalah kualitas suatu produk menentukan jumlah penjualan produk, tapi ada satu variabel yang perlu dan bersifat moderat, bisa meningkatkan jumlah penjualan atas produk, bisa juga justru menurunkan jumlah penjualan, yaitu biaya iklan.

Kemudian variabel intervening. Variabel ini didefinisikan sebagai variabel yang mengintervensi hubungan kausalitas variabel bebas terhadap variabel terikat. Variabel ini dapat dipandang pula sebagai perantara hubungan kausalitas sebenarnya sehingga antara variabel bebas dan terikat terjalin hubungan kausalitas secara tak langsung.

Contoh dari variabel intervening adalah kemiskinan dipengaruhi oleh pendapatan yang diukur dari sisi pengeluaran, tapi sebenarnya ada variabel lain yang mengintervensinya, yaitu tingkat pendidikan. Sebab, untuk memutus mata rantai kemiskinan adalah dengan peningkatan kualitas pendidikan.

Yang terakhir adalah variabel laten. Variabel laten adalah variabel yang nilainya tidak dapat ditentukan secara langsung. Ia hanya dapat ditentukan dengan menggunakan nilai-nilai butir-butir yang dalam praktiknya ditangkap oleh pertanyaan. Variabel laten sebenarnya tak mungkin dinumerikkan, tetapi dengan bantuan butir-butir pertanyaan diperoleh lah sebuah nilai total dari variabel laten itu.

Contoh dari variabel laten adalah kepuasan, kecerdasan, kemiskinan, kebahagiaan dan sejenisnya. Kepuasan bisa diukur dengan butir pertanyaan tentang nilai skala pelayanan, nilai skala kenyamanan, nilai skala kualitas pelayan, begitu pula dengan kecerdasan bisa diukur dari nilai IQ, nilai EQ dan nilai SQ. Kemiskinan bisa diukur dengan nilai butir pendapatan, pengeluaran, keterjangkauan, kecukupan dan keterancaman. Pun soal bahagia juga bisa dinilai dari butir seberapa sering tersenyum, keterancaman finansial, jumlah masalah per hari dan sejenisnya.(*)