Kamis, 27 Juli 2017

Pertumbuhan Ekonomi, Siapa yang Menikmati?


Pertumbuhan Ekonomi

Ibu saya sering bingung ketika baca running teks di teve soal pertumbuhan ekonomi. Di running teks itu berbunyi," pertumbuhan ekonomi kuartal I Indonesia 4,1%" misal. Ibu sering bertanya apa maksudnya ekonomi yang tumbuh? Apanya yang tumbuh dan kalau tumbuh untuk siapa sebenarnya angka itu?.

Saya seringkali berdiskusi soal ekonomi terkini dengan ibu. Meski lulusan SD, dengan informasi dan pengertian setidaknya beliau sudah mengikuti kemajuan zaman. Pertumbuhan ekonomi adalah pertumbuhan relatif mengenai Nilai Tambah Bruto seluruh kategori lapangan usaha di Indonesia.

Mengapa relatif? Ya sebab pertumbuhan itu diukur berdasarkan kolaborasi data sampel baik primer maupun sekunder. Sebenarnya angka pertumbuhan ekonomi sendiri adalah sebuah mission impossible yang dipossiblekan dengan teknik kalkulasi yang dilakukan manusia atas seluruh nilai tambah aktivitas produksi, konsumsi dan akumulasi.

Kalau tumbuh, apanya yang tumbuh?. Bila perekonomian tumbuh, maka sektor-sektor perekonomian mengalami peningkatan relatif atau berhasil meningkatkan nilai tambah suatu barang atau jasa, misalnya dari kulit jadi tas, nilai tambah itu juga selain menambah nilai pakai, juga harganya.

 Lantas, untuk siapa pertumbuhan itu? Nah ini masalahnya, pertumbuhan ekonomi itu sejatinya masih bruto, alias kotor. Ada banyak pihak yang menshare kue perekonomian di sana. Kalau dari pendekatan produksi, sektor yang lumrah memberikan share pertumbuhan ekonomi adalah sektor pertambangan penggalian, industri dan jasa-jasa.

Maka, yang menikmati pertumbuhan itu ya sektor-sektor yang sharenya lebih besar dalam menambah agregat nilai tambah brutonya. Bingung ya? Hehe. Ibu saya bengong tanda tak mengerti. Cuma saat itu ibu saya memanggutkan kepalanya supaya saya senang, hehe...ibu saya memang selalu ingin mengerti anaknya.