Kamis, 27 Juli 2017

Ketika Terjadi Inflasi, Uang Beredar Semakin Banyak, Mengapa?




Uang Kartal, sumber foto: https://www.google.com/amp/s/pendoasion.wordpress.com/2014/11/30/puisi-uang/amp/

Inflasi adalah istilah yang tidak asing terdengar di telinga kita. Sedikit ataupun sendulit, pasti kalau menyimak berita di media, kita pasti pernah dengar soal inflasi. Lantas, apa itu inflasi?

Inflasi kalau diartikan secara sederhana adalah naiknya harga sekumpulan komoditas di suatu daerah selama periode waktu tertentu. Jadi, inflasi itu satu angka yang menunjukkan kenaikan sehimpun komoditas serta berlangsung selama waktu tertentu. Tertentu itu tidak dapat diketahui, tergantung situasi dan kondisi perekonomian di suatu daerah.

Lalu mengapa sih kalau terjadi inflasi tuh ada apa sebenarnya?. Nah, kalau terjadi inflasi, nilai uang rupiah yang kita pegang itu menurun dari kondisi sebelumnya. Bila dengan hanya Rp. 45.000,- kita sudah dapat daging ayam seberat 1 kg. Maka, saat inflasi terjadi, dengan uang yang sama, malah kita hanya dapat membeli daging ayam seberat 1/2 kg saja. Artinya, daya beli kita terhadap daging ayam seberat 1 kg, itu menurun. Kita tidak mampu membeli daging seberat 1 kg karena nilai uang kita berkurang.

Pada waktu itu kan harga-harga naik. Otomatis, untuk bisa membeli ayam 1 kg, kita butuh uang senilai Rp. 45.000,- sebanyak 2, atau kita butuh uang 2 kali lipat dari semula. Dari sini terlihat bahwa uang yang seharusnya beredar di pasaran dari kita sebanyak Rp. 45.000,-, malah menjadi bertambah menjadi Rp. 90.000,-. Terlihat uang beredar di pasar menjadi 2 kali semula, yaitu kalau tidak terjadi inflasi.

Penambahan jumlah uang beredar ini sekaligus menunjukkan bahwa saat inflasi terjadi, kita ini was-was, uang yang kita miliki punya risiko besar apabila tidak segera dibelikan barang. Sebab, kita selalu beranggapan bahwa takutnya harga daging ayam ke depan semakin naik. Artinya, makin panas uang yang kita pegang sehingga harus kita belikan sesuatu yang kita butuhkan. Begitulah mekanisme mengapa inflasi bisa menambah jumlah uang beredar di pasar.(*)