Kamis, 27 Juli 2017

Inflasi Sebabkan Pengangguran Bertambah, Mengapa?


Bursa Kerja, sumber foto: http://www.rmol.co/read/2016/03/06/238400/Gerindra-Desak-Pemerintah-Lindungi-Tenaga-Kerja-Lokal-

Indonesia sampai saat ini masih terbelenggu oleh masalah pengangguran. Kadang naik, kadang turun. Mengapa sih kok sampai demikian dinamisasi ketenagakerjaan di Indonesia?.

Salah satu indikator ekonomi makro yang memengaruhi naik atau turunnya pengangguran adalah inflasi. Inflasi seperti konteks pada umumnya, harga-harga komoditas memgalami kenaikan selama waktu tertentu. Nah, karena bahan baku menjadi naik, secara otomatis biaya produksi juga naik. Pelaku usaha tentu bingung dalam kondisi demikian. Ia memiliki dua pilihan, menurunkan gaji karyawan, atau...mengurangi jumlah karyawan.

Seiring dengan kebutuhan hidup si karyawan yang juga meningkat ketika inflasi. Dampaknya mereka harus menuntut gaji/upah dinaikkan lah. Supaya apa yang mereka dapatkan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tetapi, realitanya, pelaku usaha lebih memilih untuk mengurangi karyawannya untuk menekan ongkos produksinya. Apalagi dia berpikir, tenaga manusia kan dapat disubstitusi dengan mesin. Maka, dari sinilah PHK harus terjadi dan berakibat menambah jumlah pengangguran.

Di sektor lain misal pertanian. Sama halnya dengan pelaku usaha tadi, hanya saja teknik mereka berbeda. Ongkos produksi yang melambung akibat inflasi mendorong para petani berhenti bertani dan menunggu ada peluang usaha lain. Begitu besar dampak inflasi bagi perekonomian sebuah negara.(*)