Kamis, 27 Juli 2017

Inflasi Juga Motivator


Inflasi Membuat Daya Beli Turun, sumber foto: http://www.informasi-pendidikan.com/2015/06/penyebab-inflasi-di-indonesia.html?m=1

Bicara soal inflasi memang tak ada habisnya. Karena kata "harga" melekat di setiap lini aktivitas ekonomi kita sehari-hari. Inflasi begitu legit perannya sebab stabilitas ekonomi suatu negara juga ditentukan seberapa besar kontrol terhadap besaran inflasi.

Soal harga, soal keputusan. Bagi siapa? Utamanya bagi produsen yang setiap waktu berkarya menghasilkan suatu barang atau jasa untuk memenuhi permintaan kita. Apabila harga bahan baku naik, produsen yang orientasi dasarnya adalah keuntungan, pastilah tak mau dong rugi. Inflasi mendorong produsen untuk meningkatkan volume barang yang dihasilkannya. Lho kok malah begitu?

Begini, bila inflasi terjadi, tentu sedikit banyak berpengaruh pada naiknya harga bahan baku dan margin perdagangan. Masak produsen tidak ingin untung?. Nah, oleh karena itu, biasanya ia harus memperbanyak produknya, atau melakukan derivasi produk atau produk sampingan untuk menjamin risiko bila ia mengalami kerugian akibat inflasi.

Harga produknya mahal kok malah nambah jumlahnya?. Saat inflasi, seperti yang telah terulas sebelumnya, risiko uang itu besar, uang terasa "panas" sehingga harus segera dibelikan barang. Takutnya, ke depan malah harganya lebih tinggi. Bagi produsen, saat inflasi adalah saat ia menerapkan "aji mumpung", yaitu dengan menambah produksinya dan melakukan efisiensi perusahaan sehingga dampak baliknya tak terlalu besar.

Barang saya harganya mahal, wah mumpung nih, meskipun bahan bakunya mahal karena langka, misal, tapi saya lakukan efisiensi tenaga kerja atau memproduksi barang sampingan dari barang saya. Kira-kira begitulah mekanismenya.

Kendati demikian, perlu diketahui bahwa inflasi yang bermanfaat memotivator produsen untuk menambah jumlah produksinya, itu inflasi yang kecil, tak lebih dari 10%. Tapi, justru berakibat buruk bagi produsen jika yang terjadi adalah hyperinflasi atau kisaran inflasi mencapai lebih dari 10%.