Kamis, 27 Juli 2017

Inflasi 0%, Bisakah?


Pemerintah terus berupaya melakukan kontrol terhadap inflasi. Gejolak harga barang dan jasa yang selalu tak stabil menyimpan berbagai dampak terhadap perekonomian. Dengan adanya kontrol terhadap gejolak harga, inflasi diharapkan bisa diminimalisir.

Sebenarnya, apakah inflasi itu perlu?. Seperti beberapa ulasan sebelumnya, inflasi itu bermanfaat jadi motivator produsen lho. Tanpa inflasi, semangat produksi akan melemah. Tapi...inflasi juga menjadi indikator adanya aktivitas transaksi yang [masih] "gelap" juga. Ketika kita telisik, gejolak harga yang normal terjadi di Indonesia itu ada 4 kemungkinan.

Pertama, inflasi yang terjadi saat tahun baru. Kedua, inflasi saat tahun ajaran baru. Ketiga, inflasi saat hari raya Islam. Semua kondisi ini lumrah setiap tahun. Lantas, sebenarnya apakah bisa inflasi itu ditekan sampai 0%?.

Sekali lagi, inflasi selain menunjukkan gejolak harga secara normal, juga menunjukkan adanya indikasi penyelewengan aktivitas ekonomi. Fluktuasi harga sebenarnya bisa ramping bila terdapat persaingan pasar yang sehat, transaksi finansial yang transparan dan kredibel. Selama ini kan, Indonesia masih menerapkan transaksi tunai atau cash dengan uang untuk semua transaksi.

Sedangkan, transaksi noncash Indonesia masih 31% dari seluruh transaksi. Angka ini sangat jauh dibandingkan di Jerman yang sudah 76% transaksi sudah noncash, Jepang 62%, malah Taiwan sudah 52%. Padahal, dengan memanfaatkan transaksi noncash yang tinggi memberi manfaat, salah satunya menekan inflasi.

Transaksi noncash membuka peluang terjadinya inflasi 0%. Sebab, uang beredar akan lenyap dari peredaran. Pun berarti seluruh transaksi finansial benar-benar tercatat, transparan dan kredibel. Tidak ada penjual yang nakal, korupsi juga dapat diawasi. Meski secara realita, tiada pernah suatu negara manapun yang bisa menghapus penggunaan uang. Transparansi finansil berguna untuk menditeksi pihak yang sengaja menimbun komoditas strategis, itulah kegunaan noncash.


Sumber gambar: http://www.ilmu-ekonomi-id.com/2016/11/penyebeb-inflasi-dan-dampak-inflasi.html?m=1