Kamis, 27 Juli 2017

Berkenalan dengan Ekonometrika

Adakalanya kita berada pada posisi sebagai pengambil kebijakan terhadap sebuah masalah yang kita hadapi. Saat sebuah output dari usaha kita menurun secara drastis, tentu beragam alasan berkemungkinan terjadi. Dalam menanggapi hal tersebut, kita dituntut untuk meningkatkan input usaha kita, meminimalisir biaya produksi serta mencari solusi menekan margin distribusi produk dari usaha kita.

Usaha seperti layaknya, tidak pernah nonlinier dengan hasil yang kita dapatkan. Meski dalam kenyataannya, sebesar apapun usaha kita, baik meningkatkan input, efisiensi biaya produksi maupun mengecilkan margin distribusi produk kita, output bisa saja luput dari  yang kita harapkan. Katakan misal input, biaya produksi dan margin distribusi produk sebagai faktor internal dalam usaha kita. Dari sini, kemudian terpikir oleh kita, bahwa output juga dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari luar seluk-beluk usaha kita. Kita bisa sebut faktor itu sebagai faktor eksternal.

Mereka tak terlihat sebagai variabel penjelas penentu output usaha kita, tetapi mereka jelas memberikan pengaruh begitu signifikan. Fluktuasi output yang tidak menentu juga diidentikkan oleh faktor penjelas , namun merupakan ketidakmampuan untuk kita masukkan sebagai variabel penjelas output usaha.

Di samping sebagai variabel tak tercakup namun memiliki pengaruh, faktor eksternal juga termasuk kesalahan yang menyangkut galat yang dilakukan oleh manusia. Keberadaan galat manusia inilah yang susah untuk diakomodir sebagai variabel penjelas di dalam menentukan besaran output usaha kita.

Untuk itu, ekonometrika hadir sebagai sebuah tool yang mampu menerangkan seberapa besar efek dari faktor ekternal tersebut terhadap model usaha kita.

Perekonomian pada umumnya juga menyangkut persoalan bagaimana agen kebijakan dapat menyelesaikan masalah dengan pertimbangan faktor eksternal ini. Ekonometrika hadir sebagai sebuah ilmu yang mempelajari tentang keterkaitan antara ilmu ekonomi dengan ukuran-ukuran (metric measurement) sedemikian sehingga mampu memodelkan fenomena ekonomi dengan instrumen statistik. Tujuan dari ekonometrika demikian sederhana, yakni menjadikan fenomena-fenomena ekonomi dan katerkaitannya dengan bidang lain menjadi terukur secara statistik.