Kamis, 27 Juli 2017

Anomali Harga di Pasar?

Seperti yang diulas sebelumnya bahwa kondisi pasar memberikan pengaruh terhadap struktur pengeluaran kita. Di pasar juga ada fenomena anomali harga antara barang atau jasa satu dengan yang lain.

Pasar sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli, maka apa yang tersedia haruslah menyesuaikan dengan permintaan dari masyarakat sekitarnya. Barang yang tersedia juga harus merupakan deskripsi mayoritas permintaan. Sebab, kalau itu tak terpenuhi, maka akan terjadi kekacauan, meski seiring waktu masyarakat akan adaptif terhadap kondisi pasar. Di sinilah peranan budaya setempat dalam memengaruhi kondisi pasar.

Budaya adalah suatu kebiasaan yang berlangsung lama dilakukan oleh masyarakat suatu daerah. Bila di daerah X mayoritas lebih memilih gula merah daripada gula pasir untuk memaniskan sajian makanannya, maka tentu pasar harus menyediakan gula merah lebih banyak daripada gula pasir. Dengan demikian, harga gula di pasar akan ditentukan oleh harga gula merah, tak lagi gula pasir. Unik kan, inilah Indonesia.

Harga gula merah yang lebih mahal daripada gula pasir justru merupakan sebuah kewajaran. Struktur pengeluaran masyarakat pun juga lebih besar memasukkan komposisi gula merah lebih besar daripada gula pasir dalam daftar kebutuhannya.

Jadi, ada semacam struktur harga yang ditentukan oleh budaya setempat di Indonesia. Lantas, mengapa kita terkaget-kaget kalau mendengar kenyataan bahwa harga gula merah lebih mahal daripada gula pasir?. Aneh.