Jumat, 29 Mei 2020

Buku Lolos SPMB Polstat STIS 2020/2021

SPMB Polstat STIS 2020 2021 2022 2023
Buku SPMB Polstat STIS 2020/2021
Halo teman-teman, selamat pagi. Semoga kalian tetap sehat selalu ya di masa pandemik ini. Sudah lama nih saya tidak update blog ini. Oke, kali ini saya akan memuat informasi mengenai buku menarik yang bisa dijadikan bahan belajar teman-teman yang mau dan berminat daftar kuliah Gratis ke Polstat STIS tahun ini.

Buku yang akan saya reviu kali ini berjudul Lolos SPMB Polstat STIS 2020/2021 teman-teman. Buku ini merupakan karya tim Gerbang STIS yang bisa teman-teman dapatkan melalui Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak. Rating penjualannya sangat bagus teman-teman, artinya buku ini sangat bagus karena memang disusun oleh orang-orang yang sedang kuliah di Polstat STIS dan alumni Polstat STIS, jadi secara ilmu dan update informasi tentang Polstat STIS bisa dikatakan cukup valid.

Kopma STIS 2021 2022 2023
Hasil Cetakan Buku Lolos SPMB Polstat STIS 2020/2021
Berbeda dengan beberapa buku lain yang tengah bereda di toko buku, kebanyakan yang membuat bukan orang Polstat STIS maupun alumni Polstat STIS sehingga informasinya tidak update. Seperti contohnya buku yang berjudul: Kupas Tuntas Kisi-Kisi USM STIS 2019-2020, di dalamnya saya cek masih terdapat mata uji Pengetahuan Umum (PU) dan bahasa Inggris (Bing), padahal kan, SPMB Polstat STIS setiap tahun mengalami perubahan terkait mata ujinya. Sejak 2018, PU dan Bing sudah ditiadakan dalam SPMB Polstat STIS.

Balik lagi ke buku Lolos SPMB Polstat STIS 2020/2021, buku ini merupakan buku berbahasa Indonesia dengan ketebalan halaman sebanyak 237 halaman, dengan kualitas cetakan kertas: bookpaper, kertas ini adalah kertas terbaik dalam dunia percetakan buku karena tidak membuat mata lelah, seperti kualitas kertas buku novel atau cerpen, itu menggunakan kertas bookpaper namanya.
Kopma STIS 2020 2021 2022 2023
Kualitas Cetakan Buku Lolos SPMB Polstat STIS 2020/2021
 Bagaimana dengan konten dalam buku tersebut? Berikut uraian singkatnya:
  • Ratusan soal dan pembahasan yang pernah muncul di SPMB Polstat STIS
  • Pembahasan ringkas padat dan jelas
  • Disusun oleh tim gerbang (alumni dan mahasiswa Polstat STIS)
  • Dilengkapi 2 Paket Prediksi SPMB Polstat STIS 2020
  • Bonus materi suplemen tes SPMB Polstat STIS tahap II dan III
Nah, yang menarik dalam buku tersebut juga diberikan semacam ID Gerbang. Jadi, bagi teman-teman yang membeli buku tersebut melalui toko asli atau sumber utamanya, akan mendapatkan nomor ID Gerbang yang mana ID tersebut bisa digunakan oleh teman-teman untuk join Grup WA Polstat STIS yang di dalamnya terdapat program pembinaan peserta hingga LULUS Polstat STIS secara Gratis. Adapun bagi yang tidak membeli bukunya tidak melalui toko asli, dipastikan tidak bisa join grup karena si toko tidak mampu memberikan ID Gerbang alias dipastikan buku yang dibeli PALSU.

Hingga saat ini, total buku yang habis terjual sudah mencapai 1.300 pcs lho teman-teman, jadi bagi kalian yang berminat membelinya, silakan chat saja di nomor WA: 081244019483 atau bisa pesan langsung di sini atau bisa via Shopee dengan nama toko: mycasie. Demikian sedikit informasi dan ulasan terkait buku recomended bagi pejuang Polstat STIS 2020/2021 semoga bermanfaat. Terima kasih.

catatan: pengiriman dari Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur

Selasa, 10 Maret 2020

TO Online USM Polstat STIS Tahap I

Bagi peserta yang bertanya, silakan chat WA admin: 081244019483




Lembar Jawaban Peserta (Pengumpulan maksimal tanggal 15 Maret 2020 maksimal jam 23.59 WIB)

 

Minggu, 16 Februari 2020

Try Out Nasional Online SKD CPNS (TKP) USM Polstat STIS 2020

TONAS USM STIS 2020 2021 2022
Try Out Nasional (TONAS) SKD CPNS: TKP USM Polstat STIS 2020
Selamat pagi teman-teman peserta Try Out Nasional (TONAS) Online Mini 7 USM Polstat STIS 2020. Apa kabar kalian? Semoga masih bersemangat belajar dan siap menuju USM Polstat STIS 2020 sekitar bulan Mei 2020 mendatang.

Minggu lalu kita telah menyelesaikan TO Mini 6 2020. Sebagai bahan evaluasi bersama, ada sebanyak 383 peserta yang berhasil submit atau mengumpulkan Lembar Jawaban kepada admin ngobrolstatistik.com. TONAS kali ini rupanya yang paling banyak sepanjang program TONAS Online bergulir. Kali ini, admin menyediakan sebanyak 3 slot grup WA yang berfungsi untuk menampung peserta yang pengin ikutan TONAS SKD CPNS USM Polstat STIS 2020. Oh iya, sekadar memberi informasi bahwa TONAS kali ini merupakan TONAS untuk USM Polstat STIS 2020 Tahap II, yaitu Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dengan jumlah soal sebanyak 35 soal pilihan ganda.

Lembar jawaban peserta telah disediakan dalam bentuk form sehingga peserta dapat mengumpulkan jawaban dengan cara mengklik submit pada form yang tertera di bawah form soal. Untuk menjadi perhatian peserta, form lembar jawaban peserta hanya bisa diisi dan dikumpulkan sekali saja, maka perlu hati-hati dalam menggunakan form lembar jawaban.

TO Mini bersifat GRATIS tanpa dipungut biaya serupiah pun, jadi hati-hati penipuan yang berkedok TO online USM STIS yang mengatasnamakan ngobrolstatistik.com. Adapun waktu pengerjaan TO Mini ini adalah bebas jamnya berapa, jadi teman-teman peserta bebas menentukan sendiri kapan dimulai, yang jelas waktu pengumpulan Lembar Jawaban TO Mini 7 adalah tanggal 16 Februari 2020 jam 23.59 WIB.

Demikian sedikit pengantar dari admin, untuk password TO Mini 7 akan dibagikan admin di grup WA peserta. Terima kasih dan selamat mengerjakan, semoga kalian sukses Lolos USM Polstat STIS 2020/2021 nanti.

Bagi peserta yang bertanya, silakan chat WA admin: 081244019483




Lembar Jawaban Peserta (Pengumpulan maksimal tanggal 16 Februari 2020 maksimal jam 23.59 WIB)

 

Senin, 10 Februari 2020

Pengumuman Hasil Try Out Nasional Mini SKD CPNS USM Polstat STIS 2020

USM STIS 2020 2021 2022
Pengumuman TO Mini SKD CPNS USM Polstat STIS Tahap II
Selamat sore teman-teman, bagaimana try out nasionalnya kemarin? Jangan lupa ya bahwa dalam beberapa hari lagi di sini akan ada lagi TO Nasional Online SKD CPNS edisi TKP atau Tes Karakteristik Pribadi. Kalau kemarin yang telah kita lakukan adalah TWK dan TIU dengan standar atau ambang batas sesuai dengan Permenpan RB terbaru untuk TWK minimal dapat nilai 65 dan TIU minimal dapat nilai 80.

Kriteria seorang peserta dikatakan LULUS jika dua-duanya memenuhi nilai ambang batas. Sebaliknya, jika salah satu atau keduanya kurang dari ambang batas, maka dinyatakan TIDAK LULUS.

Untuk diketahui bahwa jumlah peserta yang mengikuti Try Out Nasional (TONAS) online SKD CPNS USM Polstat STIS 2020 edisi TWK TIU kemarin adalah sebanyak 283 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Beruntung bagi teman-teman yang ikut karena kalian setidaknya mencoba mengetahui seberapa besar daya saing teman-teman terhadap yang lain.

Dalam pelaksanaan TONAS kemarin memang tak lepas dari gangguan, khususnya jaringan internet, kebanyakan histori pencarian dan sebagainya. Terlepas dari itu semua, admin mengucapkan terima kasih atas antusias teman-teman semua peserta mengikuti TONAS SKD CPNS kali ini. Tak lupa, dalam kesempatan baik ini, admin mengucapkan selamat kepada 2 peserta dengan nilai tertinggi dan LULUS dalam TONAS SKD CPNS kali ini, yaitu dek Intan Nur Maulida Rahmah dari MA Arrahmah, Provinsi Jawa Timur dengan total nilai 260 dan LULUS, serta dek Puteri Mariyani, dari SMAN 1 Kedungwaru Provinsi Jawa Timur dengan total nilai yang sama, 260 dan LULUS.

Demikian sedikit pengantar pengumuman kali ini. Nantikan program TONAS online selanjutnya di ngobrolstatistik.com.

Apa yang kalian raih adalah apa yang kalian usahakan.


Sabtu, 08 Februari 2020

Try Out Nasional (TONAS) Online SKD CPNS Mini Polstat STIS 2020

TONAS SKD CPNS USM POLSTAT STIS TRY OUT 2020 2021 2022 2023 2024
Try Out Nasional (TONAS) Online SKD CPNS Mini USM Polstat STIS 2020

Selamat pagi teman-teman peserta Try Out Nasional (TONAS) Online Mini 6 USM Polstat STIS 2020 (USM STIS). Apa kabar kalian? Semoga masih bersemangat belajar dan lebih siap menuju USM Polstat STIS 2020 sekitar bulan Mei 2020 mendatang.

Pada minggu lalu kita telah menyelesaikan TO Mini 5 2020. Sebagai bahan evaluasi bersama, dari sekitar 300 member grup WA peserta, ada sebanyak 169 peserta yang berhasil submit atau mengumpulkan Lembar Jawaban kepada admin ngobrolstatistik.com. Kali ini, admin menyediakan sebanyak 3 slot grup WA yang berfungsi untuk menampung peserta yang pengin ikutan TONAS SKD CPNS USM Polstat STIS 2020. Oh iya, sekadar memberi informasi bahwa TONAS kali ini merupakan TONAS untuk USM Polstat STIS 2020 Tahap II. TONAS SKD CPNS 2020 kali ini akan kita bagi menjadi 2 tahapan TONAS, yang pertama TONAS SKD CPNS tanggal 8-9 Februari 2020, itu terdiri atas subtes Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Inteligensi Umum (TIU), tahap berikutnya akan kita lakukan TONAS SKD CPNS subtes Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Sebagaimana biasanya, dalam TO Mini 6 ini, admin menyediakan sebanyak 30 soal TWK dan 35 soal TIU multiple choice bagi peserta. Lembar jawaban peserta telah disediakan dalam bentuk form sehingga peserta dapat mengumpulkan jawaban dengan cara mengklik submit pada form yang tertera di bawah form soal. Untuk menjadi perhatian peserta, form lembar jawaban peserta hanya bisa diisi dan dikumpulkan sekali saja, maka perlu hati-hati dalam menggunakan form lembar jawaban.

TO Mini bersifat GRATIS tanpa dipungut biaya serupiah pun, jadi hati-hati penipuan yang berkedok TO online USM STIS yang mengatasnamakan ngobrolstatistik.com. Adapun waktu pengerjaan TO Mini ini adalah bebas jamnya berapa, jadi teman-teman peserta bebas menentukan sendiri kapan dimulai, yang jelas waktu pengumpulan Lembar Jawaban TO Mini 6 adalah tanggal 25 Januari 2020 jam 10.00 WIB - 26 Januari 2020 jam 23.59 WIB.

Demikian sedikit pengantar dari admin, untuk password TO Mini 6 akan dibagikan admin di grup WA peserta. Terima kasih dan selamat mengerjakan, semoga kalian sukses Lolos USM Polstat STIS 2020/2021 nanti.

Bagi peserta yang bertanya, silakan chat WA admin: 081244019483



Lembar Jawaban Peserta (Pengumpulan maksimal tanggal 9 Februari 2020 jam 23.59 WIB)

 

Senin, 27 Januari 2020

Pengumuman Hasil Try Out Nasional (TONAS) Mini 5 USM Polstat STIS 2020

Polstat STIS 2020 2021 2022 2023 2024
Pengumuman Hasil Try Out Mini 5

Selamat pagi teman-teman semua. Masih tetap semangat kan belajarnya. Kita kemarin sudah melaksanakan TONAS Mini ke-5 USM Polstat STIS 2020/2021. Dari sekitar 300 peserta, ada sebanyak 191 peserta yang ikut serta dan sudah mengirimkan jawabannya sesuai peraturan. Bagi yang belum tercantum nilainya, berarti ada banyak faktor sehingga tidak dapat admin hitung dan tampilkan hasilnya.

By the way, yang ikut juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia lho. Jadi, rugi kalau yang belum ikutan, setidaknya dari sini bisa kita petakan mengenai persaingan dalam USM Polstat STIS yang akan dilaksanakan kira-kira bulan Mei 2020 nanti.

Dalam kesempatkan ini, admin ngobrolstatistik.com dan grup WA pejuang USM Polstat STIS 2020 mengucapkan selama kepada 3 orang yang nilainya sempurna, ada dek Imam Dhaifullah dari Bengkulu, ada dek Faridatul Ulfa dari Jawa Timur, dan dek Ni Putu Natasya Priya Sintha Wijaya juga dari Jawa Timur. Sepertinya 3 peserta ini sudah matang persiapannya, tinggal tempur saja dalam ajang USM Polstat STIS 2020 nanti.

Semoga teman-teman yang lain juga sudah mempersiapkan diri secara matang ya, ingat bahwa dalam USM Polstat STIS tidak ada namanya "beli" bangku, atau bayar orang dalam, semua tahapan clean murni dari tes kemampuan teman-teman. Makanya persiapkan dengan baik dan jangan malas-malasan melulu, ke depan akan ada lagi TONAS yang admin selenggarakan lho, yaitu TONAS SKD CPNS USM Polstat STIS tahap II 2020. So, keep stay tune on this blog.


Sabtu, 25 Januari 2020

Try Out Nasional (TONAS) Online Mini 5 Polstat STIS 2020

USM STIS 2020 2021 2022 2023
Try Out Nasional (TONAS) Mini 5 USM Polstat STIS 2020
Selamat pagi teman-teman peserta Try Out Nasional (TONAS) Online Mini 5 USM Polstat STIS 2020 (USM STIS). Apa kabar kalian? Semoga tetap sehat dan masih semangat untuk mempersiapkan diri menuju USM Polstat STIS 2020 sekitar bulan Mei 2020 nanti ya.

Pada minggu sebelumnya kita telah menyelesaikan TO Mini 4 2020. Sebagai bahan evaluasi bersama, dari 2 grup WA yang penuh membernya, ternyata yang benar-benar ikutan TO Mini hanya sekitar 169 peserta saja atau cuma separuh dari satu grup WA. Hal ini berarti admin akan memperketat calon peserta mulai TO Mini 5 kali ini.

Sebagaimana biasanya, dalam TO Mini 5 ini, admin menyediakan sebanyak 10 soal multiple choice bagi peserta. Lembar jawaban peserta telah disediakan dalam bentuk form sehingga peserta dapat mengumpulkan jawaban dengan cara mengklik submit pada form yang tertera di bawah form soal. Untuk menjadi perhatian peserta, form lembar jawaban peserta hanya bisa diisi dan dikumpulkan sekali saja, maka perlu hati-hati dalam menggunakan form lembar jawaban.

TO Mini bersifat GRATIS tanpa dipungut biaya serupiah pun, jadi hati-hati penipuan yang berkedok TO online USM STIS yang mengatasnamakan ngobrolstatistik.com. Adapun waktu pengerjaan TO Mini ini adalah bebas jamnya berapa, jadi teman-teman peserta bebas menentukan sendiri kapan dimulai, yang jelas waktu pengumpulan Lembar Jawaban TO Mini 5 adalah tanggal 25 Januari 2020 jam 10.00 WIB - 26 Januari 2020 jam 23.59 WIB.

Demikian sedikit pengantar dari admin, untuk password TO Mini 5 akan dibagikan admin di grup WA peserta. Terima kasih dan selamat mengerjakan, semoga kalian sukses Lolos USM Polstat STIS 2020/2021 nanti.

 





Senin, 06 Januari 2020

Try Out Nasional (TONAS) Online Mini 4 Polstat STIS 2020

Try Out Nasional Online STIS Polstat STIS 2020 2021 2022
Selamat datang peserta TO Online Mini 4 - 2020

Hai teman-teman, apa kabar kalian semua, semoga tetap baik dan sehat wal afiat ya. Beberapa hari lalu kita telah melaksanakan Try Out Nasional (TONAS) Online USM Polstat STIS premium (berbayar), semoga yang ikutan dapat menjadi lebih semangat lagi untuk mempersiapkan diri menuju USM Polstat STIS 2020 nanti.

Kali ini, ngobrolstatistik.com kita bersama akan melaksanakan TONAS Online Mini lagi nih, ya benar, TO ini bersifat GRATIS!. TONAS Mini ini hanya terdiri atas 10 soal Matematika IPA (sebagaimana soal USM Polstat STIS pada tahap I setiap tahunnya). Mekanismenya seperti biasa ya teman-teman, jadi TO ini dilakukan semi online, yaitu dengan menuliskan jawaban kalian pada FORM PESERTA dengan aturan menjawab dari atas ke bawah 1-10 (admin bagikan di grup WA peserta), kemudian mengumpulkan jawaban kalian dengan mengirimkannya melalui email admin blog ini: 09.6016@stis.ac.id, dengan identitas word pada pojok kanan atas, NAMA LENGKAP/ASAL SMA/PROVINSI, dan subyek email: TO Mini 4.

TONAS Mini ini kita laksanakan pada hari Sabtu-Minggu, 11-12 Januari 2020. Maksimal pengumpulan jawaban teman-teman adalah tanggal 12 Januari 2020 jam 23.59 WIB. Email yang masuk di luar range waktu tersebut tidak akan masuk dalam penilaian admin. Semoga teman-teman LOLOS USM POLSTAT STIS 2020/2021 nanti ya, tetap semangat belajar dan jangan lupa terus berdoa. Berikut admin berikan soal TONAS Online Mini 4-2020. Selamat mengerjakan!

Catatan: kunci jawaban akan admin berikan melalui grup WA peserta TO Mini 4.



Sabtu, 30 November 2019

Memotret Nasib Petani Tembakau Sumenep Madura

Tembakau
Petani Tembakau
Sumenep terkenal dengan produksi tembakaunya yang melimpah. Hampir setiap penduduk menanam tembakau di lahannya. Katanya sih, kalau tidak menanam tembakau seolah dalam kehidupannya ada yang kurang. Jadi, meski sedikit, adalah puluhan sampai ratusan pohon tembakau yang mereka tanam. Tembakau di area Sumenep secara ketinggian tanah terbagi menjadi tiga, tembakau sawah, tembakau tegalan, dan tembakau gunung. 

Menurut kebanyakan petani, tembakau yang biasanya paling tinggi peminatnya adalah jenis tembakau gunung. Tembakau jenis ini dari sisi aromanya harum dan teksturnya juga relatif halus. Dari sisi harganya juga paling mahal dibandingkan tembakau sawah dan tegalan. Hal yang tak kalah penting dari komoditas ini adalah prosesnya sehingga menjadi bahan baku pembuatan rokok. Di tengah pangsa pasar akhir-akhir ini yang lesuh, petani tembakau di Sumenep tetap bertahan dengan memaksakan diri untuk merugi-rugi ria dengan menanam tembakau. Seolah bertani tembakau menjadi hobi, meski risiko usaha komoditas ini terbilang tinggi. 

Pantas saja, apabila salah teknik mulai dari pemetikan daun tembakau saja, perusahaan rokok tidak berminat untuk membeli. Katanya kualitasnya berkurang. Padahal, menurut petani, setiap perusahaan rokok punya kualifikasi masing-masing terhadap tembakau yang ditawarkan petani. Ada perusahaan yang menyukai daun bagian bawah pada batang, ada yang suka order daun bagian tengah, ada pula yang justru lebih demen daun bagian atas. 

Hakikatnya justru daun bagian tengah pohon tembakau yang punya kualitas paling baik untuk meracik rokok. Dari sisi pemasaran, tembakau Sumenep banyak diserap perusahaan rokok Djarum, Sampoerna, Wismilak, dan Gudang Garam Surya. Biasanya, permintaan mereka mencapai 200 ton dalam sekali angkut. Tahun 2018 saja, petani tembakau bahkan tidak melakukan penyetokan karena ludes diserap perusahaan. Harganya pun masih menggembirakan saat itu, rata-rata sekilo dihargai sampai 45.000. 

Tapi, tahun 2019 rupanya tak lagi menguntungkan. Harga tembakau di tingkat petani anjlok hingga Rp. 30.000 per kilogramnya. Padahal, ongkos usahanya melebihi dari apa yang mereka dapatkan. Menjadi petani tembakau ternyata tak segampang yang saya bayangkan. Proses mengolah daun tembakau butuh pengalaman dan teknik yang dilakukan secara hati-hati dan teliti. 

Pembibitan tembakau dilakukan dengan cara tunas pada sebidang tanah, setelah dewasa dipindahkan ke lahan yang lebih luas. Setelah dewasa, daundaun tembakau yang tumbuh dibedakan dalam tiga posisi, daun bawah, daun tengah, dan daun bagian atas (dekat kuncup atau bunga). 

Normalnya, dalam setahun, petani tembakau panen paling banyak 3 kali. Kondisi normal panen ini mereka alami sejak 2010, di mana saat itu harga per kilogram daun tembakau Sumenep masih tembus hingga Rp. 95.000. Hingga tahun 2018 kemarin, harga tembakau di tingkat petani yang kian menurun, membuat petani tak lagi mengikuti sistem panen menurut posisi daun. Saat ada permintaan dari perusahaan rokok, ya sudah, mereka langsung memanennya sekaligus. 

Rupanya, biaya perawatan tanam yang tinggi membuat petani tak mampu berlama-lama menunggu panen menurut posisi daun. Di tambah dengan risiko perajangan dan pengepakan, mereka ikhlas merugi bahkan hingga berujung maut karena stress usahanya rusak. Sistem pemanenan sekaligus tanpa diiringi permintaan yang tinggi menjadikan petani tembakau terpaksa menyimpan sisa tembakau yang tak laku di gudang masing-masing. Ada yang milik sendiri, ada yang milik kelompok tani, ada pula yang menyewa. Semua mereka lakukan demi menjaga kualitas daun tetap baik dan masih bernilai jika ada perusahaan rokok yang order. 

Saya pun tercengang karena saat daun tembakau usai dipanen, untuk menghilangkan getah di dalam daunnya dilakukan dengan cara meniriskan daun sedemikian rupa sehingga posisi tangkai daun berada di bawah (vertikal) atau posisi daun dijepit dan ditegakkan. Jika tak demikian, harga daun tembakau juga rusak karena rasanya akan pahit akibat ada getah yang terkandung di daunnya. 

Beberapa waktu ini tentu sempat kita mengetahui bahwa tahun depan (2020) pemerintah sepakat menaikkan harga rokok per bungkusnya. 

Kebijakan itu saat ini memang belum dieksekusi, tapi dampaknya justru sudah mulai terasa. Harga rokok yang bakal naik secara otomatis menunjukkan bahwa beban pengusaha rokok bertambah. Bukan tanpa sebab mereka harus menaikkan harga rokok, bea cukai yang menempel pada kemasan rokok kian tinggi. Tidak hanya berpengaruh pada upaya perusahaan rokok untuk lebih efisien dalam produksi, tapi juga menggerus semangat petani tembakau karena harga pada level mereka kian merosot. 

Pada intinya, kebijakan menaikkan harga rokok akibat cukai yang semakin tinggi justru korbannya adalah petani tembakau. Pendapatan mereka tak sebanding dengan seluruh usaha yang dikeluarkan demi segelintir daun tembakau. Usahanya terancam mati di masa depan, terlebih lagi stigma negatif terhadap komoditas ini terus berdatangan dari perusahaan di bidang kesehatan. 

Mengingat sebagian besar petani di Sumenep mengusahakan tembakau, tentu kontradiksi jika stigma negatif atas selembar daun tembakau semakin menguat, ada kebolehjadian, bila petani tembakau selalu RT (Rugi Terus) akan menambah angka kemiskinan Sumenep. 

Salah satu petani kemarin juga mengatakan pada saya bahwa di Sumenep, jika seseorang ingin cepat kaya, ya dengan menanam tembakau dan menjualnya, tapi jika seseorang ingin segera stress dan mati, juga bisa dengan menanam tembakau. Saya pikir memang risiko usaha tembakau itu besar. Kena hujan 3 jam saja sudah banyak tanaman tembakaunya yang mati karena busuk, terlalu kekurangan air akibat kemarau berkepanjangan juga mati. 

Bertani tembakau seolah telur di ujung tanduk. Namun, saya bangga dengan petani tembakau Sumenep, mereka tetap mengambil risiko besar tersebut untuk bertahan dan mengisi hidup. Bagaimana teknik bertani mereka? Para petani tembakau biasanya menggunakan sistem tanam campuran antara tembakau itu sendiri dan jagung. Pada waktu hujan terakhir musim hujan, mereka menanami tanah di antara dua pohon jagung dengan tembakau. Saat jagung sudah panen, tembakau siap mengisi kekosongan lahan. Setidaknya panen jagung inilah yang sedikit menghibur keluh-kesah petani akibat besarnya risiko mengusahakan tembakau. 

Sewaktu mengintip nasib petani tembakau Sumenep, diri saya sempat kaget. Betapa tidak, beberapa hari sebelum saya menyurvei mereka, ada kabar bahwa salah satu di antara mereka meninggal bunuh diri. Saat saya tanyai apa motif bunuh diri itu, mereka menjawab bahwa yang bersangkutan (alm) bunuh diri karena stress akibat mengalami kerugian besar akibat lesuhnya permintaan tembakau miliknya. 

Di Sumenep sebetulnya terdapat banyak pedagang, pengepul, maupun tengkulak tembakau. Hanya saja, permintaan yang begitu rendah menjadikan pedagang, pengepul, bahkan tengkulak sedikit menahan diri sehingga berton-ton tembakau tak laku dan berujung membusuk selama penyimpanan. Di satu sisi, petani tembakau Sumenep sedikit beruntung dengan menjamurnya industri rumahan pembuatan bungkus tembakau rajangan. Bahannya terbuat dari daun siwalan. Untuk kebutuhan membungkus seikat tembakau rajang, biaya pengepakan dengan anyaman daun siwalan itu dihargai Rp. 15.000. Bisa dihitunglah jika petani tembakau terpaksa menyimpan tembakau rajangannya akibat tak laku, misalnya saja sebanyak 100 ikat, sudah butuh biaya Rp. 1,5 juta. 

Bila dari 100 ikat itu 10 persennya tak tahan lama, ya kerugian bertambah lagi. Padahal, laku pun seikat saja belum tentu mampu menutupi kerugian tersebut. Sulit memang mengusahakan komoditas satu ini. Kalau tak kuat iman ya gulung tikar, stress, bunuh diri, atau minimal gila. Risiko kerugian juga terdeteksi selama pembibitan dan membesarkan tanaman tembakau. Di Sumenep sendiri, beberapa tahun yang lalu, ada program pemerintah setempat berupa subsidi pupuk dan bibit tembakau. Program ini memang sempat menghembuskan "angin segar" pada petani tembakau Sumenep. 

Mekanisme pencairannya pun terbilang mudah. Dengan membawa semacam kartu tani tembakau berwarna kuning pada petugas, petani dapat mengklaim jatah pupuk dan benih tembakau. Kendati begitu, program itu tak bertahan lama, sedikit demi sedikit petani tembakau mulai berpikir tentang kondisi usahanya yang ternyata terancam gagal. 

Dalam praktiknya, petani tidak bisa menjalankan usahanya mengelola tembakau kalau soal pupuk dan benihnya masih dijatah. Menurut mereka, dalam bertani, apabila dalam perjalanannya kekurangan pupuk, maka harus menambah pupuk, jika kurang air, ya harus mencari air, ada semacam effort sebagai langkah antisipasi dalam proses mendewasakan tembakau hingga layak panen. 

Pemikiran seperti itulah yang mendorong petani tembakau mengklaim subsidi pupuk dan benih dalam jumlah yang sama, namun di tempat lain. Apalagi, mereka yang punya lahan tembakau lebih dari satu atau dua tempat yang berbeda secara administrasi. Dampak negatifnya program kartu tani menimbulkan masalah baru hingga klimaksnya pemerintah Sumenep meniadakan program subsidi tersebut. Inilah sebabnya mengapa petani tembakau Sumenep kembang-kempis dan selalu berada di ujung kerugian besar. Di satu sisi mengenai kebijakan pemerintah yang belum terkawal dengan baik dan benar, juga masih kurangnya sosialisasi, pendidikan, dan penyuluhan dinas terkait soal bagaimana memanfaatkan jatah pupuk dan benih bersubsidi secara mangkus dan sangkil.