Rabu, 22 Mei 2019

Kisi-kisi USM Polstat STIS Tahap I Tahun 2020 Berdasarkan USM Polstat STIS 2019

SPMB Polstat STIS 2020
Kisi-kisi USM Polstat STIS 2020

Selamat siang teman-teman, semoga teman-teman semua dalam kondisi sehat dan masih bersemangat belajar tentunya. Pada beberapa waktu lalu, saya telah mengunggah mengenai informasi awal mengenai semua hal yang berkaitan dengan Polstat STIS, USM Polstat STIS, sampai prospek bekerja di Badan Pusat Statistik (BPS).

Dalam kesempatan kali ini, saya akan berbagi mengenai kisi-kisi soal USM Polstat STIS 2020 dengan mengacu pada data jenis soal yang berhasil saya himpun dari teman-teman peserta USM Polstat STIS tahun 2019, pada 11-13 Mei 2019. Informasi yang saya kumpulkan ini setidaknya memberikan gambaran riil mengenai bab atau bahasan apa saja yang diujikan dan keluar dalam USM Polstat STIS 2019 dan sebagai bekal memprediksi USM Polstat STIS 2020.

Kalau saya amati, ada sebanyak 31 bab atau bahasan Matematika IPA yang keluar dalam USM Polstat STIS 2019. Beberapa bab atau bahasan juga terdapat beberapa rincian mengenai subbab yang keluar. Mengingat sejak 2018 lalu, USM Polstat STIS Tahap I hanya Matematika, maka saya sudah tidak perlu mengunggah mengenai kisi-kisi Bahasa Inggris.

Semoga sedikit hal yang saya bagi kepada teman-teman ini dapat bermanfaat dan setidaknya memberi gambaran mengenai apa saja yang harus teman-teman kuasai sebelum menghadapi USM Polstat STIS Tahap I. Prediksi USM Polstat STIS 2020 dalam waktu dekat akan saya unggah berikut dengan pembahasannya. Terima kasih. Selamat menyimak kisi-kisinya dan jangan lupa share ya teman-teman.


Selasa, 14 Mei 2019

Kisi-Kisi USM Polstat STIS Tahap II 2019; TKD CPNS CAT BKN

SKD CPNS USM Polstat STIS 2019 2020 2021
Mengulas kisi-kisi Tes Kemampuan Dasar USM Polstat STIS 2019
Selamat pagi teman-teman semua, kali ini saya akan berbagi dan sedikit mengulas kisi-kisi Ujian Seleksi Masuk (USM) atau SPMB Polikteknik Statistika Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (Polstat STIS) Tahun 2018 lalu yang berhasil saya himpun dari teman-teman peserta USM Polstat STIS 2018.

Tujuannya adalah untuk memberikan sedikit gambaran mengenai bentuk dan jenis soal TKD atau SKD CPNS SPMB Polstat STIS tahun 2019 dan tahun berikutnya. Adapun kisi-kisi yang saya berikan kepada teman-teman ini masih perlu dilengkapi jadi tidak 100 persen tercakup. Yang perlu diketahui bahwa pada tes USM Polstat STIS Tahap II kali ini terdiri atas 3 subtes yang biasa diujikan dalam sistem penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) oleh Badan Kepagawaian Negara (BKN).

Dalam tes TKD ini terbagi dalam 3 jenis subtes, yaitu Tes Intelijensi Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Tahun 2018, TKD ini dilakukan dengan menggunakan komputer atau Computer Assisted Basic (CAT), masing-masing memiliki passing grade atau nilai mati yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan tes. Untuk TIU, passing gradenya adalah sebesar 80 dengan jumlah soal sebanyak 30 butir. Untuk TWK, batas minimal nilainya adalah sebesar 75 dengan jumlah soal sebanyak 35 butir, sedangkan TKP memiliki passing grade sebesar 143 dengan jumlah soal sebanyak 35 butir.

Kriteria Lulus
Syarat lulus minimal adalah sama dengan atau melebihi semua passing grade untuk masing-masing subtes, baik TIU, TWK, dan TKP. Bila salah satu subtes kurang dari passing grade, maka tidak lulus. 

Kisi-kisi TIU
Kisi - kisi TIU pada USM Polstat STIS 2018 diberikan sebagai berikut:
1. Barisan dan deret;
2. Hitung sederhana, penambahan, perkalian, persentase;
3. Luas bidang;
4. Volume bangun, misal balok, kubus;
5. Perbandingan senilai dan berbalik nilai, termasuk skala;
6. Logika matematika;
7. Sinonim;
8. Antonim;
9. Kemampuan analitik, misal bentuk benda diputar, menebak bentuk benda berdasar jaring-jaringnya;

Kisi-kisi TKP
Khusus kisi-kisi TKP ini pertanyaannya adalah seputar kepribadian teman-teman apabila telah menjadi Abdi Sipil Negara (ASN) nanti, pertanyaanya adalah karakteristik sikap dan kepribadian dalam berorganisasi dengan topik ANEKA:
1. Akuntabilitas;
2. Nasionalisme;
3. Etika Publik;
4. Konflik kepentingan;
5. Anti-Korupsi.

Jadi, pertanyaanya adalah menyangkut soal sikap dan pandangan teman-teman saat sudah menjadi ASN dengan kasus-kasus yang mungkin terjadi berkaitan dengan teman ANEKA itu dan teman-teman disuruh untuk menentukan dan mengambil sikap. Dalam TKP tidak ada poin minus dan semua soal harus dijawab karena justru berkurang jika ada soal yang tidak dijawab. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa dalam TKP, aspek konsisten teman-teman dalam mengambil sikap juga ditentukan. Artinya, bila ada soal yang sebenarnya mirip dan seharusnya diambil sikap yang sama, namun ternyata teman-teman justru mengambil sikap lain, maka itu menjadi bahan penilaian juga.

Kisi-kisi TWK
Untuk TWK sendiri, saya memang khusus kemarin mengumpulkan dan merekap dari hasil wawancara teman-teman peserta USM Polstat STIS angkatan 60, kisi-kisi yang saya dapatkan adalah sebagai berikut:

1. Pancasila
2. UUD 1945
3. Teori Kenegaraan
4. Sejarah Indonesia
5. Bhineka tunggal ika
6.KAA
7.Kabinet
8. Pemilu
9. Penulisan bilangan
10. GNB
11. Nilai pancasila
12. Pasal ttg hak
13. Ide pokok
14. Kalimat efektif
15. Tugas dan wewenang Komisi Yudisial
16.Makna kata
17. Legislatif
18. Eksekutif
19. Fakta Opini
20. Kalimat Utama
21. Tata Negara
22. HI (Hubungan Internasional)
23. Penggunaan Huruf Kapital
24.organisasi asia (MEA)
25.sekolah zaman hindia-belanda
26. Pasal bela negara
27. Pasal wajib ikut usaha pertahanan dan keamanan negara
28. Pasal 33
29. Pasal tentang perda
30. PPKI
31. Globalisasi
32. PUTERA
33. Konstitusi RIS
34. Bentuk partai(multipartai, Dwi partai, dll)
35. Dwikora
36. Tap MPR tentang budaya
37. Pidato ir.soekarno pada 1 juni
38. Keanggotaan indonesia di PBB
39. lembaga tertinggi sebelum dan sesudah amandemen
40. uu no 34 tentang TNI
41. Penggunaan kalimat ulang
42. UU ttg pejalan kaki di jalan raya
43. Pertama kali desentralisasi itu pas kapan
44. Wewenang lembaga yudikatif
45. Peran Indonesia dalam perdamaian dunia
46. Anggaran APBN untuk pendidikan
47. Serangan umum 1 Maret
48. Organisasi pembantu polisi
49. Anggota DPRD kota maksimum dan minimum jumlahnya berapa
50. Yangg mengusulkan isi teks proklamasi
51. Nama Ketua Organisasi yang mengesahkan UUD 1945

Berikut ini saya bagikan link untuk bekal latihan USM Polstat STIS Tahap II: TKD CPNS, bisa teman-teman klik link berikut

Baiklah, demikian sedikit kisi-kisi USM Polstat STIS Tahap II: TKD CPNS CAT BKN yang bisa saya share ke teman-teman, semoga sedikit memberi gambaran dan menjadi acuan untuk belajar dan mencari bahan belajar untuk melaksanakan USM Tahap II beberapa minggu mendatang. Semoga lolos USM Polstat STIS 2019.

Selasa, 07 Mei 2019

Semua Tentang Politeknik Statistika STIS, USM STIS, Perkuliahan, dan Prospek Lulusan Polstat STIS 2019/2020

USM STIS
Mengenal Polstat STIS dari beragam sisi

Apa Itu Polstat STIS?
Politeknik Statistika Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (Polstat STIS) merupakan salah satu sekolah Ikatan Dinas (ID) di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS). Berbeda dengan Sekolah Kedinasan, Polstat STIS tidak memberlakukan pungutan biaya bagi setiap mahasiswa/i-nya selama masa pendidikan kampus, baik Diploma III maupun Diploma IV.

Polstat STIS sendiri awalnya bernama Akademi Ilmu Statistik (AIS), kemudian berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), dan sekarang menjadi Politeknik Statistika STIS. Kampus Polstat STIS sendiri di Indonesia hanya satu, yaitu beralamat di Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur. Setiap tahun, Polstat STIS mengadakan seleksi bagi alumni SMA/MA putra/i terbaik bangsa untuk mendapatkan kuliah di Polstat STIS secara cuma-cuma tanpa biaya kuliah.

Apa Saja Jurusan yang Ada di Polstat STIS?
Jurusan di Polstat STIS hingga tahun 2019 masih terdiri atas 3 jurusan, yaitu jurusan Statistika Ekonomi (SE), Statistika Sosial dan Kependudukan (SK), dan Komputasi Statistik (KS). Dari ketiga jurusan tersebut, baru-baru ini yang banyak menjadi pilihan pendaftar adalah jurusan KS, mengingat tantangan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang kian pesat, jurusan KS dianggap sebagai pilihan utama karena pengembangan ilmu statistik berbasis komputer atau perangkat lunak sangat mudah, cepat, dan memiliki daya saing di dalam kehidupan.

Penulis sendiri adalah alumni STIS jurusan SE, jadi acapkali bila ditanya soal jurusan mana yang paling susah dan paling mudah, hampir bisa dipastikan penulis tidak tahu teman-teman. Namun pada intinya, kalau kita memiliki modal dasar yang kuat dalam diri kita, misal memang memiliki basis pengetahuan IT yang cukup, maka jurusan KS sangat direkomendasikan.

Apa saja beda antar jurusan tersebut?
Adapun perbedaan antar jurusan tersebut adalah pada jenis mata kuliah yang dipelajari. Gambaran secara umumnya, untuk jurusan SE itu kebanyakan belajar mengenai mata kuliah ekonomi, baik mikroekonomi maupun makroekonomi, analisis-analisis ekonomi dengan alat statistik, serta belajar mengenai jenis-jenis statistik dasar sebagai bekal untuk melakukan pengolahan data ekonomi dan penyajiannya. Untuk jurusan SK, secara umum yang dipelajari adalah mata kuliah ilmu sosial dan budaya, pendidikan, kesehatan, dan komunikasi, disertai dengan belajar tentang alat-alat statistik yang dapat digunakan dalam mengolah data terkait sosial budaya dan pendidikan serta kesehatan. Sedangkan pada jurusan KS, teman-teman bakal belajar cara coding bahasa Java dan sejenisnya untuk membuat dan menerapkannya sebagai produk untuk mengolah data statistik, juga dibekali dengan ilmu statistika dasar untuk memberikan pengetahuan mengenai logika-logika statistik yang diperlukan dalam membuat aplikasi pengolah data dan penganalisis data statistik.

Syarat Daftar Polstat STIS 2019
Berdasarkan informasi terbaru dari website resmi Polstat STIS, untuk pendaftaran Tahun Akademik 2019/2020, syarat dan ketentuan pendaftaran Polstat STIS adalah sebagai berikut:

1. Sehat jasmani dan rohani (dapat dan layak bekerja dan beraktivitas, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan), tidak buta warna total atau parsial (sebagian) (karena berhubungan dengan data-data statistik yang penuh unsur warna dalam membedakan), dan bebas Narkoba;

2. Lulusan SMA/MA Jurusan IPA/IPS (Mulai tahun 2019, jurusan IPS bisa daftar Polstat STIS);

3. Calon lulusan SMA/MA jurusan IPA/IPS T.A. 2018/2019 kelas XII;

4. Nilai Matematika dan Bahasa Inggris minimal 70,00 (Skala 0 - 100), atau 2,80 (Skala 1 - 4) pada rapor kelas XII semester I;

5. Umur minimal 16 tahun dan maksimal 22 tahun per 1 September 2019;

6. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan di Polstat STIS sampai pengangkatan PNS;

7. Tidak sedang menjalankan Ikatan Dinas dengan Instansi lain;

8. Bersedia mematuhi aturan dan tata tertib di Polstat STIS;

9. Bersedia menandatangani Surat Perjanjian Ikatan Dinas (SPID) bagi yang dinyatakan lulus seleksi dan akan mengikuti pendidikan di Polstat STIS;

10. Setelah lulus dari Polstat STIS, bersedia ditempatkan di Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat atau daerah/Kementerian/Lembaga/Instansi Lainnya sesuai penempatannya di seluruh wilayah Indonesia baik pusat maupun daerah.

Ujian Saringan Masuk (USM) Polstat STIS 2019
USM Polstat STIS 2019 mirip dengan USM Polstat STIS 2018 lalu, di mana teman-teman pendaftar melakukan pendaftaran secara daring atau online, lalu teman-teman mengisi data pendaftar melalui portal Badan Kepegawaian Negara (BKN), yaitu https://sscasn.bkn.go.id dengan menginput Nomor Induk Kependudukan (NIK) baik di KK (bagi yang belum) atau di KTP (bagi yang sudah punya KTP) dan Nomor Kartu Keluarga (KK). Bagi teman-teman yang KK-nya bermasalah atau NIK tidak terditeksi dalam portal BKN, silakan mengurus NIK tersebut ke dinas catatan sipil terdekat. Bisa juga membetulkan bila terjadi salah nama, atau nama tidak sesuai di KTP dan KK-nya. Konfirmasi masalah KTP dan KK ini disarankan jauh hari sebelum pendaftaran dibuka ya teman-teman.

Langkah selanjutnya adalah dengan login kembali ke SSCASN dengan menggunakan NIK dan password yang sudah didaftarkan teman-teman. Intinya buat akun dulu di portal BKN, nanti buat password sendiri atau digenerate sistem passwordnya. Pilih sekolah kedinasan Polstat STIS dan mengisi data diri teman-teman sesuai format portal.

Kemudian mencetak bukti pendaftaran tersebut, buktinya dalam bentuk form pendaftar begitu lalu dicetak.

Lantas, teman-teman akses portal SPMB Polstat STIS dengan alamat https://spmb.stis.ac.id silakan login dengan akun yang telah didaftarkan di portal BKN tadi, masukkan NIK dan password. Setelah melengkapi data, teman-teman akan mendapatkan kode pembayaran dan dilanjutkan dengan pembayaran. Untuk pendaftaran Polstat STIS T.A. 2019/2020, biaya pendaftarannya Rp. 300.000,- per peserta. Pembayaran dapat dilakukan melalui ATM atau Teller Bank yang telah bekerjasama dengan Polstat STIS atau yang ditunjuk oleh pihak Polstat STIS. Sebagai rekomendasi, ada baiknya pembayaran dilakukan melalui Teller bank agar bukti setor biaya pendaftarannya dapat langsung terekam buktinya. Melalui ATM terkadang kertasnya habis, jadi sangat berisiko.

Langkah berikutnya adalah teman-teman login ke portal SPMB Polstat STIS untuk mencetak Kartu Tanda Peserta Ujian Masuk (KTPUM) kemudian bisa teman-teman cetak, kali ini dari pihak Polstat STIS menyarankan agar dicetak di kertas A4. Banyak kasus tahun 2019, foto peserta terkadang merupakan foto orang lain, bila teman-teman mendapati kondisi tersebut, silakan konfirmasi ke helpdesk Polstat STIS : helpdesk.stis.ac.id.

Terakhir, silakan teman-teman baca catatan pada KTPUM yang sudah dicetak. Sebagai informasi tambahan, untuk tahun 2019, pada tahapan pendaftaran di portal BKN, tidak ada tahapan Verifikasi untuk pendaftaran Polstat STIS, jadi bila terdapat kondisi menunggu tahapan verifikasi berkas, diskip saja atau lanjut saja ke pendaftaran portal Polstat STIS.

Untuk pengisian nomor kode are bagian HP atau telepon, teman-teman bisa memasukkan kode +62 diikuti nomor di belakang angka 0 di HP teman-teman, misal: 081244019483 menjadi +6281244019483, begitu.

Pada portal BKN, diminta memasukkan tahun lulus dan nomor ijazah, lantas bagaimana dengan teman-teman yang masih kelas XII, artinya menjelang lulus dari SMA/MAnya? Bisa menggunakan tahun lulus dan nomor ijazah terakhir, jadi ijazah SMP teman-teman. Sedangkan bagi yang sudah lulus tahun 2018 atau 2017, bisa menggunakan ijazah SMA/MA.

Apa Saja Tips dan Trik Persiapan USM Polstat STIS?
Adapun tips dan trik menghadapi USM Polstat STIS bisa penulis sampaikan dalam beberapa poin berikut:

1. Perbanyak mengerjakan latihan soal, entah dari buku USM Polstat STIS yang dijual Kopma STIS, atau sebagai alternatif bisa juga menggunakan buku saya, hehe, berminat? Hubungi kontak WA: 081244019483;

2. Belajar hitung cepat, biasanya menguasai hitung perkalian cepat, bilangan kuadrat cepat dan ilmu hitung cepat lainnya;

3. Menguasai materi per bab yang diujikan dalam USM Polstat STIS, adapun kisi-kisi bab yang bisa teman-teman cari bahan materinya dapat kalian temukan dalam blog ini: Kisi-kisi USM Polstat STIS 2018, 2019, 2020

4. Karena jenis soal yang diujikan khusus USM Polstat STIS tahap I adalah Matematika IPA, maka untuk mendapatkan posisi aman (karena perangkingan nasional), dari 60 butir soal pilihan ganda, teman-teman paling tidak 60 persen atau sekitar 36-37 butir soal bisa dijawab dan yakin benar.

5. Kerjakan soal USM Polstat STIS yang dirasa paling mudah lebih dahulu, kalau dirasa susah atau mudah tapi butuh waktu lama, mending skip saja dulu, utamakan soal yang mudah dan bisa diselesaikan dengan cepat;

6. Seorang pemenang pertandingan itu biasanya ia tahu mengenai situasi dan kondisi arena pertandingan. Adakalanya, pernyataan ini benar, jadi diharapkan memang maksimal sehari sebelum USM, teman-teman mengetahui posisi dan tempat serta situasi dan kondisi di mana teman-teman akan mengikuti USM Polstat STIS. Ini akan berpengaruh pada psikis teman-teman, agar lebih kuat dan lebih siap (mengurangi gugup);

7. Olahraga teratur agar badan tetap sehat serta menjaga pola makan dan tidur;

8. Makan dan minum yang bergizi;

9. Beribadah secara teratur untuk menguatkan psikis;

10. Meminta doa dan restu orang tua.

Bagaimana Tingkat Persaingan Pendaftar Polstat STIS 2019
Berdasarkan data penutupan pendaftaran dari situs BKN per 1 Mei 2019 pada pukul 00.00 WIB lalu, jumlah pendaftar seluruh perguruan tinggi di bawah naungan portal BKN ada sebanyak 310.612 akun. Sedangkan yang melakukan pendaftaran di portal masing-masing Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) ada sebanyak 269.614 dengan total submit berkas sebanyak 248.074.

Adapun jumlah pendaftar Polstat STIS 2019 di akhir penutupan pendaftaran ada sebanyak 17.606 peserta untuk mengikuti USM Polstat STIS Tahap I pada tanggal 11 - 13 Mei 2019. Meskipun, secara riil yang mengikuti USM Polstat STIS Tahap I berjumlah 15.856 peserta, ada peningkatan sebesar 2,89 persen dibanding tahun 2018 yang sebesar 15.411. Selain Polstat STIS, jumlah pendaftar PKN STAN masih menduduki urutan teratas, yaitu 137.561 peserta dan diikuti oleh IPDN/STPDN sebanyak 43.037 peserta.

Bila kita rasiokan, kuota penerimaan Polstat STIS T.A 2019/2020 kali ini adalah 600 kursi atau peserta. Dengan demikian rasionya adalah 600 : 17.606 atau sebesar 0,034.

Kelebihan Kuliah di Polstat STIS
Karena memang nyata adanya, tak bosan-bosan penulis ingin mengulas kelebihan kuliah di Polstat STIS. Beberapa saja ya teman-teman, di antaranya:

1. Kuliah gratis, di awal tahun ajaran Mahasiswa/i baru memang dikenakan biaya, kalau tidak salah sebesar 2,5 juta rupiah, kendati begitu, biaya itu balik lagi ke teman-teman dalam bentuk Pakaian Dinas Akademik (PDA), Sepatu fantofel, seragam untuk mengikuti Outbound dan Pembinaan Kepemimpinan dan Kebangsaan yang dirangkum dengan judul tertentu;

2. Apa yang kita dapatkan, itulah yang kita kerjakan. Tak banyak lulusan kuliahan dapat menerapkan ilmu yang didapatkannya selama mengenyam pendidikan kuliah, di Polstat STIS, apa yang teman-teman tulis dalam buku catatan kuliah, itulah yang bakal teman-teman lakukan ketika sudah lulus dan bekerja di Badan Pusat Statistik (BPS) nanti, jadi tepat sasaran;

3. Setelah lulus langsung dapat pekerjaan, setelah lulus memang ada jedah menunggu, tapi tidak lama, nggak sampai setahunan kecuali pemerintah memberlakukan moratorium PNS. Tak sedikit lulusan kuliahan, kini bekerja tak menentu, serabutan, bahkan boleh jadi masih menganggur, atau menunggu waktu yang tepat untuk bekerja. Teman-teman lulusan Polstat STIS jangan risau, setelah lulus kuliah, tanaman yang telah ditanam dan dirawat itu bakal bisa teman-teman petik buahnya ketika sudah bekerja di BPS;

4. Banyak beasiswa melanjutkan studi lebih tinggi menunggu di BPS. Lulusan Polstat STIS selama mengarungi kehidupan kerja di BPS juga ditawarkan berbagai bentuk beasiswa baik melalui sponsor maupun yang dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), jadi kesempatan kuliah ke jenjang lebih tinggi sangat terbuka lebar.

Apakah Uang Saku per Bulan Ditiadakan? Mengapa?
Mulai tahun 2019, sistem pemberian Tunjangan Ikatan Dinas (TID) di Polstat STIS resmi ditiadakan. Inilah yang kemungkinan pula menjadi penyebab berkurangnya jumlah pendaftar Polstat STIS tahun ini. Tetapi jangan salah, soal perkuliahannya tetap gratis, tanpa dipungut biaya serupiah pun.

Kebijakan peniadaan TID ini bermula dari kesepakatan antara Polstat STIS dengan kemenkeu. Di PKN STAN saja sudah meniadakan uang saku atau TID, dengan menggunakan aturan terbaru, TID sendiri diisukan akan diberikan kepada mahasiswa/i STIS namun dalam bentuk uang makan. Namun, informasi resminya seperti apa masih kita tunggu bersama supaya tidak termakan hoax.

Setelah Lulus dari Polstat STIS ngapain?
Setelah lulus dari Polstat STIS, teman-teman akan ditempatkan di BPS RI (Pusat) untuk dilakukan training dalam bentuk magang. Hal ini menjadi komitmen BPS untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih siap sebelum benar-benar terjun penempatan di seluruh daerah.

Melalui kegiatan magang ini pula, lulusan Polstat STIS diberikan kompensasi dan insentif sesuai aturan yang berlaku di BPS. Yang jelas, untuk kebutuhan sehari-hari penulis rasa sangat layak dan sesuai.

Bagaimana Penempatan Lulusan Polstat STIS?
Sebagaimana dengan syarat dan ketentuan berlaku di pendaftaran USM Polstat STIS. Mulai tahun 2018 sebenarnya, lulusan Polstat STIS tidak hanya ditempatkan di BPS Pusat/daerah, tetapi juga ditempatkan di Kementerian/Lembaga/Instansi lain selain BPS (sesuai permintaan).

Untuk sistem prioritas penempatan lulusan Polstat STIS sendiri masih sama, yakni berdasarkan 4 prioritas. Pertama, peringkat 10 besar per jurusan ditempatkan di BPS Pusat/bebas memilih di daerah mana; Kedua merupakan putra/i daerah, maka bakal ditempatkan di daerah asalnya, dengan kondisi BPS di daerah asal membuka formasi pegawai baru untuk lulusan Polstat STIS sesuai ketentuan dan keputusan alokasi yang diajukan ke BKN; Ketiga berdasarkan pilihan alumni Polstat STIS sendiri secara reguler melakukan pengajuan daerah penempatan dengan mengisi formulir pilihan daerah penempatan kemudian disingkronkan dengan kebutuhan dan alokasi pegawai yang disetuji oleh BKN; Terakhir bagi siapa saja alumni yang masuk dalam permintaan K/L/I, maka mereka akan ditempatkan di K/L/I yang meminta ke BPS.

Bagaimana Pilihan Berkarir saat Bekerja di Badan Pusat Statistik (BPS)?
Berkarir di BPS ada 2 pilihan, yaitu melalui jalur struktural dan melalui jalur fungsional. Baru-baru ini, BPS mengarahkan untuk memperbanyak jumlah pegawai melalui jalur karir fungsional karena telah terbukti nyata kecepatan karir pada jalur fungsional lebih cepat. Dalam strukturnya, bisa jadi golongan staf lebih tinggi dari golongan kepala, karena ia staf jalur fungsional.
Dari sisi ekonomi, jalur fungsional juga memberikan kompensasi lebih dibandingkan struktural, yaitu melalui tunjangan kerja yang sedikit di atas struktural umum.

Adapun besarnya Tunjangan Kinerja (TK/Tukin) BPS, berdasarkan website resmi sekretaris kabinet atau https://setkab.go.id diberikan sebagai berikut:
TK Tukin
Besaran Tunjangan Kinerja di BPS, sumber: https://setkab.go.id/wp-content/uploads/2018/11/Tukin-BPS.png


Kamis, 25 April 2019

Quick Count dan Exit Poll, Mana yang Lebih Baik Digunakan?

real count
Memahami quick count dan exit poll
Pesta demokrasi belum usai. Momentum pemungutan suara rakyat memang selesai. Namun, semua pihak masih menunggu-nunggu, siapa presiden Indonesia periode 2019-2024. Saat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah melakukan rekapitulasi suara, baik di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) level terkecil, hingga rekapitulasi tingkat provinsi untuk kemudian dikompilasi. Di akhir nanti, KPU akan memutuskan siapa presiden terpilih pilihan rakyat Indonesia.

Kendati demikian, dalam perjalanan menuju pengumuman siapa presiden terpilih itu, berbagai jalan terjal harus dilalui. Masing-masing calon presiden dan calon wakil presiden telah melakukan jumpa pers sebagai efek dari hasil perhitungan cepat Quick Count (QC) oleh beberapa lembaga survei yang berdasarkan informasi telah disertifikasi langsung oleh KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Pengumuman hasil QC dilaksanakan pada Rabu sore (17/04/2019). Berdasarkan hasil hitung cepat QC tersebut, pasangan calon (paslon) nomor urut 01 dinyatakan mengungguli paslon nomor urut 02. Rata-rata lembaga survei menyatakan antara paslon 01 dan 02 terpaut sekitar 10 sampai 15 persen suara dari total sampel suara yang digunakan.

QC yang dinyakini sebagai salah satu metode statistik ternyata tidak cukup membuat pasca pesta demokrasi kembali kondusif setelah sekitar 6 bulan lamanya, hiruk pikuk kampanye digulirkan, malah tambah runyam. Mengingat hasil QC menyatakan kemenangan paslon 01, paslon 02 justru melakukan jumpa pers tersendiri dengan mengumumkan bahwa paslon 02 menang telak dari paslon 01 berdasarkan hasil survei Exit Poll (EP) yang dilakukan ahli statistik internal.

Lha? Kok masing-masing paslon saling mengklaim menang ini gimana?

Baik QC maupun EP sebenarnya merupakan salah satu teknik di dalam survei politik. Namun, berdasarkan buku karya Melissa Estok, Neil Nevitte, dan Glenn Cowan (2002) dalam bukunya menyatakan bahwa metode QC itu lebih reliable ketimbang metode EP. Menurut mereka, dalam QC, surveyor berada di tempat pemilihan untuk kemudian melaporkan hasil terhadap pemilihan dan perhitungan suara. Reliable yang dimaksudkan dalam QC oleh mereka adalah karena berdasarkan pengamatan langsung terhadap pemilihan dan perhitungan suara.

Sebaliknya, EP dilakukan dengan cara mewawancarai di luar tempat pemilihan, yakni bertanya kepada pemilih tentang siapa pilihan mereka. EP ini dinyatakan oleh Estok, Nevitte, dan Cowan tidak reliable sebab di dalam EP terdapat kemungkinan informasi yang didapatkan dari pemilih tidak benar, salah, atau tidak jujur.

Statistik kok dikriminalisasi

Bila di negara-negara maju hasil QC sangat dipercaya dengan alasan hasil studi ilmiah, di Indonesia malah sebaliknya. Banyak pihak yang, meski dalam tataran praduga tak bersalah, menyangka bahwa hasil QC yang dilakukan beberapa lembaga survei tidak benar, salah, bahkan dilaporkan ke polisi dengan alasan pembohongan publik. Statistik politik justru dibalik menjadi politisasi statistik, di mana bila statistik menunjukkan dukungan, maka pihak oposisi menyatakan menolak hasil statistik. Sebaliknya, bila statistik tidak menunjukkan dukungan, maka pihak oposisi mengklami bahwa statistik tersebut benar dan jujur.

Anggapan sekaligus prasangka semacam ini tentu tidak menyehatkan demokrasi di Indonesia. Negara yang menjunjung tinggi kebhinekaan dan perbedaan pendapat serta mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat, saat ini tengah diuji oleh dagelan politik yang tidak jujur dan penuh dengan fitnah. Politik dibenturkan dengan ilmu pengetahuan, dalam hal ini statistika, seolah-olah berlawanan. Hal ini agaknya sama dengan pernyataan Estok, Nevitte, dan Cowan dalam buku The Quick Count and Election Observation, An NDI Handbook for Civic Organizations and Political Parties terbitan tahun 2002. Dalam buku tersebut dinyatakan bahwa:

Quick Counts are politically neutral--but those conducting quick counts must take careful account of the political environment.

Pada intinya, QC merupakan metode statistik yang netral, namun perlu keterhati-hatian apabila ia digunakan dalam lingkungan politis. Ini jelas menyatakan bahwa QC sendiri hanyalah sebuah alat atau tool, yang dalam aplikasinya juga ditentukan oleh sampling error dan nonsampling error. Faktor human error juga memberi pengaruh dalam menghasilkan statistik, tetapi, tidak banyak orang memahami bahwa dalam statistik itu sendiri, bukanlah angka statistiknya yang terpenting, melainkan pada metode apa yang digunakan dan bagaimana cara menggunakan metode tersebut dalam aplikasi perhitungan suara pemilu.

Makanya, sangat aneh jika di negeri yang mengaku menjunjung demokrasi ini justru membenturkan statistik dan politik, ah bukan politik, melainkan kepentingan politis lebih tepatnya. Padahal, statistik sendiri merupakan produk ilmu pengetahuan yang terus berkembang secara metodologis dan praktisnya. Kriminalisasi statistik seolah menjadi hal yang wajar untuk meraih keinginan semata. Tak banyak pula dari kita yang mengetahui bahwa dalam mendapatkan statistik, beragam syarat harus terpenuhi sehingga galat dari statistik sendiri seminimal mungkin. Artinya, dalam statistik, selang interval dengan tingkat keyakinan tertentu, sebuah statistik berpeluang sama dengan parameter populasi yang sesungguhnya. Inilah mengapa menurut dosen Polstat STIS dan penulis buku, Hardius Usman, mengatakan bahwa jika statistik sudah didapatkan, jangan mimpi eror akan mengubahnya secara signifikan, kecuali ada keajaiban.(*)

Selasa, 26 Maret 2019

Apa Itu p - Value dalam Statistika?

statistik
Belajar memahami p - value
Dalam prosedur statistik, pengujian hipotesis dalam praktiknya berkaitan dengan statistik uji dari hasil perhitungan. Setelah mendapatkan statistik uji tersebut, selain membandingkan dengan nilai tabel distribusi statistik, juga bisa dilihat dengan membandingkan antara nilai peluang dari statistik uji dengan peluang alpha sebagai acuan apakah sampel yang digunakan telah cukup bukti untuk menolak hipotesis nol, atau justru tidak cukup bukti untuk menolak (menerima hipotesis nol).

Pada tahap memperbandingkan antara statistik uji dengan nilai tabel distribusi inilah yang amat penting. Karena, ketidaktelitian bisa jadi justru menghasilkan kesimpulan yang salah. Menyangkut nilai peluang dari hasil perhitungan statistik uji inilah yang kemudian memunculkan istilah yang disebut p -value.

Dalam buku yang berjudul Applied Design of Experiments and Taguchi Methods, karya Krisnahaiah dan Shahabudeen (2012), disebutkan bahwa p - value approach is defined as the smallest value signification level (alpha) at which the stated null hypotesis is rejected. Jadi, p - value didefinisikan sebagai nilai terkecil pada taraf (dari) alpha (misal: 5 persen atau 10 persen) yang menyatakan bahwa hipotesis nol tertolak (cukup bukti untuk menolak hipotesis nol).

statistic
Letak p - value dalam distribusi sampling
Karena nilai dari p - value merupakan nilai terkecil dari alpha, maka ada kebolehjadian nilai p - value ini sama dengan nilai alpha itu sendiri. Meskipun, pada saat nilai p - value  sama dengan nilai alpha, maka sudah masuk pada kesimpulan tidak cukup bukti untuk menolak hipotesis nol (hipotesis nol diterima).

Lebih jauh, Krisnahaiah dan Shahabudeen menyatakan bahwa p - value adalah daerah (luasan) di samping kiri dan kanan dari sebaran distribusi sampling yang dibatasi oleh nilai statistik uji, dalam hal ini adalah nilai observasi dari statistik sampel (contoh).(*)

Selasa, 19 Maret 2019

Konsekuensi Menghilangkan Pencilan (Outlier) Data

outlier
Konsekuensi menghilangkan pencilan data, dokpri.
Dalam praktiknya, tidak semua data akan terlihat ideal, kalau dalam istilah statistik tampak smooth. Ketidakberaturan data acapkali membuat kita sedikit terganggu, bahkan, bagi mereka yang tengah menyelesaikan model statistik untuk karya tulis ilmiahnya (skripsi, tesis, atau disertasi) bisa menjadi stres. Alasannya hanya satu, eror model tidak memenuhi asumsi kenormalan. Atau alasan lain yang sejenis, datanya tidak beraturan, rusak, atau saking rusaknya, tidak bisa diolah.

Hal sejenis juga pernah saya alami, misalnya saat mengolah dan mencari fit model untuk analisis hasil Sensus Ekonomi 2016 Lanjutan. Awalnya, dengan data yang ukurannya terbilang besar saya yakini bakal menghasilkan model statistik yang baik, tetapi kenyataanya tak sedikit yang mengalami kendala akibat adanya pencilan atau oulier.

Sebagaimana pada artikel yang pernah saya sampaikan dalam blog ini, sebetulnya pencilan itu ada manfaatnya, terutama sebagai bahan analisis tambahan atau indept study tentang suatu hal atau fenomena yang berkaitan dengan kajian yang kita lakukan. Namun, saat saya mengolah dan mencari model fit untuk data SE2016-Lanjutan, data dengan ukuran sebesar itu masih terdapat banyak pencilan atau outlier di dalamnya.

Karena pencilan tersebut terasa sangat mengganggu, maka saya membuang satu per satu pencilannya. Secara teori, bila seluruh pencilan dalam eror model sudah diseleksi dan dihapus, maka model yang baru akan terlihat lebih smooth. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, pencilan baru justru muncul dan muncul lagi.

Kondisi ini setidaknya menambah pengalaman sekaligus pembelajaran bagi saya. Bahwa konsekuensi menghilangkan pencilan atau outlier dari data atau model itu menimbulkan pencilan baru. Bila banyak data pencilan baru yang dihilangkan, dampaknya juga akan mengurangi kekayaan informasi di dalam data maupun model.

Tak hanya itu, karena jumlah sampel (n) dalam model dihapus akibat terdapat pencilan-pencilan baru tadi, maka sedikit banyak akan memberikan pengaruh menurunkan nilai R square adjusted pada model karena penimbang ukuran ini memperhatikan n.

Demikian sedikit obrolan kita terkait konsekuensi menghilangkan pencilan data. Semoga bermanfaat.(*)

Senin, 21 Januari 2019

Pengumuman Hasil Try Out Online USM Polstat STIS 2019 Ke-II

TONAS STIS STAN STMKG STIN STKS 2019
Pengumuman hasil Try Out Online UMBK USM Polstat STIS 2019 ke-II
Selamat sore teman-teman, semoga kalian tetap sehat dan masih bersemangat belajar untuk persiapan UMBK USM Polstat STIS 2019 nanti. Kemarin kita telah melaksanakan Try Out USM Polstat STIS 2019 untuk kedua kalinya. Bedanya, TO ke-II ini berbayar, tujuannya biar teman-teman serius saja dalam mengerjakan sehingga ada effort-nya.

Tentunya, ada effort maksimal, pasti ada yang namanya rewards. Berikut hasil penilaian oleh Tim ngobrolstatistik.com selama seharian penuh untuk mengawal jalannya TO ke-II. Bagi nomor peserta peringkat 1, 2, dan 3, silakan teman-teman chat saya (081244019483 via WA) untuk mengklaim rewardnya. Sebagai catatan, bahwa reward dalam TO ini bukan bersumber dari pendaftaran peserta sehingga bukanlah hal yang terlarang. Terima kasih bagi teman-teman yang ikut berpartisipasi dalam event sederhana ini, ke depan, tim ngobrolstatistik akan menyiapkan Try Out Online TKD CPNS Polstat STIS 2019, pengumuman lebih lanjut akan diberitahukan via grup WA dan semua media partner dari ngobrolstatistik.com. Terima kasih kepada tim ngobrolstatistik yang telah berupaya membantu kelancaran kegiatan ini.

Semoga semua peserta LOLOS USM Polstat STIS 2019 yang akan digelar sekitar April - Juni 2019 nanti.


Minggu, 20 Januari 2019

Memahami Deret Fourier dengan Cepat


Deret Fourier
Belajar Deret Fourier
Setelah belajar tentang fungsi genap dan fungsi ganjil (yang belum dapat materinya silakan klik di sini), saya akan melanjutkan berbagi mengenai Deret Fourier. Dalam jenjang perkuliahan, deret ini merupakan salah satu bahasan khas karena memang sifat deretnya yang juga khas.

Dengan mempelajari dan memahami deret ini, dalam beberapa bidang bisa juga diterapkan. Misalnya dalam bidang fisika, kimia, biologi atau bisa jadi dalam bidang ekonomi. Pemahaman mengenai deret Fourier ini menjadi perlu karena berbeda dengan deret dalam matematika dasar, seperti deret aritmatik atau deret geometrik.

Demikian sedikit pengantar dari saya, semoga bisa dipelajari dan dipahami dengan baik. Karena topik yang saya berikan rupanya sudah ke ranah pengembangan, kelak akan saya racik beberapa materi terkait dan menjadi dasar dari pemahaman deret Fourier ini. Selamat berlajar! Semoga sukses.


Paham Fungsi Genap dan Fungsi Ganjil Secepat-cepatnya

fungsi matematika
Belajar fungsi genap dan fungsi ganjil
Selamat siang teman-teman, apa kabar kalian semua? Semoga tetap sehat dan selalu semangat belajar untuk persiapan SBMPTN, USM, UNBK tahun 2019/2020. Beberapa waktu lalu saya mendapatkan pesan singkat yang berisi permintaan teman-teman untuk mengunggah materi terkait fungsi genap dan fungsi ganjil.

Sedikit OOT dari tema blog ini, saya akan kembali berbagi mengenai tema matematika, khususnya pembahasan fungsi genap dan fungsi ganjil. Saya rasa teman-teman juga sudah familier dengan dua istilah ini ya. Namun, ternyata masih ada pula teman kita yang belum tahu dan paham bagaimana sebuah fungsi dapat dikatakan sebagai fungsi genap atau fungsi ganjil.

Dalam pembahasan materi singkat kali ini, saya juga memberikan beberapa contoh sederhana agar teman-teman juga cepat paham mengenai apa yang kita bahas di unggahan ini. Baiklah, demikian sekilas pengantar singkat dari saya dan jangan bosan-bosan untuk tetap stay tune di blog ini. Semoga teman-teman bisa sukses menembus SBMPTN 2019, USM PTK baik Polstat STIS 2019, PKN STAN 2019, STMKG 2019, atau PTK sejenis lainnya, serta semoga kalian dimudahkan semua LULUS UNBK 2019 nanti. Selamat belajar!