Selasa, 12 November 2019

Tabel Distribusi Frekuensi, Cara Membuat, dan Kelemahannya

distribusi data
Menguak kelemahan tabel distribusi frekuensi
Data menjadi bagian penting dalam kehidupan. Kebijakan publik juga selalu berdasarkan pada data lho teman-teman. Sebab, tanpa data, biaya untuk pembangunan akan sangat mahal. Tidak hanya itu, pembangunan tanpa data memiliki kemungkinan buruk lebih besar. Data menjadi dasar bagi pemerintah dan kita semua dalam perencanaan juga sebagai bahan baku analisis. Tepat tidaknya dalam menganalisis data inilah penentu apakah kesimpulan yang terjadi sudah tepat atau justru sebaliknya.

Setelah sebelumnya kita sedikit mengulas perbedaan data dan informasi, kali ini kita coba ngobrol mengenai jenis data. Secara garis besar, data terbagi menjadi dua, yaitu data tunggal dan data majemuk atau biasa kita sebut data berkelompok. Data tunggal merupakan suatu set barisan acak  angka-angka, benda, simbol, gambar, atau entitas nyata. Sedangkan data majemuk atau data berkelompok adalah data tunggal yang dikelompokkan atau suatu data yang dikelompokkan menurut kolom dan baris sejumlah tertentu dengan kelas dan panjang kelas interval tertentu dan masing-masing kelas memiliki frekuensi sehingga bisa disebut juga tabel distribusi frekuensi.


Arah dari diskusi kita adalah melihat kelebihan dan kekurangan antara data tunggal dan data majemuk atau berkelompok. Untuk itu, supaya memudahkan, kita coba membangun suatu data tunggal fiktif yang kita namai data nilai Try Out USM Polstat STIS 2019 (TONAS) yang secara berurutan kita sajikan dalam Excel berikut ini:

Informasi
Data nilai Try Out USM Polstat STIS 2019 (fiktif)
Data tersebut kita bangun secara sederhana, meski pada kenyataannya, suatu data bisa jadi sangat acak dan tidak berurutan sebagaimana yang kita contohkan. Hal ini hanyalah untuk memudahkan kita untuk membuat tabel frekuensinya dan tabel frekuensi kumulatifnya.

Dalam membentuk jumlah kelas yang terbentuk, secara teori kita bisa menggunakan Rumus Sturges, namun karena cuma untuk latihan memahami data berkelompok dan data tunggal, kita tidak menggunakan dasar pengelompokan Sturges untuk data kita. Hasilnya sebagaimana pada gambar di bawah ini teman-teman. Dari data tunggal, kita kelompokkan dalam 9 kelas interval berikut frekuensi kelas masing-masing dengan total ada 40 siswa yang ikut TONAS USM Polstat STIS 2019.
Tabel Distribusi Data
Tabel distribusi nilai TO USM Polstat STIS 2019 (fiktif)
Berdasarkan tabel frekuensi di atas, kita lihat ada sebanyak 10 siswa yang mendapatkan nilai dengan interval 75-79. Dari hasil tabulasi data tunggal menjadi berkelompok tadi, kita akan menghitung rata-rata atau mean dari data berkelompoknya menggunakan rumus berikut:
rata-rata
Rata-rata (mean) data teknik nilai tengah
Dari hasil penghitungan dengan rumus di atas, kita dapatkan bahwa mean dari data berkelompok dengan teknik nilai tengah masing-masing kelas bisa ditampilkan sebagai berikut:
rata-rata nilai
Teknik mencari rata-rata dengan nilai tengah kelas
Sehingga rata-rata nilai 40 siswa yang mengikuti TONAS USM Polstat STIS 2019 adalah 3.170 : 40 = 79,250. Tetapi, jika kita menghitung mean dengan menggunakan data tunggal, hasilnya 78,825. Lah, kok bisa beda ya? Padahal data yang kita gunakan sama lho.

Baiklah, kita coba lupakan sejenak tentang hasil penghitungan angka rata-rata tadi. Mungkin otak kita mulai berputar-putar mencari tahu penyebab dari perbedaan. Sudahlah, kita lanjut saja untuk mencoba menghitung statistik lainnya dari data tersebut. Berikutnya kita akan menghitung median atau nilai tengah dari data tersebut dengan menggunakan rumus berikut:
median modus range kelas lebar
Rumus median data berkelompok
Rumus di atas ini biasa digunakan untuk menentukan median dari data berkelompok. Kalau untuk mendapatkan median dari data tunggal, kita cukup mengurutkan data tunggal tersebut dari yang paling kecil sampai yang terbesar kemudian kita cari mediannya dengan mencari titik tengah data. Kalau ada 40 unit data, berarti median data tunggal terdapat pada data ke-20 dan ke-21 kemudian dibagi dua.

Sedangkan untuk menentukan median data berkelompok, kita masih memerlukan beberapa elemen datanya, yaitu kelas bawah yang mengandung median, panjang kelas, frekuensi kelas yang mengandung median, serta frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung median data tersebut.
statistik
Rumus modus data berkelompok
Selanjutnya, untuk menghitung nilai modus data berkelompok, kita perlu pahami rumus di atas. tentu berbeda dengan mendapatkan modus data tunggal yang kita lakukan secara manual dengan mencari data yang paling banyak keluar atau nilai data yang sama paling banyak dalam se-set data tunggal, tanpa mengurutkan pun tidak apa-apa.
data statistik
Mencari median dan modus data berkelompok
Dengan menggunakan kedua rumus tadi, untuk median data tunggal kita dapatkan nilai 79,500. Ternyata, setelah kita hitung, median untuk data berkelompoknya juga sama, yaitu sebesar 79,500. Sedangkan nilai modus untuk data tunggalnya kita dapatkan nilai 76,000, sedangkan modus setelah kita tabulasikan menjadi data berkelompok sebesar 77,577.

Kedua hasil perhitungan mean, median, dan modus antara data tunggal dan data tunggal yang sudah dikelompokkan ternyata ada yang berbeda. Nilai mean dan modus data berkelompok cenderung lebih besar ketimbang data tunggal, sedangkan nilai median antara data tunggal dan berkelompok sama besar.

Berdasarkan contoh sederhana ini, dapat kita simpulkan bahwa kelebihan dari tabel distribusi frekuensi atau data berkelompok adalah lebih ringkas dan lebih memudahkan kita untuk mendapatkan informasi. Tapi kelemahannya, tabel distribusi frekuensi mengandung informasi yang hilang sehingga hasil perhitungan cenderung over estimate. Sedangkan untuk perhitungan mediannya yang kebetulan sama karena dalam menghitung median, kita menghilangkan unsur rata-rata dan interval kelas, kita hanya memerhatikan frekuensinya saja sehingga tidak dipengaruhi oleh pencilan atau outlier data.

Pertanyaan selanjutnya adalah: angka mana yang kita menangkan?

Karena kita mengetahui betul data tunggalnya, maka angka yang kita menangkan adalah dari data tunggalnya. Sebab, hilangnya informasi mengenai angka nyata dalam setiap interval kelasnya, menjadikan tabel distribusi frekuensi atau data berkelompok mempunyai kesalahan. Bukankah justru makna statistiknya ada pada angka data berkelompok? Memang, tetapi informasi yang ada pada data tunggal lebih utuh. Oke, demikian sedikit pembahasan kita terkait data tunggal dan data berkelompok.

Senin, 28 Oktober 2019

Tabel Z | Distribusi Normal Baku (Normal Distribution) dan Cara Membaca Tabel Distribusi Normal

distribusi normal
Belajar Baca Tabel Z
Distribusi normal merupakan salah satu jenis distribusi teoritis yang banyak dipelajari dalam statistika. Distribusi ini digolongkan sebagai distribusi variabel kontinu dan memiliki beberapa ciri khas yang tidak dimiliki oleh distribusi teoritis lain. Distribusi normal banyak digunakan dalam pembelajaran statistika karena ia menjadi "induk" atau distribusi acuan distribusi teoritis lain, seperti distribusi t students, distribusi khi kuadrat, distribusi Poisson, dll.

Distribusi normal adakalanya disebut sebagai distribusi Gauss karena Gauss dinyakini sebagai salah satu pakar keilmuan yang berperan penting dalam perkembangan ilmu statistika, termasuk histori penurunan formula distribusi normal ini. Secara matematis, distribusi normal merupakan bentuk fungsi eksponensial dengan mengandung konstanta standar deviasi dan rata-rata suatu populasi. Adapun domain dari fungsi distribusi normal adalah minus tak hingga sampai positif tak hingga. Formula dari fungsi distribusi teoritis normal pada umumnya dapat dituliskan sebagai berikut:
Distribusi Z
Formula Umum Distribusi Normal
Distribusi normal sendiri kita ketahui bersama memiliki beberapa karakteristik. Setidaknya ada 5 karakteristik kurva distribusi normal, yaitu:
1. Berbentuk seperti lonceng terbalik;
2. Kurvanya selalu berada di atas sumbu X;
3. Berbentuk simetri dengan rata-rata (miu) sama dengan 0;
4. Mempunyai 1 buah modus yang nilainya sama dengan rata-ratanya mod = miu = 0;
5. Luasan di bawah kurva menunjukkan peluang suatu kejadian atau peluang hasil perhitungan z observasi.

Dalam penggunaan distribusi normal sebagai alat uji hipotesis, kita seringkali dihadapkan tabel distribusi normal yang kondisinya berbeda. Dari sekian jenis tabel distribusi normal, kali ini penulis akan mengulas mengenai 2 bentuk tabel distribusi normal. Selain itu, sangat sulit menemukan nilai peluang dari suatu kalkulasi statistik dengan menggunakan rumus umum distribusi normal. Oleh karena itu, untuk kemudahan, para ahli statistika melakukan transformasi terhadap fungsi normal secara umum dalam bentuk normal baku dan menghasilkan 2 buah parameter, yaitu rata-rata 0 dan sigma atau standar baku sebesar 1 (biasa ditulis N(0, 1).

Sebenarnya, distribusi normal sendiri memiliki bentuk yang sama. Tetapi, tabel normal biasanya mengikuti luasan daerah di bawah kurva normal dan umumnya digambarkan pada bagian atas tabel distribusi normal, entah di bagian kanan, tengah, atau kiri atas tabel.

Cara membaca Tabel Z
Tabel Z
Tabel Z Satu Arah (Left Tail)

Sebelum kita mencari nilai Z tabel atau peluang dari Z hitung, kita harus memerhatikan gambar luasan daerah arsiran di bawah kurva normal sebagaimana gambar di atas. Arsiran terdapat di bagian x negatif (kiri) yang artinya nilai-nilai peluang pada tabel Z merupakan nilai peluang dengan acuan (mulai) dari nilai Z negatif (tak hingga). Misalkan kita mencari nilai peluang dari Z = -1,64 (lihat nomor 1 warna hijau), maka langkah-langkahnya adalah:
1. Pilih -1,6 pada bagian baris tabel;
2. Pilih 4 pada bagian kolom tabel;
3. Tarik garis pada baris tabel dari angka -1,6 ke kanan;
4. Tarik garis pada kolom tabel dari angka 4 ke bawah;
5. Pertemuan antara baris dan kolom itulah nilai peluang dari Z = -1,64, yaitu 0,0505.

Misalkan lagi kita akan mencari nilai Z yang memiliki peluang sebesar 0,0250, maka langkah-langkahnya adalah:
1. Cari angka 0,0250 pada tabel Z;
2. Tariklah secara mendatar ke kiri (membaris) sehingga ketemu Z = -1,9;
3. Tariklah secara vertikal ke atas (mengolom) sehingga ketemu Z = -0,06;
4. Dengan demikian, nilai Z yang peluangnya sebesar 0,0250 adalah Z = -1,9 + (-0,06) = -1,96 (lihat nomor 2 warna biru).
Tabel Z
Variasi Tabel Z

Tapi, ternyata ada juga bentuk tabel Z yang berbeda. Tapi tenang saja, kita akan cermati bersama. Pada gambar di atas (Variasi tabel Z), luasan arsiran di bawah kurva normal berada di sebelah kanan mulai Z = 0 sampai Z tertentu. Maka jika kita ingin mencari peluang dari Z = 2,33 (angka 1 biru) adalah:
1. Cari 2,3 pada baris kemudian tarik secara mendatar ke kanan;
2. Cari 3 pada bagian kolom dan tarik garis ke bawah;
3. Pertemuan antara garis mendatar dan menurun adalah nilai peluang dari Z = 2,33, yaitu 0,4901.

Kemudian, jika kita ingin mencari nilai Z dari peluang sebesar 0,4495 (lihat angka 2 hijau), maka langkah-langkahnya adalah:
1. Tarik garis secara mendatar dari nilai peluang 0,4495 sehingga kita dapatkan 1,6;
2. Tarik garis secara vertikal ke atas dari 0,4495 sehingga kita dapatkan angka 0,04;
3. Nilai Z dari 0,4495 adalah 1,6 + 0,04 = 1,64.

Rabu, 16 Oktober 2019

4 Perbedaan Data dan Informasi Beserta Contohnya

informasi
Perbedaan Data dan Informasi
"Anda bisa mendapatkan data tanpa informasi, tapi anda tidak bisa memberikan informasi tanpa data." Kira-kira begitulah salah satu ungkapan pakar statistika yang pernah saya baca. Pernyataan tersebut ada benarnya, sebab memang data dan informasi itu merupakan dua hal yang berbeda. Dalam kehidupan sehari-hari, acapkali kita menganggap bahwa data dan informasi adalah hal yang sama secara konsep dan definisi, namun anggapan itu tidaklah dapat dibenarkan.

Beberapa artikel yang saya baca menyatakan bahwa hubungan antara data dan informasi seperti halnya siklus. Data dapat memberikan informasi dan informasi berasal dari data. Tapi, jika kita uraikan secara terpisah, data dan informasi masing-masing memiliki karakter tersendiri dan memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Setidaknya ada 4 perbedaan antara data dan informasi, kita coba mengulasnya sekaligus dibumbuhi dengan pengertian mengenai data dan informasi.

Data

Beberapa ahli memiliki pendapat yang berbeda mengenai konsep dan definisi data. Menurut Robert N. Antony dan John, data didefinisikan sebagai wujud jamak dari datum atau yang biasa kita sebut dengan data item. Jogyanto mengemukakan bahwa data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Menurut Slamet Riyadi, data didefinisikan sebagai kumpulan informasi yang diperoleh dari hasil pengamatan di mana data bisa berupa angka-angka atau lambang-lambang. Sedangkan menurut Arikunto, data adalah semua angka dan fakta yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun sebuah informasi.
statistik
Pengertian Data
Berdasarkan beberapa pengertian para ahli terkait data, maka dapat penulis simpulkan bahwa data merupakan bahan baku yang terdiri atas angka-angka, lambang, notasi, fenomena, atau kejadian yang merupakan hasil pengukuran dengan pengamatan menggunakan perangkat penyimpan (kuesioner, komputer, dan sejenisnya) dan diolah menjadi dasar menyusun sebuah informasi bagi manusia.

Contoh data:

1. Tadi malam Timnas Indonesia vs Vietnam tanding sepak bola;

2. Hari Pangan Dunia (World Food Day);

3. Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) marak terjadi di Indonesia;

4. Bupati Indramayu terkena OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Informasi 

Informasi oleh para ahli dimaknai secara berbeda. Menurut Joner Hasugian, informasi sebuah konsep universal dalam jumlah muatan besar yang meliputi banyak hal dalam ruang lingkupnya masing-masing dan terekam pada sejumlah media. Sedangkan menurut Jordon B. Davis, informasi didefinisikan sebagai data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi penerima informasi dan nilai yang nyata dan dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan sekarang atau masa depan.
hoaks
Definisi Informasi
Dengan menggunakan dua pengertian ini, penulis menyimpulkan bahwa informasi adalah beragam hal dalam volume besar bersumber dari data yang sudah diolah serta diberikan kepada penerimanya melalui sejumlah media.

Contoh informasi:

1. Hasil Pertandingan Indonesia vs Vietnam tanggal 15 Oktober 2019 adalah 1-3, Indonesia kalah telak, Irfan Bachdim hentikan 316 masa paceklik gol Indonesia;

2. Tema Hari Pangan Dunia (World Food Day) 2019 adalah Our Action Are Our Future, Healthy Diets dan Hastag #zerohungerworld. Hari Pangan Dunia kali merupakan yang ke-39;

3. Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) marak terjadi di Indonesia, baru-baru ini terjadi di lereng Gunung Arjuno, Jawa Timur. Menurut Gubernur Jawa Timur, Khofifah, pemadaman kebakaran hutan di Gunung Arjuno dilakukan dengan cara manual mengingat kemiringan lereng yang mencapai 60 derajat ditambah angin kencang sehingga proses pemadaman memerlukan waktu 4 hari;

4. Bupati Indramayu terkena OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diperkirakan, harta kekayaan Bupati Indramayu Rp. 8,5 Miliar.

Berdasarkan pengertian dan contoh riil antara data dan informasi, maka kita dapat menarik setidaknya 4 perbedaan mendasar, yaitu:

1. Data merupakan uraian singkat terkait kejadian, fenomena atau suatu obyek tertentu lainnya yang bersifat baku dan tidak mampu digunakan untuk mengambil kesimpulan. Sedangkan informasi merupakan hasil olahan dari data-data yang dapat dijadikan dasar mengambil suatu kesimpulan dan keputusan;

2. Adakalanya data tidak dapat diterima oleh logika akal, sedangkan informasi dapat diterima logika karena ia mengandung unsur-unsur penjelas dari hasil olahan data;

3. Ruang lingkup dari data bersifat detil dan teknis, sedangkan informasi merupakan aspek penjelas proses pembatasan ruang lingkup dan teknis itu;

4. Kita bisa memperoleh data tanpa informasi, tetapi kita tidak bisa memberikan informasi tanpa data.

Merujuk pada penjelasan terkait definisi, contoh dan perbedaan antara data dan informasi, dalam praktiknya, secara teknis tidak mudah bagi kita untuk mendapatkan data tanpa informasi. Informasi itu sendiri bisa jadi kita bangun sendiri berdasarkan gagasan, bahkan dengan khayalan kita, tapi untuk hal-hal yang memerlukan keabsahan ilmiah, data merupakan satu hal yang utama untuk melahirkan dan menyebarkan sebuah informasi.

Informasi yang selama ini viral di telinga kita seringkali tidak didasari oleh data yang nyata. Inilah yang melahirkan informasi yang bohong atau biasa kita sebut dengan informasi hoaks. Sebaliknya, jika kita mempunyai data, tetapi salah dalam menyimpulkannya sebagai informasi pada penerima informasi, juga menciptakan informasi hoaks yang bersifat pelintiran atau fitnah. Oleh karena itu, informasi haruslah berdasarkan data yang benar dan sebaliknya, data juga harus disimpulkan dengan benar agar melahirkan kesimpulan dan informasi yang benar pula. 

Senin, 14 Oktober 2019

Try Out Nasional (TONAS) Online Mini I USM Polstat STIS 2020-2021

USM STIS 2020 2021 2022 2023 2024
Try Out Nasional Mini I USM Polstat STIS 2020-2021
Selamat pagi teman-teman semua peserta Try Out Nasional online Mini ke-1 tahun 2019. Semoga kalian tetap sehat untuk terus menjalankan aktivitas belajar. Sebagaimana pengumuman dalam grup WA peserta TONAS Mini minggu lalu, mekanismenya sudah saya terangkan. Jadi, TONAS USM Polstat STIS 2020 kali ini merupakan salah satu rangkaian dari program pembinaan online pejuang Polstat STIS 2020/2021 nanti. TONAS Mini ini bersifat gratis, jadi waspada jika ada jarkom TONAS Mini yang mengatasnamakan website ngobrolstatistik.com dengan meminta sejumlah uang pendaftaran.

Seperti yang saya terangkan dalam beberapa kegiatan TONAS Mini dalam blog ini, bahwa TONAS Mini ini hanya merupakan ajang latihan dasar dengan mengerjakan 10 butir soal yang diberikan selama 10 menit. Tetapi, dalam TONAS Mini, tidak ada timer, jadi diperlukan sekali sifat jujur teman-teman peserta. Pelaksanaan TO-nya sendiri adalah selama tanggal 20 Oktober 2019, pada tanggal 21 Oktober 2019 kita akan mengadakan pembahasan sekaligus jawaban untuk setiap soalnya. Pada bagian akhir nanti, teman-teman diminta untuk menilai sendiri dari 10 soal dapat nilai berapa.

ATURAN PENILAIAN:
1. Setiap jawaban yang bernilai BENAR, maka dikalikan +4
2. Setiap jawaban yang bernilai SALAH, maka dikalikan -1
3. Jumlahkan poin yang didapatkan dan kumpulkan nilai teman-teman pada daftar list nilai peserta yang sudah saya bagikan formatnya dalam grup WA;
4. Selesai

Pelaksanaan pendaftaran USM Polstat STIS 2020/2021 sendiri diperkirakan sekitar bulan Mei 2020. Jadi, pastikan kesiapan teman-teman terutama untuk mendobrak tes Tahap I, yaitu tes Matematika IPA.

Demikian sepintas pengantar dari saya, silakan kerjakan soalnya dengan menggunakan password yang telah saya bagikan dalam grup WA. Bagi teman-teman yang tampilan di hpnya terpotong, silakan atur hp kalian menjadi rotate (rotasi), sangat disarankan menggunakan PC, Laptop, PC supaya tampilan unggahan soal tidak terpotong. Terima kasih dan selamat mengerjakan. Semoga teman-teman Lolos USM Polstat STIS 2020/2021!

Mengutip unggahan dalam bentuk apapun dari blog ini harus memiliki izin dari penulis dan menyertakan sumber: ngobrolstatistik.com.



Rabu, 02 Oktober 2019

Pengumuman Hasil Try Out Nasional (TONAS) USM Polstat STIS II 2019

TONAS USM STIS USM STAN STMKG SBMPTN UMBK
Pengumuman Try Out Nasional Online USM Polstat STIS 2019 ke-II
Selamat sore teman-teman semua, bagaimana kabar kalian? Semoga dalam keadaan sehat dan tentunya masih semangat belajar dan menyiapkan diri untuk mengikuti Ujian Nasional 2020, SBMPTN 2020, UMBK 2020, dan USM Polstat STIS 2020 bagi yang berminat.

Pada tanggal 27-29 September 2019 lalu, ngobrolstatistik.com telah mengadakan TONAS online untuk kedua kalinya. Peserta TONAS kali ini cukup banyak, ada sekitar 87 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang ikut serta dalam TONAS ini. Dari sekian peserta, diambil 3 peserta dengan nilai tertinggi untuk kemudian mendapatkan reward berupa pulsa reguler, lumayanlah bisa dibuat beli paket internet.

Peserta yang telah terdaftar akan masuk dalam sebuah grup WA yang dibuat oleh tim ngobrolstatistik.com sebagai tempat untuk sharing informasi terkait dengan aturan main dalam pengerjaan TONAS online. Jadwal pengerjaannya pun bebas, karena tim telah menyiapkan waktu yang berjalan secara otomatis ketika peserta telah mulai menekan tombol mulai pada sistem. TONAS online ini juga dapat dikerjakan di mana saja dan kapan saja selama rentang waktu tanggal 27-29 September 2019.

Program TONAS online ini merupakan salah satu rangkaian program yang tersedia dalam ngobrolstatistik.com sekaligus dalam rangka memperingati hari Statistik Nasional (HSN) 2019. Demikian sedikit pengantar dari penulis, sekali lagi saya ucapkan selamat dan sukses bagi teman-teman peserta TONAS online, semoga sedikit banyak program ini dapat memberi gambaran mengenai USM Polstat STIS Tahun 2020/2021 nanti. Berikut saya sampaikan juga pengumuman hasil TONAS online tersebut. Nantikan TO Mini yang akan diadakan dalam waktu dekat! So, keep stay tune!...



Kamis, 05 September 2019

Buku USM STIS 2020-2021 (Bahas Tuntas Kisi-Kisi dan Materi USM Polstat STIS 2020-2021)

Buku USM Polstat STIS 2020 2021 2022 2023
BUSM Polstat STIS 2020-2021
Open Pre-Order dari tanggal 2-15 September 2019

Judul: Sukses USM Polstat Stis 2020-2021
Penulis: Joko Ade Nursiyono
Tebal Buku: 388 halaman
Penerbit: @atpresssurabaya
ISBN: 978-622-7303-26-8
Harga: Rp. 80.000,00 (Pre-Order) belum termasuk ongkos kirim
Rp. 89.000,00 (Normal) belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan: langsung menghubungi penulis di nomor WA: 081244019483
Alamat pengiriman dari Tigaraksa, Tangerang, Kabupaten Banten

Format Pemesanan: SUP_Jumlah pesanan_Alamat lengkap

Konten Buku
1. Materi per Bab
2. Contoh Soal dan Pembahasannya per Bab
3. Prediksi Soal USM Polstat STIS 2020-2021 2 Paket dan Pembahasannya

Blurb:

Politeknik Statistika Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (Polstat STIS) merupakan salah satu sekolah Ikatan Dinas di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS). Sebagai sekolah Ikatan Dinas, setiap tahunnya, Polstat STIS mengadakan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) melalui tes sebanyak empat tahap dengan sistem gugur untuk setiap tahapnya. Hal ini mengingat Polstat STIS mengutamakan kualitas calon mahasiswa yang berkompeten dan layak pendidikan selama 3 atau 4 tahun.
Adapun empat tahap seleksi PMB Polstat STIS terdiri atas Tahap I, yaitu tes kemampuan Matematika IPA; Tahap II, yaitu Seleksi Kemampuan Dasar CPNS (SKD); Tahap III, yaitu Psikotes, dan Tahap IV berupa tes kesehatan. Dari hasil pengamatan sejak PMB Polstat STIS TA. 2005/2006 hingga TA. 2019/2020 kemarin, tahapan yang banyak mengeliminasi peserta tes adalah Tahap I, yaitu tes kemampuan Matematika IPA. Tak sedikit dari peserta yang merasa kesulitan dalam menjawab persoalan pada tes kemampuan Matematika IPA tersebut.
Buku ini hadir sebagai salah satu referensi sekaligus pendamping bagi pendaftar Polstat STIS untuk mampu bersaing dan sukses lolos PMB Tahap I Polstat STIS. Disusun secara sistematis dengan desain praktis diharapkan dapat digunakan untuk belajar di mana saja dan kapan saja. Konten dari buku ini terdiri atas rangkuman materi disertai contoh soal dan pembahasan untuk setiap babnya, diakhiri dengan dua paket soal latihan sekaligus prediksi PMB Polstat STIS tes kemampuan Matematika IPA berikut dengan pembahasannya. Semoga buku ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan mampu mendampingi peserta lolos hingga tahap IV Polstat STIS TA. 2020/2021. Selamat belajar dan semoga sukses!

Rabu, 04 September 2019

Iuran BPJS Naik 100%, Siapa Yang Diuntungkan?

BPJS JKN KIS
Iuran BPJS naik
Aspek kesehatan merupakan salah satu komponen utama ukuran kesejahteraan masyarakat. Dalam kacamatan statistik, aspek ini merupakan salah satu indikator dalam penyusunan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM didefinisikasikan sebagai indikator outcome dari pembangunan. IPM Indonesia dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan. Beragam upaya pembenahan pelayanan kesehatan telah dilakukan demi mendukung kualitas kehidupan masyarakat yang sehat sehingga memberi peluang memperbesar Umur Harapan Hidup (UHH).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, IPM Indonesia tahun 2018 adalah sebesar 71,39 poin. Sebagaimana tahun sebelumnya, IPM Indonesia sudah masuk sebagai kategori tinggi, yakni sekitar 70 sampai 80 poin. Hal ini patut disyukuri mengingat demikian banyak faktor yang menjadi hambatan pembangunan manusia di Indonesia. IPM yang semakin meningkat menunjukkan pembangunan baik di bidang pendidikan, ekonomi, serta kesehatan telah dirasakan oleh masyarakat.

Meski angka IPM terus meningkat, ada baiknya pemerintah tetap memiliki skala prioritas dalam menentukan kebijakan nasional. Sebab, IPM merupakan gambaran secara umum seberapa besar dampak pembangunan nasional pada setiap aspek penyusun IPM pada masyarakat.

Bukan baru-baru ini, topik kesehatan diguncang oleh besarnya defisit yang dialami oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Di tengah bangkitnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan, pemberian pelayanan kesehatan masyarakat justru dipersulit dari sisi manajemen, administrasi, serta pendanaannya. Hasil audit BPKP mencatat, defisit anggaran BPJS tahun 2019 mencapai 28 triliun rupiah, atau membengkak 9,1 triliun rupiah dibandingkan tahun 2018. Kondisi ini diperkiraan akan semakin parah pada tahun 2024 nanti. Hasil proyeksi audit BPKP juga menyebutkan bahwa defisit anggaran BPJS jika tidak segera diatasi.

Beberapa bulan lalu sempat berserakan opini di berbagai media daring mengenai solusi untuk menutup defisit anggaran BPJS. Salah satunya adalah menaikkan cukai rokok. Wacana tersebut tidak mengherankan, di samping volume korporasi rokok di Indonesia yang masih gemilang, alasan untuk menurunkan angka kematian akibat rokok di Indonesia juga mewarnai gagasan demi menutup defisit anggaran BPJS. Lantas kemudian, isu-isu tersebut lenyap dan menguap. Entah kemana hilangnya, yang jelas permasalahan BPJS masih belum terselesaikan. Sudah tentu polemik yang ditimbulkannya merembet di kemudian hari.

Ternyata benar. Beberapa waktu ini, persoalan yang dihadapi BPJS akibat membengkaknya defisit anggaran internal kembali mengusik jalannya pemerintahan presiden Joko Widodo. Padahal, dilantik saja belum. Sabar saja ya, Pak. Kontroversial BPJS semakin membuat masyarakat terheran-heran. Apalagi, di tengah kondisi keuangan Indonesia yang tengah dirundung utang sebegitu banyak. Seakan negara ini tak lagi memiliki ruang untuk bernafas dari deburan ujian dan cobaan.

Belum lama ini, wacana kontroversi BPJS juga mencuat di permukaan publik. Seluruh direktur BPJS mengusulkan kenaikan tunjangan kinerja mereka kepada pemerintah. Pemerintah sontak menolak, sebab tunjangan kinerja ya sepatutnya dikaitkan dengan prestasi kerja atau capaian kinerja yang dimiliki oleh BPJS terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Kenyataan di lapangan juga terlihat sebaliknya, banyak terdapat anomali-anomali pelayanan kesehatan dan administrasi yang berpotensi pada kerugian negara oleh BPJS.

Masyarakat juga dibuat pusing dengan wacana akan dinaikkannya iuran BPJS hingga 100 persen pada 2020 mendatang. Meskipun tataran kenaikannya hanya untuk nasabah BPJS kelas I dan II, namun sejak saat ini pula, banyak masyarakat yang menyatakan penolakannya terhadap kebijakan pemerintah. Di tengah defisit anggaran BPJS, direksi BPJS yang sudah mendapat penghasilan 300 an juta rupiah lebih per bulan, malah pemerintah memberi solusi menaikkan iuran BPJS sampai 100 persen. Masyarakat tidak mengerti dengan jalan pikiran pemerintah. Sebenarnya kenaikan iuran BPJS 100 persen tersebut menguntungkan siapa? Pelayanan BPJS juga tidaklah amat sempurna. Bahkan, yang dialami oleh penulis sendiri juga jauh dari espektasi yang diharapkan.

Mereka yang beruntung
Kesehatan memang mahal harganya. Tapi, untuk apa kesehatan dimahal-mahalkan?. Campur tangan pemerintah dalam kesemrawutan tata kelola BPJS seolah memberi sinyal adanya persekongkolan untuk menutup-nutupi kenyataan yang sebenarnya terjadi dalam tubuh BPJS. Kalau misalkan BPJS defisit, maka hukuman yang patut dikenakan adalah pada direksinya sendiri. Ketikdakmampuan mereka dalam memanajemen dan mengelola BPJS harus dibayar dengan harga diri pada direksinya. Minimal, setiap direksi menyumbang dananya dari sebagian gaji mereka untuk menutup defisit tersebut. Bukan justru mengorbankan nasabah yang notabene juga belum tentu dalam periode kenasabahannya mengklaim pelayanan BPJS.
Pihak selanjutnya yang diuntungkan adalah anggota DPR yang menyuarakan kenaikan iuran BPJS tersebut. Dengan gaji DPR yang fantastis, belum ditambah dengan dana reses mereka setiap periodenya, serta tunjangan-tunjangan lainnya, justru membiarkan defisit BPJS "mencaplok" habis pendapatan nasabah. Usaha meng-goal-kan wacana kenaikan iuran BPJS tersebut juga sedikit banyak akan melahirkan lahan-lahan korupsi baru di kemudian hari yang mengaitkan BPJS dan DPR serta pihak lainnya.

Sesat pikir
Entah apa yang bersemayam dalam benak orang yang mengatakan bahwa kenaikan gaji pejabat akan berdampak pada peningkatan kinerja mereka. Kinerja itu dalam kenyataannya tidak selalu linier menghasilkan pejabat yang jujur dan berintegritas. Apalagi kalau pemicunya melulu disebabkan penambahan gaji, tunjangan, atau insentif lainnya. Sebaliknya, penambahan gaji, tunjangan, atau insentif lainnya kepada pejabat atau pegawai dapat menimbulkan ladang-ladang kesempatan baru untuk melakukan penyelewengan keuangan dengan negara sebagai korbannya.
Kausalitas antara penambahan gaji, tunjangan, dan insentif lainnya dan peningkatan kinerja itu hanya berlaku ketika ditunjang oleh adanya kejujuran dan integritas. Dan yang perlu digarisbawahi, kejujuran dan integritas itu adalah dua hal yang tergantung pada diri pribadi pejabat atau pegawai masing-masing.

Jadi, kembali lagi pada prinsip dasar, yang utama adalah perbaikan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Negara ini sudah bosan memelihara koruptor dan pejabat kaya raya, sampai-sampai lupa memelihara anak yatim dan fakir miskin yang terlantar.(*)

Minggu, 28 Juli 2019

Pengumuman Hasil Try Out Online Nasional I USM Polstat STIS 2020-2021

Try Out Nasional USM Polstat STIS 2020 2021 2022 2023
Hasil Try Out Online I USM Polstat STIS 2020

Selamat malam teman-teman semua, apa kabarnya? Semoga tetap sehat selalu dan tetap semangat ya belajarnya. Kali ini saya akan mengumumkan hasil Try Out Online Nasional I USM Polstat STIS 2020 di ngobrolstatistik.com.

Berdasarkan data yang masuk, jumlah peserta yang mendaftarkan dari dalam TO I kemarin sebanyak 172 orang. Namun, sesuai aturan bahwa peserta yang mengumpulkan Lembar Jawabannya telat atau di luar rentang waktu TO yang berlaku, maka dengan berat hati dan sesuai aturannya, tidak saya masukkan dalam perhitungan, perangkingan, dan analisis hasilnya.

USM STIS
Median Nilai TO Online Nasional I USM Polstat STIS 2020
Berdasarkan hasil TO Online Nasional I yang telah masuk pada 21 Juli 2019, jam 22.00 WIB, peserta yang berhasil mengumpulkan ada sebanyak 46 orang. Hasil dari TO I menunjukkan bahwa median dari nilai seluruh peserta sebesar 58 dan setidaknya ada sekitar 50 persen peserta yang mendapatkan nilai atas median tersebut.

Kendati demikian, mayoritas nilai dari peserta TO I kali ini masih banyak yang berada di bawah 100 sehingga untuk ke depannya, saya harapkan teman-teman peserta lebih mempersiapkan diri lagi untuk mengikuti TO yang akan diadakan kembali melalui blog ini, baik yang bersifat gratis, maupun yang bersifat premium. Demikian sekilas pengantar pengumuman dari saya, berikut saya sampaikan hasil Try Out Online I Nasional USM Polstat STIS 2020-2021 di ngobrolstatistik.com.

Bagi peserta terbaik, dimohon untuk menghubungi saya secara pribadi untuk mengklaim reward sebagai peserta dengan nilai terbaik.

Semangat belajar dan semoga Lolos USM Polstat STIS 2020 mendatang.




Jumat, 19 Juli 2019

Try Out Nasional (TONAS) Online USM Polstat STIS 2020

USM STIS 2020 2021 2022 2023
Try Out USM Polstat STIS I oleh ngobrolstatistik.com
Selamat sore teman-teman semua para peserta Try Out daring ngobrolstatistik.com. Kali ini, kita akan mengadakan Try Out USM Polstat STIS 2020 bagian I. Berdasarkan hasil pendaftaran melalui grup Whatsapps kemarin, ada sebanyak 173 peserta yang akan mengikuti Try Out pertama ini. Perlu teman-teman ketahui bahwa ngobrolstatistik.com menyelenggarakan beberapa TO USM Polstat STIS setiap tahunnya, baik berbayar atau gratis.

Bedanya, kalau TO yang berbayar atau premium, teman-teman selain dapat mengakses soalnya, di bagian akhir saya akan membagikan file terkait pembahasan dari soal TO. Kalau TO kali ini bersifat gratis ya teman-teman, tetapi di bagian akhir melalui grup akan saya bagikan hanya Kunci Jawaban (KJ) saja kepada teman-teman.

Sekian pengantar singkat dari saya, berikut ini saya rilis dengan resmi soal TO bagian I USM Polstat STIS 2020/2021 atau calon angkatan 62. Adapun aturannya sudah tertera di dalam soal, silakan baca baik-baik sebelum mengerjakan. Oh iya, peserta dengan nilai tertinggi nanti akan mendapatkan reward dari saya selaku penyelenggara TO ini. Demikian dan selamat mengerjakan.