Senin, 21 Januari 2019

Pengumuman Hasil Try Out Online USM Polstat STIS 2019 Ke-II

TONAS STIS STAN STMKG STIN STKS 2019
Pengumuman hasil Try Out Online UMBK USM Polstat STIS 2019 ke-II
Selamat sore teman-teman, semoga kalian tetap sehat dan masih bersemangat belajar untuk persiapan UMBK USM Polstat STIS 2019 nanti. Kemarin kita telah melaksanakan Try Out USM Polstat STIS 2019 untuk kedua kalinya. Bedanya, TO ke-II ini berbayar, tujuannya biar teman-teman serius saja dalam mengerjakan sehingga ada effort-nya.

Tentunya, ada effort maksimal, pasti ada yang namanya rewards. Berikut hasil penilaian oleh Tim ngobrolstatistik.com selama seharian penuh untuk mengawal jalannya TO ke-II. Bagi nomor peserta peringkat 1, 2, dan 3, silakan teman-teman chat saya (081244019483 via WA) untuk mengklaim rewardnya. Sebagai catatan, bahwa reward dalam TO ini bukan bersumber dari pendaftaran peserta sehingga bukanlah hal yang terlarang. Terima kasih bagi teman-teman yang ikut berpartisipasi dalam event sederhana ini, ke depan, tim ngobrolstatistik akan menyiapkan Try Out Online TKD CPNS Polstat STIS 2019, pengumuman lebih lanjut akan diberitahukan via grup WA dan semua media partner dari ngobrolstatistik.com. Terima kasih kepada tim ngobrolstatistik yang telah berupaya membantu kelancaran kegiatan ini.

Semoga semua peserta LOLOS USM Polstat STIS 2019 yang akan digelar sekitar April - Juni 2019 nanti.


Minggu, 20 Januari 2019

Memahami Deret Fourier dengan Cepat


Deret Fourier
Belajar Deret Fourier
Setelah belajar tentang fungsi genap dan fungsi ganjil (yang belum dapat materinya silakan klik di sini), saya akan melanjutkan berbagi mengenai Deret Fourier. Dalam jenjang perkuliahan, deret ini merupakan salah satu bahasan khas karena memang sifat deretnya yang juga khas.

Dengan mempelajari dan memahami deret ini, dalam beberapa bidang bisa juga diterapkan. Misalnya dalam bidang fisika, kimia, biologi atau bisa jadi dalam bidang ekonomi. Pemahaman mengenai deret Fourier ini menjadi perlu karena berbeda dengan deret dalam matematika dasar, seperti deret aritmatik atau deret geometrik.

Demikian sedikit pengantar dari saya, semoga bisa dipelajari dan dipahami dengan baik. Karena topik yang saya berikan rupanya sudah ke ranah pengembangan, kelak akan saya racik beberapa materi terkait dan menjadi dasar dari pemahaman deret Fourier ini. Selamat berlajar! Semoga sukses.


Paham Fungsi Genap dan Fungsi Ganjil Secepat-cepatnya

fungsi matematika
Belajar fungsi genap dan fungsi ganjil
Selamat siang teman-teman, apa kabar kalian semua? Semoga tetap sehat dan selalu semangat belajar untuk persiapan SBMPTN, USM, UNBK tahun 2019/2020. Beberapa waktu lalu saya mendapatkan pesan singkat yang berisi permintaan teman-teman untuk mengunggah materi terkait fungsi genap dan fungsi ganjil.

Sedikit OOT dari tema blog ini, saya akan kembali berbagi mengenai tema matematika, khususnya pembahasan fungsi genap dan fungsi ganjil. Saya rasa teman-teman juga sudah familier dengan dua istilah ini ya. Namun, ternyata masih ada pula teman kita yang belum tahu dan paham bagaimana sebuah fungsi dapat dikatakan sebagai fungsi genap atau fungsi ganjil.

Dalam pembahasan materi singkat kali ini, saya juga memberikan beberapa contoh sederhana agar teman-teman juga cepat paham mengenai apa yang kita bahas di unggahan ini. Baiklah, demikian sekilas pengantar singkat dari saya dan jangan bosan-bosan untuk tetap stay tune di blog ini. Semoga teman-teman bisa sukses menembus SBMPTN 2019, USM PTK baik Polstat STIS 2019, PKN STAN 2019, STMKG 2019, atau PTK sejenis lainnya, serta semoga kalian dimudahkan semua LULUS UNBK 2019 nanti. Selamat belajar!



Selasa, 15 Januari 2019

Try Out Nasional (TONAS) Online USM Polstat STIS 2019

Try Out STIS STAN STMKG
Try Out UMBK USM Polstat STIS 2019

Selamat pagi teman-teman peserta Try Out Nasional (TONAS) online USM Polstat STIS 2019. Tak terasa, kita sudah sampai pada pertengahan Januari 2019. Itu artinya, USM Polstat STIS 2019 kian dekat, tinggal beberapa bulan lagi.

Kali ini kita akan menggelar TONAS online, ya meskipun dari sisi fasilitas, kita belum benar-benar dapat dikatakan "online" karena beberapa step dalam pelaksanaan TONAS ini masih ada step yang harus dilakukan secara manual. Adapun jumlah soal TONAS kali ini sebanyak 60 butir soal uji Matematika dengan pilihan ganda A, B, C, D, dan E.

Demikian sedikit pengantar umum mengenai teknis pelaksanaan TONAS kali ini. Sebelum mengerjakan soal, silakan teman-teman membaca baik-baik aturan pengerjaan soal TONAS pada naskah soal.

Selamat mengerjakan.

Jumat, 11 Januari 2019

Mudah Paham Logika Matematika

Mathematics Logic
Mudah belajar Logika Matematika
Hai teman-teman, apa kabarmu hari ini? Semoga tetap sehat selalu dan tetap semangat belajar menuju UMBK USM Polstat STIS 2019. Kali ini saya akan berbagi lagi mengenai satu bab yang biasa diajarkan dalam matematika, yaitu tentang logika matematika.

Bab ini selain juga diujikan dalam USM Polstat STIS, UNBK, dan SBMPTN, beberapa soal juga diujikan dalam beberapa USM Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) semisal STMKG atau AMG dan STAN. Bab ini selain melatih logika berpikir, juga melatih ketelitian dalam membaca dan memahami. Oleh karena itu, acapkali saya sendiri pun terkecoh dengan soal-soal logika matematika ini.

Terlepas dari itu, setidaknya kita terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan kita sehingga ke depan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Beberapa waktu lalu saya juga mendapatkan pesan singkat tentang logika matematika ini. Yang mengirimkan pesan singkat itu meminta saya untuk mengunggah materi logika matematika karena banyak dari teman-teman yang masih belum paham dan mengerti betul soal logika matematika, terutama bila soal yang disajikan berupa simbol-simbol matematis atau pernyataan berbentuk kalimat matematis. Jadi, saat inilah waktu yang tepat bagi saya untuk sharing sedikit tentang logika matematika.

Baiklah demikian sedikit pengantar dari saya, selamat belajar dan semoga paham dengan materi berikit ini. Semoga sukses menuju USM Polstat STIS 2019, UNBK 2019, SMBPTN 2019, atau ujian masuk PTK PTN lainnya.





Senin, 31 Desember 2018

Mencermati Arah Paket Kebijakan Ekonomi Akhir Tahun

paket kebijakan ekonomi
Arah paket kebijakan ekonomi
Di akhir tahun menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, capaian ekonomi pemerintahan presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan masyarakat. Pihak oposisi pemerintah menganggap bahwa capaian saat ini tidak sesuai dengan harapan. Dalam kampanye Pilpres 2014 lampau, presiden berjanji akan menjadikan pertumbuhan ekonomi meroket hingga 7 persen. Ironinya, sampai titik nadir pemerintahan pertumbuhan ekonomi terus meleset dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketidakpuasan pihak oposisi terhadap capaian pertumbuhan ekonomi kian menjadi-jadi beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung stagnan di angka 5 persen dalam 3 tahun terakhir. Pada kuartal awal 2018, Indonesia disambut dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,06 persen. Pada kuartal kedua sampai kuartal ketiga 2018, angka pertumbuhan ekonomi sempat memberi sinyal kecemasan, karena pertumbuhan ekonomi 2018 diperkirakan kembali meleset dari target. Situasi ini tentu menjadi amunisi bagi pihak oposisi untuk melancarkan sejumlah serangan politik. Meskipun, pemerintah berdalih bahwa iklim investasi di Indonesia saat ini tengah berkembang pesat.

Pemerintah sendiri menyakini, bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun ini diprediksi sebesar 5,20 persen. Namun, dengan melihat kondisi perekonomian yang ada, serta didukung dengan data statistik hasil jepretan BPS, rasa-rasanya angka pertumbuhan sebesar itu sulit dicapai. Mengapa? Sebab sampai kuartal ketiga 2018, ekonomi Indonesia hanya bisa tumbuh sebesar 5,17 persen. Kuartal sebelumnya masih bertengger di angka 5,27 persen. Dengan hitungan sederhana, untuk meraih pertumbuhan ekonomi 5,20 persen, pemerintah perlu upaya merealisasikan target pertumbuhan ekonomi kuartal keempat 2018 minimal 6 persen. 

Meski kenyataan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia meroket sebagaimana janji presiden waktu itu, menteri keuangan mengungkap bahwa pertumbuhan ekonomi 5 persen itu sudah lumayan baik, kalau melihat tekanan eksternal. Perekonomian Indonesia yang relatif perkasa di tengah lesunya perekonomian global akibat perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) mungkin terlihat baik-baik saja. Namun, apakah kita merasa puas dengan capaian pertumbuhan ekonomi sebesar itu? Di tengah defisit neraca berjalan, tentu pertumbuhan ekonomi yang berputar di sekitar 5 persen masih belum menambah keyakinan kita bahwa pertumbuhan ekonomi sampai saat ini berkualitas.

Melalui pendekatan pengeluaran, Mintaroem (2017) menyatakan selama ini sekitar 50 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh sektor konsumsi. Padahal, struktur perekonomian yang bertumpu pada sektor konsumsi dinilai akan dipengaruhi daya beli masyarakat. Ketika terjadi penyumbatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga, maka kekuatan ekonomi akan rapuh. Inilah yang menjadi alasan mengapa kita semestinya lebih fokus memperhatikan kualitas dibandingkan kuantitas dari pertumbuhan ekonomi.

Menyoal kualitas
 
Dalam kacamata saya, pertumbuhan ekonomi dikatakan berkualitas apabila pertumbuhan tersebut dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Selama ini yang terjadi justru sebaliknya, pertumbuhan ekonomi malah dinikmati oleh pemilik modal dan masyarakat ekonomi menengah ke atas. Menurut Kuncoro (2012), ironi yang terjadi berkaitan dengan kualitas pertumbuhan ekonomi selama ini adalah penurunan kue nasional yang dinikmati kelompok 40 persen penduduk termiskin diikuti oleh kenaikan kue nasional yang dinikmati oleh 20 persen kelompok terkaya. Kenyataan ini mengindikasikan masih adanya ketimpangan serius antara kelompok penduduk miskin dan penduduk kaya. Sebagai bukti, rasio Gini Indonesia sejak 2014 hingga semester I 2018 masih berkisar 0,3 – 0,4 poin.

Penentu pertumbuhan ekonomi yang berkualitas tak terlepas dari kemampuannya untuk menggerus kemiskinan. Pada Maret lalu, BPS mencatat angka kemiskinan nasional telah menyentuh satu digit, yakni sebesar 9,82 persen. Angka kemiskinan tersebut memang terendah sejak krisis moneter 1998. Walaupun demikian, di tengah pertumbuhan ekonomi yang bila ditinjau dari perbandingan antarnegara tadi tampak baik-baik saja, justru menyimpan sejumlah permasalahan. Sebab, pertumbuhan ekonomi masih bertumpu pada sektor konsumsi, pemerintah sepertinya belum benar-benar fokus untuk mengejar target pertumbuhan 6 persen di kuartal akhir tahun ini.

Arah kebijakan ekonomi akhir tahun

November lalu, pemerintah kembali merilis paket kebijakan ekonomi XVI. Ringkasnya, isi dari paket kebijakan tersebut dijabarkan dalam tiga poin utama. Pertama, pemerintah hendak melakukan perluasan fasilitas pengurangan pajak penghasilan badan atau memperluas pemberian tax holiday. Yang kedua, pemerintah akan merelaksasi kembali Daftar Negatif Investasi (DNI) sebagai upaya untuk mendorong aktivitas ekonomi pada sektor-sektor unggulan. Terakhir, pemerintah akan memperkuat pengendalian devisa dengan pemberian insentif perpajakan.

Kalau kita simpulkan, pada kuartal empat tahun ini, pemerintah berupaya menggenjot pertumbuhan ekonomi dengan menguatkan sektor investasi. Pemerintah menganggap bahwa ketika investasi masuk, pada waktunya mendorong terciptanya lapangan kerja. Investasi juga dinyakini mempunyai peranan penting sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi.

Kendati demikian, investasi yang tengah digencarkan pemerintah masih memiliki beberapa kelemahan. Investasi memang dapat berdampak domino terhadap semua sektor, namun realisasinya tak menjamin pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melaju kencang. Pertumbuhan 6 persen itu justru terancam meleset, bahkan bisa jauh dari prediksi.

Sebetulnya, pemerintah bisa saja mengambil jalan pintas untuk mencapai pertumbuhan sebesar itu. Sektor konsumsi agaknya masih menjadi harapan, porsi sektor tersebut 50 persen lebih masih mendominasi kue ekonomi. Intrumennya juga mudah, karena sudah menjadi “budaya” pemerintah selama ini. “Budaya” itu adalah dengan mengendalikan inflasi untuk menjaga daya beli masyarakat.

Pemerintah cukup menjaga agar fluktuasi harga komoditas tetap stabil di penghujung tahun. Takaran inflasi yang selama ini dipatok 2,5 – 4,5 persen bisa ditunaikan apabila harga-harga barang dan jasa tetap dikawal menjelang Natal dan Tahun Baru. Agaknya taktik mencapai pertumbuhan ekonomi melalui sektor konsumsi memberi efek sesaat, namun setidaknya upaya untuk mencapai target pertumbuhan dapat dipenuhi. Fokus pada sektor investasi memang penting untuk menjamin kualitas perekonomian jangka menengah dan panjang, tapi target jangka pendek juga tak kalah penting. Berharap pertumbuhan ekonomi melesat, malah nyatanya: meleset.(*)

Artikel ini dimuat di Harian Malut Post, 27 Desember 2018

Sabtu, 29 Desember 2018

Inilah Kunci Jawaban Prediksi Soal USM Polstat STIS 2019

Pembahasan Soal USM STIS
Kunci Jawaban Prediksi Soal UMBK USM Polstat STIS 2019
Selamat pagi teman-teman semua. Sebelumnya saya memohon maaf karena saya baru bisa mengunggah Kunci Jawaban Prediksi sekaligus Soal Try Out UMBK USM Polstat STIS 2019 ini agak telat dari waktu yang saya tentukan karena ada gangguan teknis jaringan internet di daerah saya hampir selama 3 hari. Untuk itulah baru sekarang saya bisa unggah KJ-nya.

Kunci Jawaban ini merupakan acuan bagi teman-teman semua yang ikutan mencoba TO UMBK USM Polstat STIS 2019 pertama di ngobrolstatistik.com. Bagaimana cara mengetahui nilai yang didapatkan? Begini, jadi KJ yang sudah teman-teman tulis di lembar kertas kemarin silakan cocokkan dengan KJ ini. Untuk mengetahui nilai kalian, cukup hitung berapa yang BENAR dikali +2, yang SALAH dikali (-1), dan yang tidak menjawab silakan dikali 0.

Dari hasil penjumlahan setelah dikali pembobot soal itulah nilai yang kalian dapatkan. Agar mudah saya analisis tingkat persaingan peserta TO ini, silakan kirimkan nama lengkap kalian, provinsi domisili (tempat kalian saat ini tinggal), dan nilai yang kalian dapatkan berdasarkan pembobot soal tadi ke nomor WA: 081244019483, SAYA INGATKAN BAGI MEMBER GRUP WA Pejuang STIS 2019 atau grup WA USM STIS silakan kirimkan di grup.

Bagaimana formatnya?

NAMA LENGKAP/PROVINSI/NILAI
Contoh: Joko Ade Nursiyono/Jawa Timur/75

Kirim ke WA: 081244019483

Demikian yang bisa saya sampaikan terkait pemetaan hasil TO pertama UMBK USM Polstat STIS 2019 di ngobrolstatistik.com kali ini. Ingat ya, tanggal 20 Januari 2019, ngobrolstatistik.com akan mengadakan Try Out Premium (Berbayar), bagi yang berminat silakan ikuti terus unggahan di blog ini, Terima kasih dan semoga kalian sukses LOLOS USM Polstat STIS 2019 nanti.




Selasa, 25 Desember 2018

Inilah Prediksi USM STIS 2019 yang Bisa Kamu Jadikan Try Out USM STIS

Prediksi USM STIS 2019
Prediksi USM STIS 2019 sekaligus bahan Try Out Pertama ngobrolstatistik.com
Hai teman-teman, apa kabar kalian semua? Semoga sehat-sehat saja dan tetap lanjut belajarnya, ya. Kesempatan kali ini merupakan kesempatan emas bagi saya sebab saya akhirnya bisa mengadakan Try Out USM STIS menuju UMBK Polstat STIS 2019 mendatang kembali.

Selain sebagai prediksi USM STIS 2019, 60 soal kali ini juga sekaligus bisa digunakan sebagai ajang Try Out USM Polstat STIS 2019. Sebelum mengerjakan soalnya, silakan baca baik-baik aturan mainnya, karena saya mengajak teman-teman benar-benar belajar kejujuran dan mampu mengevaluasi diri sendiri. Setiap soalnya ada bobotnya masing-masing, jadi tentukanlah strategi agar nilai yang kalian dapatkan sesuai harapan.

Poin tiap soal pun juga sudah saya sesuaikan dengan aturan main dalam USM Polstat STIS 2018, di mana poin soal BENAR adalah +2, dan SALAH adalah -1, sedangkan untuk TIDAK MENJAWAB adalah 0.

Demikian sedikit pengantar dari saya, semoga teman-teman bisa mengerjakan soal dengan lancar. Kunci Jawaban (KJ) soal ini akan saya unggah sehari setelah saya unggah soal ini. Silakan menilai diri sendiri dengan jujur, mengerjakan dengan timing secara jujur. Saya tantang kalian jujur kepada diri kalian sendiri!.

Selamat mengerjakan dan semoga sukses LOLOS USM Polstat STIS 2019 sekaligus menjadi mahasiswa angkatan 61. Semangat!!!




Kamis, 20 Desember 2018

Memotret Potensi Desa melalui PODES 2018

Data PODES 2018
Memotret Potensi Desa dengan Data
Pembangunan desa merupakan salah satu target utama pemerintah. Sebagaimana yang telah tertuang dalam program Nawacita ketiga, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka kerja negara kesatuan, data akurat mengenai karakteristik perdesaan menjadi perhatian.
 
Prioritas membangun desa merupakan upaya pemerintah sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Berbekal daya dukung semua lapisan masyarakat, program membangun desa terus digaungkan untuk mengawal pencapaian target-target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.
 
Membangun Indonesia dari pinggiran memang bisa dilakukan kapan saja. Sistem pendanaan negara untuk melaksanakannya bisa dikatakan siap. Ironinya, data dasar yang bisa dijadikan acuan membangun desa rupanya belum tersedia secara maksimal. Beragam karakteristik perdesaan diperlukan sebagai ukuran prioritas pembangunan.
 
Untuk menyediakan data dasar mengenai desa, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan kegiatan Pendataan Potensi Desa (PODES). PODES merupakan kegiatan sensus terhadap seluruh wilayah administrasi dengan cakupan kabupaten/kota sampai setingkat desa dan kelurahan.
 
Tujuan pelaksanaan PODES juga sejalan dengan komitmen pemerintah. PODES memberi andil besar menghasilkan data mengenai potensi desa atau kelurahan, baik dari segi sosial, ekonomi, sarana, dan prasarana wilayah. Data potensi tersebut mencakup pula soal karakteristik infrastruktur yang ada di daerah pinggiran. Ketersediaan mengenai klasifikasi atau tipologi mengenai desa menjadi salah satu konsen pendataan PODES.
 
Membangun tanpa data tentu memiliki risiko besar. Diperlukan adanya pemutakhiran terhadap peta administrasi desa untuk meminimalisir risiko pembangunan. Pemutakhiran peta desa kelak dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan Sensus Penduduk 2020.
 
Hasil PODES 2018
 
Salah satu keistimewaan data PODES 2018 dapat digunakan dalam pengklasifikasian desa dalam tiga kategori. Pengklasifikasian desa itu berdasarkan Indeks Pembangunan Desa (IPD). Data hasil PODES 2018 BPS menyebutkan bahwa tahun 2018 terdapat sebanyak 83.931 wilayah administrasi setingkat desa yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebaran wilayah administrasi tersebut meliputi 75.436 desa, 8.444 kelurahan, dan 51 unit pemukinan transmigrasi (UPT/ Satuan Permukiman Transmigrasi atau SPT). Selain itu, tercatat sebanyak 7.232 yang merupakan wilayah administrasi kecamatan dan 514 wilayah kabupaten atau kota.
 
Bila dibandingkan, jumlah wilayah administrasi desa dan kelurahan terus mengalami peningkatan. Jumlah desa dan kelurahan tahun 2011 masing-masing sebanyak 70.390 dan 8.083, tahun 2014 bertambah menjadi 73.709 dan 8.412. Penambahan wilayah administrasi desa dan kelurahan ini bukan tanpa sebab. Semenjak pemerintah menggelontorkan sejumlah Dana Desa, banyak terjadi pemekaran desa di di Indonesia. Dana Desa rupanya mendorong masyarakat desa untuk berpacu menciptakan wilayah administrasi baru untuk mendapatkan porsi Dana Desa lebih besar.
 
Hal lain yang tak kalah menarik dari hasil PODES 2018 adalah perkembangan IPD-nya. Tahun 2018, IPD Indonesia meningkat menjadi 59,36 dibandingkan tahun 2014 yang sebesar 55,71. Sebagai ukuran yang menggambarkan tingkat kemajuan atau perkembangan desa pada suatu waktu, IPD kian menjadi perhatian pemerintah. Hasil PODES 2018 menunjukkan bahwa Indonesia masih mengoleksi sebanyak 14.461 desa tertinggal (19,17 persen). Sedangkan desa yang tergolong berkembang tercatat 55.369 (73,40 persen).
 
Sementara itu, desa yang sudah tergolong mandiri adalah 5.606 (7,43 persen). BPS menyebutkan, selama kurun waktu 2014 sampai 2018, terjadi penurunan jumlah desa tertinggal sebesar 8,85 persen atau 6.518 desa.
 
Diketahui bahwa sasaran pembangunan desa dan kawasan perdesaan yang merupakan target RPJMN 2015 – 2019 adalah mengurangi jumlah desa tertinggal sampai dengan 5.000 desa, rupanya target itu telah ditunaikan oleh pemerintah.
 
Kendati begitu, sasaran yang telah dicapai masih memiliki beberapa catatan. IPD yang terus membaik patut untuk ditinjau lebih dalam. Sampai tahun ini, ketimpangan pembangunan desa masih terus terjadi. Pembangunan desa di beberapa provinsi masih butuh sentuhan pembangunan lebih serius. Persentase desa tertinggal masih mendominasi wilayah timur Indonesia. Persentase desa tertinggal di Papua masih sebesar 87,12 persen dan Papua Barat sebesar 82,03 persen. Lantas bagaimana dengan kondisi di Maluku Utara?
 
Kondisi desa di Malut
 
Indeks Pembangunan Desa (IPD) merupakan indikator komposit sebagai ukuran perkembangan pembangunan wilayah desa. Berdasarkan hasil PODES 2018, Maluku Utara (Malut) masih memiliki desa tertinggal dengan persentase 37,90.
 
Malut yang merupakan daerah kepulauan tentu masih butuh pembangunan infrakstruktur, terutama jalan dan jembatan. Pembangunan infrastruktur menjadi modal utama bagi Malut untuk meningkatkan IPD pada periode mendatang. Dampak domino pembangunan infrastruktur dalam 2 – 3 tahun dinyakini dampat memperbaiki aspek lainnya, seperti pelayanan dasar, transportasi, pelayanan umum, termasuk di dalamnya memberi dampak positif bagi penyelenggaraan pemerintah desa. 
 
Pemerintah masih mempunyai pekerjaan rumah dalam suasana pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Jalan penghubung antara desa ke pusat-pusat ekonomi belum terwujud secara maksimal. Akibat dari konektivitas yang demikian sulit, sedikit atau banyak dinyakini memperlambat perputaran ekonomi perdesaan. Bencana alam yang setiap saat mengintai dan pencemaran lingkungan juga masih menjadi masalah serius untuk ditangani: segera.(*)
 
Artikel ini dimuat di harian Malut Post